Mengubah Takdir Aisyah

Mengubah Takdir Aisyah
IKAN ADU SIAM RAKSASA


__ADS_3


Topi berwarna merah menyala yang lebar itu menyelam didalam danau merah yang sangat dalam dan luas.


Aisyah tidak menemukan tanda-tanda kehidupan didalam danau merah bahkan ia tidak melihat hewan satu ekorpun yang melintas didalam danau merah. Ini adalah suatu hal yang sangat aneh sekali karena biasanya air meskipun itu hanya sungai pasti akan dihuni oleh ikan atau hewan air meski berukuran sangat kecil bahkan kolam yang ada dihalaman rumahnya meski hanya diisi ikan hias pasti akan timbul hewan-hewan kecil disekitar kolam. Entah itu lumut ataupun kecebong yang tanpa sengaja tergelincir didalam kolam.


Panorama didalam danau merah dapat ia saksikan dari dalam layar monitor sistem kabut awan putih yang mengelilingi dinding didalam topi merah menyala miliknya.


"Pemandangan didalam danau merah sungguh menakjubkan ternyata semuanya berwarna merah dan sangat tenang meski agak menyeramkan didalam sini", kata Aisyah dari tempat duduknya.


Aisyah tidak menjumpai kehidupan didalam air danau merah bahkan tumbuhan air seperti alga atau rumput laut sama sekali tidak ia temukan.


"Apakah kita sudah didasar danau merah ?", tanya Aisyah kepada layar monitor sistem.


"Benar nona, kita telah menyelam cukup dalam didanau merah dan hampir mencapai dasar danau, kenapa anda menanyakannya ?", kata sistem.


"Kenapa aku tidak menemukan ikan atau tanaman air didalam danau merah ?", kata Aisyah.


"Ini adalah dimensi ruang waktu yang tercipta berbeda dan sesuai dengan daya imajinasi pikiran anda nona !", jawab layar monitor sistem.


"Imajinasi pikiran ? Apakah ini semua tercipta oleh daya imajinasi pikiran dari benakku ? Bagimana bisa ?", kata Aisyah keheranan.


"Resapi dalam hati melalui pikiran anda lalu seimbangkan antara jiwa dan jasmani", kata layar monitor sistem.


"Hai, kamu memberiku kata kunci untukku ! Artinya aku bisa mengubah semua yang ada didalam ruang kamar ketiga !", kata Aisyah gembira.


"Ha Ha Ha Ha Ha..., anda pintar sekali nona Aisyah !", kata layar monitor Sistem Kabut Awan Putih.


"Iya ! Iya ! Aku mengerti sekarang !", pekik Aisyah kegirangan. "Aku bisa keluar dari pintu ketiga jika aku menginginkan sungguh-sungguh dari dalam hatiku serta pikiranku !"


"Anda mulai memahami permainan dari ruang pintu ketiga nona ! Saya tidak perlu menjelaskannya lagi !", kata layar sistem.


"Baiklah aku akan mencoba berkonsentrasi penuh dan menstabilkan pikiranku !", kata Aisyah.


Aisyah mulai memejamkan kedua matanya dan berkonsentrasi seraya menata hati serta pikirannya dengan sangat tenang. Ia lalu mengatur irama nafasnya dengan teratur.


Suasana menjadi sangat hening. Aisyah merasakan seluruh pancainderanya saling berintegrasi bagaikan sistem yang bertautan erat dan melengkapi satu dengan lainnya. Cahaya putih nan jernih muncul dari dalam batin Aisyah dan membentuk suatu lingkaran putih yang sangat terang berputar-putar disekeliling tubuh Aisyah yang tengah duduk diatas kursi baja berwarna merah terang.


Cahaya terang itu semakin lama semakin memancar luas memenuhi seluruh ruangan didalam topi merah dan tampak sebuah lingkaran berwarna putih diluar topi merah yang melingkar berputar-putar bersinar terang.

__ADS_1


"Anda bermaksud membuat jalan keluar didalam danau merah nona ?", tanya layar monitor sistem.


Aisyah lalu membuka matanya perlahan-lahan seraya memandang kearah luar danau merah dari layar monitor didalam topi merah menyala.


Kedua mata Aisyah kembali berwarna putih terang saat ia membuka matanya. Ia melepaskan ikatan tali yang melilit tubuhnya diatas kursi baja berwarna merah.


