Mengubah Takdir Aisyah

Mengubah Takdir Aisyah
Petunjuk dari Sistem Kabut Istana Awan Putih...


__ADS_3


Aisyah bergeming menatap lurus kearah pria bermata putih itu, ia merasakan seluruh awan-awan putih disekitarnya berputar mengelilingi dirinya.


Angin berhembus senyap diantara kedua penglihatannya menembus kedasar otak terdalam memberikan energi baru dalam pancainderanya seraya menutup kedua matanya ia mulai melantunkan ayat suci yang menyatu merasuk kedalam sanubarinya dan menembus kedalam jiwanya yang semakin tenang dan damai.


Aisyah merasakan tubuhnya saling bersinergi kuat serta aliran sel-sel darah yang menjalari seluruh tulang-tulangnya menjadi sangat cepat tampak sinar cahaya terang memancar dari dalam tubuhnya dan ia merasakan kekuatannya mulai bertambah meningkat. Ia terus melafalkan ayat-ayat suci dari dalam hatinya.


Energi spiritual keluar dari dalam tubuh Aisyah bercahaya keemasan serta seluruh tubuhnya dikelilingi oleh aliran cahaya terang, perlahan-lahan tubuh Aisyah terangkat keatas melayang ringan diudara. Aisyah terpejam dengan kepala mendongak sehingga membuat kain berwarna merah muda yang menutupi kepalanya menjuntai melayang tertiup angin yang tampak berputar membentuk lingkaran disekeliling tubuh Aisyah.


"Sistem Kabut telah diaktifkan setelah misi semua selesai dilaksanakan...Sistem Kabut telah diaktifkan...silahkan menyelesaikan misi agar sistem dapat berjalan baik...", terdengar suara menggema diseluruh ruangan istana awan putih ini.


Aisyah lalu membuka kedua matanya yang berwarna putih tanpa pupil mata lebar-lebar ketika dirinya mendengar suara asing yang menggema diseluruh ruangan istana awan putih ini.


"Aku tidak mengerti semua ini dan apa yang sedang terjadi diistana awan putih ini ?", kata Aisyah bergumam pelan. "Sistem apakah itu ?"


"Kami adalah sebuah sistem kabut yang telah diaktifkan oleh istana awan putih ciptaan tuan kami, dan untuk bisa melanjutkan misi dalam perjalanan waktu kembali kemasa lima ratus tahun yang lalu maka anda perlu menyelesaikan misi-misi yang diberikan oleh sistem kabut kepada anda setelah misi selesai didalam istana awan putih ini anda bisa melanjutkan perjalanan waktu anda untuk mencari rahasia asal muasal jam antik kuno !", ucap suara sistem yang berbicara menggema diseluruh ruangan istana awan putih ini.


Aisyah lalu menegakkan badannya yang melayang ringan diatas ruangan istana awan putih ini yang seluruh tubuhnya dikelilingi oleh cahaya terang yang memancarkan sinar keemasan layaknya perisai pelindung dari luar serta jangkauan orang lain.


"Apakah aku harus mengalahkan pria bermata putih itu lalu bagaimanakah caranya ?", kata Aisyah yang berbicara sendiri dengan suara sistem tersebut didalam perisai pelindung dari sinar cahaya terang keemasan.


"Benar sekali, karena kunci kedua untuk membuka pintu selanjutnya adalah anda harus segera mengalahkan pria bermata putih itu untuk mendapatkan kunci ketiga dan saat setelah misi dalam sistem kabut diistana awan putih ini selesai oleh anda maka anda bisa kembali ketempat anda dan melanjutkan misi dalam perjalanan waktu lagi dengan didampingi oleh sistem untuk memandu perjalanan waktu kemasa lima ratus tahun yang lalu dan sistem akan terus menemani anda dalam menyelesaikan misi-misi yang akan anda temui nantinya baik diwaktu sekarang atau dimasa lalu !", kata suara sistem yang berbicara padanya dalam perisai cahaya terang yang memancarkan sinar keemasan.


Aisyah mendengarkan suara sistem yang memberinya sebuah petunjuk kepadanya. Ia lalu mengedarkan pandangannya kearah sekeliling dirinya yang tertutup oleh lapisan cahaya terang yang memancarkan sinar keemasan lalu ia menjulurkan tangannya mencoba menyentuh lapisan perisai cahaya yang ada disekitarnya.


