Mengubah Takdir Aisyah

Mengubah Takdir Aisyah
Danau Merah...


__ADS_3


Aisyah lalu melanjutkan langkah kakinya menelusuri jalan setapak yang ada ditengah-tengah danau merah. Ia tidak melihat ujung jalan ini yang ia lihat hanyalah bentangan danau merah yang sangat tenang.


"Kemana perginya foto yang ada didalam bingkai foto dengan ukiran bunga Tulip kuning tersebut !?", kata Aisyah. "Kenapa ada danau merah didalam foto ini ?"


Danau dengan air berwarna merah itu tampak sangat tenang, tidak ada riak-riak kecil yang terlihat diatas permukaan danau tersebut. Ia terus berjalan melewati jalan setapak dari bunga berwarna-warni yang sangat indah itu.


Aisyah lalu mengedarkan pandangannya kearah sekeliling danau tersebut. Ia berjalan dengan sangat hati-hati saat melewati jalan setapak dari bunga yang indah itu.


"Tempat apakah ini sebenarnya ? Aku tidak melihat ujung jalan ini ?", kata Aisyah.


Didepan danau merah terbentang pemandangan yang sangat luas. Ia tidak tampak melihat ujung dari jalan setapak ini. Bentangan didepannya hanyalah danau merah yang sangat luas dan tenang. Ia melihat lagi kearah jalan setapak dari bunga yang indah itu.


"Mmm, ini sangat cantik sekali !", kata Aisyah seraya tersenyum lembut. Aisyah mengambil salah satu bunga yang ada dibawah kakinya dan ia pandangi bunga ditangannya yang berwarna putih itu. "Ini sungguh sangat aneh sekali ! Air diseluruh danau ini berwarna merah tetapi ia tidak melihat bunga-bunga disepanjang jalan setapak ini ada yang warnanya merah !?"


Saat ini Aisyah berada ditengah-tengah jalan setapak dari kumpulan bunga berwarna-warni yang sangat indah. Ia lalu berhenti seraya memandangi air danau merah yang sangat tenang tanpa riak-riak diseluruh permukaannya itu. Ia duduk berjongkok menghadap kearah danau yang airnya berwarna merah dengan bunga putih ditangannya.


"Air ini berwarna merah tapi tidak berbau amis sama sekali, dan jika dicium aroma air dari danau ini sangat harum", kata Aisyah seraya membungkukkan badanya dengan menangkupkan kedua tangannya yang penuh air.


Aisyah tidak melihat perubahan yang berarti saat ia menyentuhkan tangannya kedalam air danau yang berwarna merah. Danau merah itu tetap tenang bergeming tanpa menimbulkan riak air meski tangan Aisyah masuk kedalam air.


"Hmm..., ini unik sekali karena biasanya jika tangan menyentuh air maka akan timbul riak-riak diatas permukaan air yang membentuk gelombang pelan", kata Aisyah seraya memperhatikan permukaan air danau merah yang sangat tenang dihadapannya.


Aisyah kembali beranjak dari tempatnya duduk lalu berdiri tegak memandangi bentangan danau merah yang sangat tenang serta luas tak bertepi.


"Aku sekarang berada ditengah-tengah jalan setapak dari bunga yang indah ini, dan haruskah aku terus melangkahkan kedua kakiku berjalan melewati jalan setapak ini !?", kata Aisyah.


Terpana dengan keindahan danau merah yang terasa damai serta suasananya yang sangat menenangkan hati setiap kali memandangnya bebas.

__ADS_1


Aisyah sedikit tersenyum saat berada ditempat ini dibandingkan didalam ruangan rumahnya tadi dan harus menghadapi sosok wanita berkerudung putih itu yang membuat dirinya terasa kesal serta marah.


Mengingatnya saja langsung membuat Aisyah sangat emosi dan ekspresi wajahnya menjadi berubah tegang.


"Huuufhhh...!", desah nafas Aisyah pelan. "Sebaiknya aku melanjutkan perjalananku ditempat ini dan menemukan cara keluar dari dalam foto ini !?", kata Aisyah lanjut kemudian ia berjalan pelan kearah depan.


