Mengubah Takdir Aisyah

Mengubah Takdir Aisyah
Teleportasi...


__ADS_3

Jam antik kuno mengatakan banyak hal yang membuat Aisyah tidak mengerti, harus segera pergi dan meninggalkan karavan ini secepatnya tapi ia masih ingin melihat pria bersorban putih.


Aisyah benar-benar tidak mengerti jalan pikir jam antik kuno, ia masih penasaran dengan sosok bayangan pria yang muncul bersamaan dengan jam antik kuno serta pria bersorban putih yang ada didalam cermin ajaib berukuran besar yang berada ditengah-tengah hamparan taman bunga yang indah didalam mimpinya kala itu.


Mereka kemudian terbang melesat cepat kedalam kamar tuan agung yang sedang terluka. Wujud mereka tidak terlihat saat memasuki ruangan kamar tidur tuan agung yang tampak berbaring lemah diatas ranjang tidurnya.


Saat mereka berada didalam ruangan kamar tidurnya, tuan agung itu ternyata tertidur lelap bahkan ia tidak merasakan kehadiran mereka semua.


"Mengapa kamu mengajak kemari wahai jam antik kuno !? Bukannya kamu menyuruh kita pergi ?", kata Aisyah berbisik pelan.


"Hamba hanya penasaran benarkah tuan agung tersebut benar-benar terluka ?", sahut jam antik kuno lirih.


"Mengapa kamu meragukannya ? Bukankah kamu dan dia bertemu ?", kata Aisyah heran.


"Tidak apa-apa nona, hamba hanya ingin mengetahui apa luka itu sangat serius ?", kata jam antik kuno.


"Lebih baik kamu memeriksanya secara dekat kearah tuan agung itu, bagaimanapun dia adalah mantan tuan besarmu wahai jam antik kuno !", kata Aisyah lalu mendaratkan kakinya kelantai kamar dan berdiri tepat disamping meja.


"Saya rasa itu adalah ide yang baik menurut hamba, nona dan apa yang nona katakan benar ! Bagaimanapun tuan agung itu adalah mantan tuan besar hamba !", kata jam antik kuno.


"Maka dari itu cepatlah kamu pergi menjenguknya meski sehebat apapun permusuhan yang telah terjadi antara kalian, ingatlah ! Jika tuan agung itu sekarang tengah terluka parah !", kata Aisyah.


"Hmm..., anda benar nona !?", kata jam antik kuno bergeming.


"Ayo ! Pergilah kesana ! Cepatlah sebelum dia tersadar dan bangun dari tidurnya !", kata Aisyah seraya mendorong jam antik kuno pelan kearah depan.


"Iya..., iya...!", kata jam antik kuno sedikit terpaksa.


Jam antik kuno itu lalu terbang melayang pelan kesamping ranjang tuan agung besar. Ia melihat keadaan tuan agung itu dan memeriksa tuan besar tersebut.


"Apakah kamu akan menyembuhkannya wahai jam antik kuno ???", kata Aisyah terkejut.


Aisyah melihat jam antik kuno tengah mengeluarkan cahaya terang, ia terkejut ketika mengetahui reaksi jam antik kuno.


"Tunggu sebentar wahai jam antik kuno !", kata Aisyah lalu terbang melayang pelan kearah jam antik kuno.


"Ada apa nona ?", kata jam antik kuno.


"Apakah kamu berniat menyembuhkannya atau kamu akan melukainya ?", kata Aisyah kaget.


"Hamba hanya memeriksanya saja, seberapa dalam luka tuan agung ini nona !?", kata jam antik kuno.


"Baiklah, baiklah ! Aku mengerti !", kata Aisyah.


Jam antik kuno lalu bergerak keatas tuan agung dan menyelesaikan tugasnya dengan cepat. Ia berencana segera pergi dari tempat ini setelah membantu mengobati luka dalam tuan agung akibat pertempuran yang terjadi diantara mereka berdua. Tapi dalam waktu bersamaan pria bersorban putih yang baru tersadar itu kemudian membuka kedua matanya.


Aisyah langsung menarik jam antik kuno dan segera membawa mereka semua berpindah tempat secepatnya sebelum tuan agung itu menyadari keberadaan mereka diruangan kamar ini.


"Aih ! Aih ! Hampir saja kita ketahuan !", hela nafas Aisyah pelan.


"Waduh nona ! Nona membuat saya kaget sekali !", kata jam antik kuno.


"Justru karena kita hampir ketahuan oleh tuan agung itu maka aku secepatnya membawa kita semua pergi dari sana !", kata Aisyah.