Tangan Aisyah merasakan getaran hangat yang menjalar diseluruh tubuhnya ketika tangannya berhasil mencapai lapisan perisai cahaya terang yang memancarkan sinar keemasan tersebut ia dapat merasakan aliran dari cahaya terang itu mampu membuat dirinya terlihat bersemangat kembali.

__ADS_1


Sebuah Power baru yang meningkat pesat didalam tubuh Aisyah dan semakin meningkat ia rasakan setiap tahapnya.


"Hmm..., aku merasa seluruh semangat dalam diriku kembali bangkit...", kata Aisyah seraya melihat kearah tubuhnya.


Aisyah melirik kearah bawah tempatnya ia melayang ringan tapi cahaya terang yang memancarkan sinar keemasan bagaikan perisai pelindung ini telah menghalangi pandangan mata Aisyah.


"Aku tidak dapat melihat pria bermata putih itu lagi kemanakah dia !?", kata Aisyah.


Gadis itu kembali mendongakkan kepalanya kearah atas lalu bergumam pelan pada suara sistem yang menggema didalam istana awan putih ini.


"Bagaimana aku bisa mengalahkan pria bermata putih itu wahai sistem kabut istana awan putih ??", kata Aisyah mengerutkan alis.


"Kalahkan pria bermata putih itu dengan menyerangnya terus menerus dan arahkan pria tersebut kedalam ruangan pintu kedua yang telah anda hanguskan tadi maka anda akan menemukan jawaban bagaimana cara untuk mendapatkan kunci selanjutnya !", ucap suara sistem yang menggema didalam istana awan putih itu.


Aisyah hanya memandangi sekitarnya yang masih tampak tertutup oleh lapisan cahaya terang yang memancarkan sinar keemasan yang bagaikan perisai pelindung. "Aku rasa itu bukanlah pekerjaan yang mudah untuk dikerjakan jika mengingat pria bermata putih itu sangat kuat sekali dan tiada tandingannya !?", kata Aisyah dalam hatinya.


"Baiklah aku akan melakukannya dan mencoba untuk mengalahkan pria bermata putih itu meski aku merasa sangat sedikit peluangnya !", kata Aisyah pada suara sistem yang menggema didalam istana awan putih.


"Lalu bagaimana aku bisa keluar dari perisai pelindung dari cahaya terang yang memancarkan sinar keemasan ini !?", kata Aisyah lanjut.


"Akan muncul koin perak sebagai hadiah anda karena telah berkata penuh semangat dan positif setelah koin perak berhasil muncul didepan anda maka segeralah ayunkan cermin ajaib kecil kristal yang cantik milik anda kearah koin-koin perak itu !", ucap suara sistem kabut yang menggema diseluruh ruangan istana awan putih ini.


Aisyah lalu meraih cermin kecil kristal yang cantik yang terikat kencang di tali pinggangnya.


"Ternyata cermin kecil kristal yang cantik ini mempunyai kegunaan juga !?", kata Aisyah seraya memandanginya serius. "Hmmm, baiklah aku akan melakukannya dan mencoba untuk mengayunkan cermin kecil kristal yang cantik serta ajaib ini kearah koin-koin perak yang akan segera bermunculan itu !"


Dalam hitungan tigapuluh detik menunggu barulah koin-koin perak itu muncul disekitar Aisyah dan dengan sangat cepat dan tepat serta refleks tubuh yang gesit, ia mengayunkan segera cermin kecil kristal yang cantik serta ajaib itu kearah koin-koin perak yang mulai datang bermunculan disekitar Aisyah. Dalam sekejap saja ia mampu mengumpulkan semua koin-koin perak yang muncul dihadapannya tanpa banyak membuang waktu percuma.

__ADS_1


Terdengar suara gemerincing koin-koin perak yang beradu dengan suara gelang-gelang yang ada ditangannya Aisyah dan tampak koin-koin perak yang berkumpul menjadi satu kedalam cermin ajaib kecil kristal yang cantik itu.


SUBHANALLAH...


Benar saja apa yang telah diucapkan oleh suara sistem yang menggema didalam istana awan putih itu.


Koin-koin perak yang telah berkumpul tersebut dapat menghilangkan semua cahaya terang yang memancarkan sinar keemasan yang bagaikan perisai pelindung yang melindungi Aisyah saat dirinya mengayunkan cermin kecil kristal yang cantik serta ajaib itu kearah koin-koin perak itu. Maka Aisyah dapat segera turun melayang ringan kearah bawah untuk segera menghadapi pria bermata putih itu yang tengah berdiri tegak menantang dirinya.