Aisyah terus memperhatikan sisi jalan setapak dari bunga yang indah dengan bentangan danau merah yang sangat tenang. Ia menolehkan kepalanya kearah saamping kanan dan kiri secara bergantian. Ia sering terlihat tersenyum ketika pandangannya kearah danau merah. Ia merasakan ada sesuatu yang sangat akrab sekali saat ia melihat kearah danau didepannya. Ada suatu ikatan batin yang kuat yang dirasakan Aisyah saat ia melihat danau merah itu, seakan ia memiliki hubungan yang tidak terpisahkan.


Apakah ini hanya fatamorgana saja dihamparan danau merah yang luas dan sangat tenang karena mengharapkan sesuatu keajaiban ditempat yang damai ini untuk membawanya kembali pulang atau memang ini hanya perasaan yang timbul karena ia merindukan kehidupannya yang normal.


"Aku tidak ingin mengeluh ataupun menyerah karena pantang bagiku untuk berputus asa ! Aku harus kuat dan kembali pulang dari sini secepatnya !", kata Aisyah.


Tampak gadis itu berjalan terus melewati jalan setapak dari bunga yang indah itu dengan penuh semangat. Ia tahu jika jalan setapak dari bunga berwarna-warni ini tidak memiliki ujungnya tapi ia hanya berusaha semampunya untuk terus berjalan melewati jalan setapak ini.


Hanya ada kata semangat dalam hatinya untuk terus menghadapi ujian yang tengah ia lalui ini tanpa kenal kata menyerah. Hanya bersemangat dan menerima dengan hati lapang serta senang yang kini Aisyah tanamkan dalam hatinya agar ia terus kuat melewati ujian yang ada didalam ruangan pintu ketiga yang tidak ada batasannya itu.


"Semangaaat !!!", teriak Aisyah sambil mengangkat tangannya keatas dengan mengepal erat. "Harus semangat !!"


"Aku harus melangkah kemana lagi sekarang !? Aku tidak melihat ujung jalan ini ?", kata Aisyah menolehkan kepalanya kearah sekitarnya bingung.


Aisyah menundukkan kepalanya sambil menghela nafas panjang berulangkali. Ia tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk bisa keluar dari tempat ini. Ia hanya melihat danau merah yang luas serta jalan setapak dari bunga berwarna-warni ditempat ini, tidak ada langit ataupun sinar cahaya terang yang memancar dari matahari. Karena tempat ini adalah sebuah foto dimana dirinya berada didalamnya dan hanya sebuah bentuk gambar keluarga Aisyah yang tampak harmonis jika dilihat dari luar foto yang berbingkai ukiran bunga Tulip kuning.


Entah apa yang sebenarnya sedang terjadi tetapi Aisyah merasa jika dirinya merasa terjebak terus-menerus didalam ruangan pintu ketiga ini mulai dari pertamakali ia masuk kedalam ruangan pintu ketiga lalu terhempas kemasa lima tahun yang lalu kemudian kembali mengalami kejadian dirumahnya yang terulang lagi dan sekarang kini ia berada didalam sebuah foto.


Walaupun ia telah menganggap semuanya yang ia alami adalah suatu peristiwa yang mulai ia anggap biasa saja tetapi tetap bagi Aisyah ini adalah sesuatu yang aneh dan hal yang sangat rumit ia lewati.


"Apakah ini jalan untuk keluar dari pintu ketiga ataukah aku harus masih melewati rintangan demi rintangan lagi !?", kata Aisyah bimbang. "Aku sangat berharap jika tempat ini adalah jalan untuk kembali dan bertemu lagi dengan jam antik kuno !", sambungnya penuh harap.


Suasana didalam foto ini sangat tenang dan ternyata Aisyah dapat merasakan udara segar yang berhembus disekitarnya lembut.

__ADS_1


Angin menerpa wajahnya yang bening. Ia terus berjalan melewati jalan setapak dari bunga berwarna-warni itu tanpa ia ketahui ujung jalan didepannya lagi. Berjalan dan terus berjalan yang kini Aisyah lakukan tanpa ia tahu akhir dari jalan ini yang ada didepannya. Dan jika dilihat yang dilakukan oleh Aisyah adalah hanya berjalan lurus kedepan tiada hentinya.