Tubuh Aisyah kembali terbang melayang diudara serta mengeluarkan cahaya terang yang berintegrasi dengan pikirannya.


"Benar, aku bermaksud keluar dari dalam ruang pintu ketiga ini dan membuat jalan keluar dari cahaya lingkaran yang terhubung dengan otakku !", kata Aisyah lalu melayang mendekat kearah layar monitor.


"Sepertinya danau merah masih menginginkan anda tinggal lebih lama disini nona Aisyah", kata layar monitor pada Aisyah.


"Oh Iya !", sahut Aisyah serius.


"Ada yang mencari anda nona Aisyah !", kata sistem pada Aisyah yang terbang melayang mengelilingi ruangan topi lebar berwarna pelangi.


"Benarkah !?", tanya Aisyah lalu memperhatikan layar monitor sistem.


"Lihatlah ada seekor ikan menghalangi pintu keluar kita dan tampaknya ikan itu tidak bersahabat nona Aisyah", ucap layar monitor sistem.


"Ikan ?", kata Aisyah terkejut.


"Hmmm, ikan apakah itu ? Kenapa ikan itu besar sekali ?", kata Aisyah tak berkedip.


"Rupanya itu sejenis ikan Laga atau ikan adu siam !", sahut sistem kabut.


"Apakah kamu yang telah menciptakan ikan laga itu ?", kata Aisyah seraya menatap lurus kearah layar monitor sistem yang mempertontonkan suasana didalam danau merah serta ikan ****** raksasa itu.


"Bukan nona, sistem tidak menciptakannya karena ikan laga atau ikan adu siam itu tampaknya berasal dari pikiran yang baru masuk dari pikiran anda dan terakumulasi berupa data serta terkirim kedalam sistem sehingga terciptalah sebuah wujud nyata seekor ikan laga raksasa !", sahut layar monitor sistem menjelaskan.


"Aku tadi sempat memikirkan kolam ikan dirumahku yang berisi ikan-ikan hias serta kecebong tapi aku tidak menyangka jika sistem menerima informasi dari otakku lalu mengirimnya dalam bentuk seekor ikan ****** yang berukuran raksasa !", kata Aisyah dengan kedua matanya yang berwarna putih.


"Ruang pintu ketiga merupakan daya cipta dari imajinasi pikiran anda yang tanpa sengaja terkirim oleh sistem dan menvisualisasikannya dalam bentuk nyata seperti yang anda inginkan, semua yang ada diruang pintu ketiga ini adalah perjalanan waktu anda dilima tahun yang lalu karena saat anda berada didalam pintu ketiga anda sedang memikirkan peristiwa dilima tahun yang lalu", ucap layar monitor panjang lebar serta gamblang.


"Hmmm, tampaknya ini adalah kesalahan dari otakku sehingga terciptalah tempat seperti ini !?", kata Aisyah kecewa.


"Percayalah ini bukan suatu kesalahan yang sengaja anda ciptakan dalam pikiran anda akan tetapi ini merupakan alam bawah sadar anda yang kemudian tercipta dari pikiran anda yang bertransmisi kedalam sistem sehingga didalam ruang pintu ketiga terbaca seperti keinginan anda maka terbentuklah sebuah tempat ini", kata layar monitor sistem kabut.


"Aku semakin tidak memahaminya !? Lalu bagaimana cara kita menghadapi ikan laga raksasa itu ?", kata Aisyah gamang.

__ADS_1


Tiba-tiba badan topi berwarna merah miliknya yang lebar itu berguncang sangat hebat sekali, dan sepertinya guncangan itu diakibatkan oleh ikan laga raksasa yang menabrak topi lebar miliknya.


Aisyah membentur badan topi dan terjatuh dilantai dasar topi saat guncangan terjadi. Ia kehilangan keseimbangannya saat terbang melayang. Ia merasakan topi miliknya yang berukuran lebar itu semakin bergoyang-goyang hebat.


Guncangannya yang keras membuat sebagian layar monitor sistem rusak dan berhenti menyala begitu juga sisi badan topi yang sobek akibat benturan yang sangat keras dari ikan laga raksasa itu.


"SISTEM MENDETEKSI BAHAYA ! AIR MASUK KEDALAM TOPI ! AIR MASUK ! KITA AKAN TENGGELAM ! BAHAYA ! BAHAYA ! BAHAYA !", terdengar suara dari layar monitor sistem memberi peringatan keras.