__ADS_1


"Hamba sudah membuat kita tidak terlihat nona saat masuk kedalam sana !", kata jam antik kuno.


"Apakah kamu tidak mengingat bagaimana tuan agung itu menemukan keberadaanmu dipojok ruangan bangunan dengan dinding berlapis keramik ?", kata Aisyah mengingatkan.


"Benar juga apa yang nona katakan !?", kata jam antik kuno.


"Aku heran sekali, kenapa setiap kalian bertemu selalu terjadi pertempuran antara kalian berdua ?", kata Aisyah.


"Entahlah nona, hamba juga tidak pernah mengerti kenapa tuan agung selalu menunjukkan sikap kewaspadaan penuh terhadap kami kaum bangsa jin !?", kata jam antik kuno.


"Emm..., baiklah aku mengerti dengan sikapmu sekarang ! Lainkali kita cari jawaban atas sikap tuan agung yang begitu besarnya memerangi bangsa jin !?", kata Aisyah.


"Untuk apa nona mencari jawaban atas sikap tuan agung yang begitu membenci kami bangsa jin ?", kata jam antik kuno.


"Hanya ingin tahu saja !", jawab Aisyah. "Omong-omong kita ada dimana saat ini !?"


Aisyah sedang terbang melayang di alam penuh hembusan angin terlihat atom-atom kecil bergerak diantara Aisyah.


Teleportasi sendiri memiliki arti yaitu pengalihan materi dari satu titik ke titik lain tanpa melewati jarak antara kedua titik tanpa mengubah bentuknya sama sekali. Proses ini kurang lebih instan, mirip dengan konsep apport, kata yang sebelumnya digunakan dalam konteks spiritualisme.


TELEPORTASI BISA JUGA DISEBUT KEADAAN KUANTUM ATAU FENOMENA PARTIKEL YANG MENTRANSFER SIFAT DASAR SATU SAMA LAIN TANPA KONTAK FISIK.


Angin berhembus diseluruh ruangan sekitar Aisyah, seperti kumpulan molekul-molekul yang bergerak sangat cepat bahkan kecepatannya melebihi kilat atau cahaya.


Dalam kisah terdahulu hanya kaum bangsa ifrit yang mampu melakukan teleportasi kedalam ruangan dimensi lain melewati lubang cacing melalui teknologi canggih yang mereka miliki, hal yang melebihi kecerdasan kaum bangsa manusia.


Layaknya kisah Bilqis yang memindahkan singgasananya ketempat lain sama halnya yang dilakukan Aisyah dalam kisah perjalanan waktunya yang melewati waktu dan dimensi lain untuk membantu menyelamatkan jam antik kuno dengan berpindah tempat melalui teleportasi.


Aisyah memiliki kekuatan ini setelah ia mendapatkan kekuatan spiritual dari ramuan obat ajaib yang ia minum, ramuan obat ajaib pemberian jam antik kuno memberinya kekuatan teleportasi.


"Secepatnya kita mencari tempat untuk bersembunyi ditempat paling aman nona !", kata jam antik kuno.


"Baiklah aku mengerti, kita akan pergi diluar jangkauan manusia sementara waktu !", kata Aisyah lalu berpindah tempat lagi.


"Nona akan pergi kemana ?", kata jam antik kuno.


"Kita akan mengunjungi rumahku dimasa depan untuk sementara waktu sampai tuan agung itu pergi dari Karavan Sara !", kata Aisyah.


"Apakah nona masih berniat kembali kekaravan ?", kata jam antik kuno.


"Itu tempat teraman setelah penyamaran yang kita lakukan dinegeri Persia ini wahai jam antik kuno !", kata Aisyah kalem.


"Mengapa !?", kata jam antik kuno bertanya-tanya.


"Aku rasa hanya Karavan Sara tempat teraman dinegeri antah berantah ini untuk kita semua selain jauh dari pusat kota Persia, tuan agung itu juga pastinya tidak akan mengunjungi karavan !", kata Aisyah.


"Tetapi setelah bertemu wanita muda bercadar tipis itu pastinya tuan besar itu akan sering berkunjung kekaravan !", kata jam antik kuno menjelaskan.


"Aku rasa tidak ! Tapi kita akan lihat nanti kabar tentang tuan agung itu melalui bola cermin ajaib !", kata Aisyah.


"Iya hamba paham !", kata jam antik kuno.


"Setelah itu kita akan kembali kenegeri ini lagi wahai jam antik kuno ! Sekarang aku perinrahkan kamu membantuku untuk membawaku kembali pulang kerumahku !", kata Aisyah.