Tidak ada cahaya matahari, tidak ada pohon serta tanaman, tidak ada langit angkasa diatas sini ataupun hewan yang tampak berkeliaran ditempat ini. Bahkan ikanpun tidak ia temukan seekorpun disini, benar-benar tidak ada kehidupan didalam sini.


"Haihhh !? Apakah karena ini didalam foto sehingga tidak ada apapun disini !?", kata Aisyah seraya menengadahkan kepalanya kearah atas seraya berkedip.


Aisyah kemudian tersadar jika dirinya telah berganti pakaian yang berbeda. Ia sekarang mengenakan pakaian serta tutup kepala yang lebar berwarna merah. Mulai dari kain penutup rambutnya yang panjang berwarna merah sampai ujung kakinya semua berwarna merah menyala.


Ada yang berbeda lagi dari pakaian yang biasa ia temui dalam perjalanan waktu yang ajaib yang biasa Aisyah lalui, yaitu sekarang ia memakai sebuah topi lebar yang menghias tutup kepalanya yang tertutup seluruhnya dari kain dan berwarna merah menyala.


"Wouuuw !!! Ini sungguh ajaib sekali dan aku benar-benar baru menyadarinya sekarang ini !?", pekik Aisyah terkagum-kagum. "Tapi sayangnya kenapa semuanya berwarna merah menyala, mulai dari atas kepala hingga ujung kaki !? Aku merasa seperti lampu lalu lintas yang berwarna merah !?", sambungnya sedikit kecewa.


"Apakah ini berhubungan dengan danau merah yang ada didalam foto !? Tetapi bukankah disini keadaannya sangat tenang dan baik-baik saja !?", kata Aisyah seraya memperhatikan penampilannya yang telah berubah itu.


Aisyah lalu memutarkan badannya seraya merentangkan gaun merah menyala yang ia kenakan. Terlihat dari raut wajah Aisyah jika ia cukup merasa sangat senang karena baginya hanya inilah yang merupakan hiburan yang menyenangkan hatinya ditempat ini.


"Cantik ! Dan aku suka sekali dengan topinya yang lebar ini !", kata Aisyah seraya melepaskan topi yang ada dikepalanya.


Topi lebar itu memiliki hiasan bunga disekelilingnya serta sangat ringan dipakai oleh Aisyah. Tiba-tiba angin bertiup menerbangkan topi milik Aisyah dan membuat topi itu tampak menari-nari diatas sana. Ia berupaya meraih topi berwarna merah menyala itu dengan kedua tangannya akan tetapi angin telah menmbuatnya terus terbang melayang jauh dari jangkauan Aisyah.


Tampak Aisyah berlarian kecil memgejar topi berwarna merah menyala yang ada didepannya dan sesekali ia melompat-lompat untuk menangkap topi tersebut tetapi ia selalu gagal melakukannya.


"Tunggu ! Jangan terbang jauh ! Haiii, tunggu aku !", ucap Aisyah berseru pelan.


Kain panjang tipis yang menutupi pakaian panjang Aisyah berwarna merah menyala itu tampak melambai-lambai ringan saat tertiup angin dan semakin menambah kecantikan penampilan Aisyah yang bewajah bening serta lembut.


Gadis polos itu tampak berlarian melompat disepanjang jalan setapak dari bunga berwarna-warni yang sangat indah dengan bentangan danau berwarna merah dikedua sisi jalan setapak itu, seperti pakaian yang Aisyah kenakan saat ini yang seluruhnya berwarna serba merah menyala.


Aisyah tertawa kecil saat ia berusaha meraih topi miliknya yang terbang melayang-layang diudara dan terus mengejarnya dengan berlari-lari disepanjang jalan setapak dari bunga yang indah itu.

__ADS_1


Bagaikan pemandangan didalam foto yang sangat indah yang bertemakan yaitu seorang gadis bergaun panjang berwarna merah menyala dengan tutup kain yang menjuntai panjang yang menutup kepalanya sedang berlari kecil mengejar topinya yang terbang tertiup angin ditepi sebuah danau merah, benar-benar seperti gambar foto yang hidup atau hampir sama seperti gambaran sebuah lukisan tangan yang tampak hidup. Meski hal ini bagi Aisyah adalah hal yang menyeramkan karena dirinya terjebak didalam sebuah foto dengan bingkai foto yang berukir bunga Tulip kuning.


__ADS_2