"Aduh, kepalaku pusing sekali !?", kata Aisyah seraya memegangi kepalanya yang terbentur kebadan topi. "Auwhhh !?"


Aisyah mencoba berdiri dan kembali terbang, ia melihat air mulai masuk kedalam badan topi yang berada disebelah sisi topi.


Akibat benturan ikan laga raksasa, topi lebar berwarna merah menyala miliknya itu menjadi tenggelam dan bergerak semakin menuju kearah dasar danau merah. Ia lalu berusaha untuk mencoba menutupi badan topi yang sobek dengan kedua tangannya akan tetapi hasilnya sia-sia karena sobekan topi semakin membesar karena benturan dari ikan laga raksasa yang semakin keras.


Meskipun topi berwarna merah menyala miliknya itu berukuran sangat besar serta kuat dan kokoh tetapi topi itu tetaplah terbuat dari bahan wol yang mudah sobek jika terkena benda keras.


"Astaga apa yang harus kita lakukan sekarang !? Kekuatanku belum sepenuhnya kembali !?", kata Aisyah. "Apa kamu mempunyai kunci jawabannya ?"


"SISTEM MENDETEKSI BAHAYA ! IKAN JENIS LAGA BERWARNA MERAH RAKSASA MENDEKAT KEARAH KITA DAN MULAI MENYERANG !", kata layar monitor sistem.


"Astaga Tuhanku ! Selamatkanlah diriku !", kata Aisyah panik dan ia melihat topi miliknya yang lebar itu serta besar itu bergerak terus kearah dasar topi.


Topi berwarna merah berukuran besar dengan tepi yang lebar itu jatuh kedalam dasar danau merah yang luas dan terdampar tak bergerak dibawah dasar danau merah.


Air danau terus masuk kedalam badan topi miliknya dan mulai terlihat air mengisi permukaan dasar lantai topi.


"Bagaimana ini !? Apa yang harus aku lakukan sekarang ? Apakah kamu mempunyai solusinya ?", kata Aisyah pada layar monitor sistem yang ada didalam topi merah menyala miliknya.


Tidak ada jawaban yang keluar dari dalam layar monitor sistem kabut dan ketika Aisyah mendongakkan kepalanya kearah layar monitor, ia melihat semua layar disekeliling atas badan topi telah padam. Karena topi mengalami kerusakan parah akibat benturan dari ikan laga raksasa. Dan hampir seluruh badan topi berisi air danau merah.


Aisyah juga merasakan jika badan topi berbentuk bulat dengan tepi yang lebar itu semakin mengecil dan memaksa Aisyah untuk segera keluar dari dalam badan topi. Ia melihat topi berwarna merah menyala miliknya itu telah kembali kewujud aslinya dan menjadi topi berukuran biasa lagi. Ia kini berada didasar danau merah tanpa adanya topi sebagai armada selamnya didanau merah.


Ikan Laga raksasa itu terlihat bergerak menuju kearah Aisyah dengan cepatnya. Aisyah yang melihatnya kemudian berenang menghindar dari kejaran ikan laga raksasa tersebut dan ia tidak lupa mengenakan kembali topi berwarna merah menyala yang telah kembali kebentuknya semula untuk menutupi kepalanya yang tertutup kain panjang.


Aisyah berenang cepat menuju kearah atas permukaan danau merah, ia terus menggerakkan kakinya untuk mencapai atas danau merah.


Walaupun ia harus bersusah payah untuk menghindari kejaran dari ikan laga raksasa yang terus memburunya dan seakan-akan tidak ingin melepaskan dirinya.


Air danau merah terasa mulai menusuk dingin kedalam tulang rusuk Aisyah yang berenang didalam dasar danau merah yang dalam. Ia melihat suasana didalam danau merah sangatlah suram tanpa adanya tanda-tanda kehidupan bahkan semakin dalam maka warna danau merah semakin pekat. Aisyah merasa kesemutan dan mulai lelah tapi ia terus berenang cepat agar sampai keatas permukaan danau merah yang luas.

__ADS_1


Tampak mereka saling berenang kejar-kejaran antara satu dengan lainnya sangat cepat. Kedua mata Aisyah yang kembali berwarna putih tanpa pupil mata menjadi petunjuk bagi Aisyah untuk berenang didalam danau merah yang tampak gelap dan suram tanpa adanya sinar cahaya.


__ADS_2