__ADS_1


"Bukan kembali keasrama nona ?", tanya jam antik kuno.


"Tidak ! Tidak ! Kita akan pulang kerumahku dimasa depan !", kata Aisyah.


"Baiklah nona !", kata jam antik kuno.


"Ayo kita segera pergi dari ruang teleportasi secepatnya !", kata Aisyah.


"KAMU ADALAH TUANKU DAN AKU ADALAH PELAYAN SETIAMU, JAM, JAM ANTIK BERPUTARLAH !!!", seru jam antik kuno lalu muncul angin dengan cahaya pelangi yang berputar didalam ruangan teleportasi.


"BHALAZAAM...!!!!"


Mereka lalu berpindah tempat dari ruang teleportasi ketempat tujuan secepatnya, Aisyah berencana untuk membawa mereka semua bersembunyi kemasa depan untuk beberapa waktu.


Rumah dengan bangunan minimalis tampak berdiri kokoh ditengah-tengah kota. Aisyah berdiri didepan pagar rumah dan ia kembali kemasa depan, kembali kemasa ia berasal ke limaratus tahun kedepan.


Aisyah melangkahkan kakinya menuju kehalaman rumahnya yang asri. Masih sama seperti dulu, halaman rumah penuh dengan taman bunga anggrek kesayangan baba. Ia sekilas mengusap kedua matanya yang mulai basah oleh air mata, ada rasa haru yang melintas dihati kecil Aisyah saat pulang kerumah.


"Apakah kita sudah sampai nona ?", kata jam antik kuno sambil menyembul dari balik saku tunik Aisyah.


"Iya, kita sudah sampai dirumahku dimasa depan wahai jam antik kuno !", kata Aisyah.


"Syukurlah kita sampai dengan selamat nona !", kata jam antik kuno.


"Iya...!", sahut Aisyah singkat.


"Apakah nona senang pulang kerumah ?", kata jam antik kuno.


"Iya...!", sahut Aisyah tersenyum.


Bagaimanapun ini adalah kampung halaman Aisyah, sejauh manapun dirinya merantau, ingatlah tanah air tempat dikandung badan.


Aisyah tidak melihat baba didepan rumah, biasanya baba selalu duduk bersandar dikursi goyang yang terbuat dari ayaman rotan yang terpajang didepan teras rumah. Baba selalu menikmati kopi kesukaannya sambil membaca buku atau koran.


Walaupun jaman telah berubah dan semakin canggih serta modern, baba masih suka membaca berita melalui koran atau majalah. Ia pernah bertanya pada baba, mengapa masih membaca koran dan kenapa tidak membaca lewat komputer laptop.


Alasan yang dilontarkan oleh baba sangat sederhana yaitu ia lebih suka koran karena praktis dan ringan tanpa mengeluarkan biaya banyak apalagi jika baba jatuh tertidur saat membaca, baba tidak perlu repot-repot untuk mematikan listrik jika lupa karena tertidur.


"Ayo masuk !", kata Aisyah lalu membuka pintu rumahnya dan mengucapkan salam.


"Nona ! Sebentar ! Hamba sarankan jika orang dirumah nona lebih baik tidak mengetahui kedatangan nona disini !", cegah jam antik kuno.


"Mengapa !?", kata Aisyah menghentikan langkah kakinya.


"Saya rasa hal itu baik-baik bagi kita untuk merahasiakan keberadaan kita dirumah nona !", kata jam antik kuno. "Karena nona tidak mungkin menjelaskan alasan nona pulang kerumah secepat ini !"


"Benar juga ucapanmu wahai jam antik kuno ! Itu terlihat sangat mencurigakan memang, kenapa aku pulang kerumah tanpa pemberitahuan dan aku tahu biaya pulang sangat mahal !", kata Aisyah.


"Benar sekali nona !", kata jam antik kuno.


"Lalu kita harus bagaimana !? Kita sudah sampai dirumah ini wahai jam antik kuno !?", kata Aisyah.


"Hamba tidak mungkin memakai sihir untuk menutupi kehadiran kita disini ! Tapi hamba akan memakaikan sihir ditubuh kita masing-masing !", kata jam antik kuno.

__ADS_1


Akhirnya Aisyah masuk kerumah tanpa ada seorangpun yang mengetahui kehadiran dirinya yang telah pulang kerumah dan ia harus terpaksa mengambil keputusan yang sangat sulit sekali dengan menyembunyikan keberadaannya dirumahnya sendiri.


__ADS_2