Aisyah melihat kearah pria bermata putih itu dengan tatapan yang agak sedikit tenang dan ia tidak lagi memandang pria bermata putih itu dengan tajam penuh kemarahan serta perasaan yang gelisah padanya. Ia sekarang merasakan kedamaian batin serta ketenangan jiwa dan pikiran.


"Mari kita selesaikan misi ini dan siaplah bertarung !", kata Aisyah berbisik lembut pada dirinya sendiri saat kedua kakinya menjejakkan kelantai dasar istana awan putih itu.


Kedua mata pria bermata putih itu mengeluarkan cahaya terang yang memancarkan sinar yang sangat menyilaukan.


"HOSH AMADID !!!", kata Aisyah.


Tampak pria bermata putih itu terbang melayang menuju kearah Aisyah cepat sembari mengayunkan pedang panjangnya yang berwarna putih dan serangan tersebut disambut oleh Aisyah yang menyerangnya pula dengan mengeluarkan cahaya terang yang memancarkan sinar keemasan dari dalam kedua matanya kearah pria bermata putih itu terus menerus tanpa hentinya seraya bergerak maju kedepan mendesak kearah pria bermata putih itu.


"Terimalah seranganku ini !!!", kata Aisyah sambil berteriak lantang dan keras.


"WUUUUSSSHHHH....!!!", terdengar suara sabetan pedang panjang dari pria bermata putih itu.


Terdengar suara keras yang menggema didalam istana awan putih akibat pertempuran antara kedua kekuatan besar dari mereka berdua sehingga menimbulkan ledakan hebat yang dapat menghancurkan seluruh awan-awanputih yang ada didalam ruangan istana awan putih ini. Dan ini sangat berbeda dari sebelumnya, jika pada pertempuran pertama mereka sama-sama terlempar jauh akibat bertarungnya kekuatan ajaib milik mereka berdua tapi sekarang Aisyah tidak lagi terpelanting jauh seperti saat itu lagi karena kini ia mampu bertahan kuat dari serangan lawannya.


Keadaan kini berbalik arah karena pria bermata putih itu yang terlihat terlempar jauh kebelakang akibat beradunya kekuatan dari mereka berdua, pria itu tampak melayang keras kearah belakang dan mulai kewalahan dengan serangan dari Aisyah yang bertambah sangat kuat.


Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Aisyah untuk terus maju kedepan dan mendesak pria bermata putih itu dengan melancarkan serangan-serangan kuat berupa cahaya terang yang memancarkan sinar keemasan dari kedua bola mata Aisyah yang berwarna putih tanpa pupil itu. Tampaknya pria bermata putih itu kesulitan untuk menghindari serangan-serangan yang gencar diarahkan kepadanya oleh Aisyah.

__ADS_1


Pria bermata putih itu tampak tersungkur semakin jauh kearah belakang dan tubuhnya terlempar jauh melayang kedalam ruangan kamar pintu kedua yang telah terlihat hancur dan saat tubuh pria bermata satu itu menyentuh dinding ruangan kamar pintu kedua tiba-tiba tubuh pria bermata putih itu menghilang lenyap dari pandangan Aisyah dan berubah menjadi bulir-bulir air embun yang menyebar diseluruh ruangan kamar pintu kedua tak bersisa sedikitpun.


Aisyah perlahan-lahan terbang melayang turun dengan pelan diluar ruangan kamar pintu kedua dengan tatapan mata sayu serta ekspresi wajah serius mengarah menatap lurus kedalam ruangan kamar pintu kedua yang tampak kosong serta lenggang yang ada dihadapannya. "Setiap pertempuran selalu meninggalkan rasa perih yang memilukan dibelakang kita..., tak ada yang disebut kemenangan disetiap akhir pertempuran tapi kehancuran yang tertinggal setelahnya...!?", kata Aisyah bergumam pelan pada dirinya sendiri. "Hanya seorang tiran yang kejam yang menganggap kemenangan merupakan suatu keberhasilan dari pertempuran setelah mengorbankan banyak nyawa yang tidak bersalah serta tidak berdosa hanya untuk sebuah kekuasaan yang disebut "Tahta"...!", ia lalu memejamkan kedua matanya seraya menitikkan airmatanya. Meski pria bermata putih itu hanyalah sebuah bagian dari sistem tapi ia merasa ini sungguh tidak adil bagi Aisyah karena baginya kesempatan adalah sebuah jalan terbaik untuk memulai awal yang lebih baik lagi.


__ADS_2