Mengubah Takdir Aisyah

Mengubah Takdir Aisyah
Tuas Pengungkit...


__ADS_3

Aisyah memperhatikan layar monitor di depan kereta gulali roller coaster yang menampilkan pemandangan air serta anemon laut.


Fungsi dari layar pada kereta gulali kini telah berubah tidak hanya sebagai komputer saja melainkan untuk memonitor keadaan di luar sehingga saat berada di dalam kereta dapat melihat kondisi di luar tanpa harus keluar lagi.


"Apakah anda dapat melihat arah datangnya suara tadi, Nona Aisyah ?", tanya cermin ajaib sambil mendekatkan dirinya ke arah layar monitor.


"Tidak, aku masih tetap tidak dapat melihat asal bunyi suara itu karena terhalang air, wahai cermin ajaib", sahut Aisyah.


"Nona Aisyah ! Coba anda lihat, ada pusaran air di samping sana !", seru cermin ajaib.


"Pusaran air !?", kata Aisyah lalu melihat ke samping datangnya pusaran air.


"Itu disebelah sana ! Air itu membentuk putaran yang sangat cepat sekali. Mungkin dari sana datangnya suara tadi, Nona Aisyah !", ucap cermin ajaib.


"Hmmm... Benar sekali... Apakah setelah tuas tadi digerakkan maka timbul pusaran air ?", kata Aisyah.


"Mungkin saja, hal itu disebabkan tuas tadi sehingga terjadi pusaran air yang sangat cepat tetapi itu juga sangat berbahaya", ucap cermin ajaib.


"Apa bahayanya ?", tanya Aisyah.


"Pusaran air akan mampu menyedot benda-benda disekitarnya masuk kedalam putaran air termasuk kereta gulali ini, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.


"Oh tidak !? Ini sangat berbahaya sekali, lalu apa yang harus kita lakukan sekarang agar kereta gulali ini tidak ikut tersedot ke pusaran air itu, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.


"Kita harus mencari cara untuk menahan kereta gulali ini supaya tidak dapat tersedot ke dalam pusaran air, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Apakah kamu tidak mempunyai idea untuk itu, wahai cermin ajaib ?", tanya Aisyah.


"Hamba akan memikirkan caranya untuk menahan kereta gulali ini supaya tidak tersedot ke dalam pusaran air, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.


Aisyah memperhatikan ke arah layar monitor yang ada di hadapannya dengan seksama ia mengamati pusaran air tersebut.


Dia juga melihat ke arah tuas yang telah ia gerakkan tadi.


"Apakah sebaiknya aku mengembalikan tuas ini pada tempatnya semula !?", gumam Aisyah.


Aisyah lalu mencoba menarik kembali tuas itu ke asalnya tetapi tuas tidak dapat digerakkan lagi.


"Oh tidak, tuas ini ternyata tidak dapat dikembalikan ke asalnya, itu artinya kereta gulali ini akan ikut tersedot ke dalam pusaran air", kata Aisyah mulai panik.


Aisyah menengok ke arah cermin kristal ajaib dan ia masih melihat cermin ajaib itu terdiam, hanya saja muncul cahaya disekitar cermin ajaib yang sangat terang.


"Cermin ajaib itu tidak bereaksi dengan perkataanku dan masih mencari cara untuk menahan kereta gulali roller coaster ini agar tidak tersedot kedalam pusaran air", kata Aisyah.


Aisyah mengalihkan pandangannya ke arah papan tuts kereta gulali, dia mengamati tombol-tombol di sana dengan cermat.


"Aku akan mencari cara untuk menghidari pusaran air itu dengan bertanya kepada sistem", ucap Aisyah.


Tampak ia mulai mengetik pada papan tuts tetapi layar monitor tetap tidak berubah dan tetap memperlihatkan gambar keadaan di luar kereta gulali roller coaster.


"Kenapa aku tidak dapat menulis lagi dan bertanya pada sistem ?", kata Aisyah kebingungan.


Dia memeriksa layar monitor pada sistem tetapi tidak ada hasilnya, dia lalu berpikir tentang tombol-tombol yang ada disekitar papan tuts tersebut.

__ADS_1


Mulai mengamati setiap tombol yang tersedia di papan itu, ada tiga tombol besar di depan layar monitor kereta gulali roller coaster.


Ketiga tombol besar itu berlainan warna yaitu warna merah, warna putih dan warna biru dan ketiga warna tersebut merupakan warna kesukaan Aisyah.


"Mmm... Aku akan mencoba ketiga tombol ini, mungkin saja dari ketiga tombol ini aku dapat menghentikan pusaran air itu", ucap Aisyah.


Kereta gulali roller coaster mulai agak goyah dan berguncang karena tarikan dari pusaran air yang semakin cepat.


"Oh tidak, air mulai berputar kencang, kereta ini bisa tertarik ke dalam pusaran air, aku harus segera mencari caranya agar tidak masuk ke pusaran air", kata Aisyah.


Aisyah kembali menoleh ke arah cermin kristal yang ada dibelakangnya, cermin ajaib itu masih bercahaya terang.


"Ada tiga warna tombol disini dan aku memulai dari warna yang biru saja karena sesuai dengan warna air, mungkin saja ini adalah tombol untuk menghentikan pusaran air itu", kata Aisyah lalu menoleh kembali ke depan layar monitor.


"Nona Aisyah, aku masih belum menemukan cara untuk menghentikan pusaran air, apakah anda sudah mendapatkan caranya ?", tanya cermin ajaib yang tetap bercahaya.


"Belum, tetapi disini ada tiga tombol utama pada papan tuts kereta, hanya saja aku tidak tahu tombol mana yang harus aku tekan sekarang", sahut Aisyah.


Aisyah melihat debit air yang menggenang semakin surut dan berkurang perlahan-lahan tetapi pusaran air itu masih menarik semua yang ada di dalam genangan air di istana awan putih termasuk kereta gulali roller coaster ini.


"Aku segera menekan salah satu tombol ini jika bukan tombol biru maka tombol yang lainnya tetapi aku akan mencoba tombol biru dahulu", kata Aisyah.


Dia lantas menekan tombol biru tersebut tetapi tidak ada reaksi yang terjadi, Aisyah semakin kebingungan dengan semuanya karena ia kini berpacu dengan waktu.


"Aduh !? Bagaimana ini !? Apa yang harus aku lakukan ini !?", ucap Aisyah panik.


Aisyah mencoba menekan tombol berwarna hitam dan ternyata bereaksi, kereta gulali berguncang ketika tombol berwarna hitam ditekan.


"Wahai cermin ajaib, cobalah lihat kemari !", ucap Aisyah setengah berteriak.


"Coba kamu lihat ke arah layar monitor itu !", teriak Aisyah.


"Kereta gulali roller coaster ini mengeluarkan tanaman menjalar foxglove, Nona Aisyah !", sahut cermin ajaib yang masih bercahaya.


"Benar, dan lihatlah kesana ! Tanaman foxglove itu menuju ke arah pintu berbentuk manisan dari lolipop ! Lihatlah !", kata Aisyah berseru kerasnya.


"Itu benar, tanaman foxglove bergerak ke pintu itu dan menempel disana, Nona Aisyah !", ucap cermin ajaib.


"Tidak hanya pada satu tempat tetapi tanaman foxglove itu menempel di seluruh area istana ini !? Lihatlah kesana, wahai cermin ajaib !", kata Aisyah berseru kerasnya.


"Tanaman foxglove merambat diseluruh area istana ini, dan lihatlah hampir semua bagian area istana dipenuhi oleh tanaman menjalar itu, Nona Aisyah !?", ucap cermin ajaib.


"Hmmm..., berarti semua kejadian yang aku alami di dunia mimpi sewaktu koma ada maksudnya, dan benda-benda yang kita temui di sana semuanya berfungsi pada kehidupan di istana ini", kata Aisyah lalu berpikir tentang dunia mimpi yang ia alami itu.


"Ternyata mimpi anda sewaktu koma bukan suatu kebetulan saja melainkan sebuah tanda yang penting dan memiliki maksud tertentu untuk anda, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Iya, mimpi yang aku alami di dunia mimpi itu bukan sekedar mimpi saja melainkan suatu petunjuk untuk menyelesaikan masalah yang tengah aku hadapi di istana ini", kata Aisyah.


"Hal yang sangat sulit untuk diterima oleh kita karena kita mengira jika itu hanyalah sebuah mimpi tetapi kita tidak pernah menyangkanya kalau itu adalah sesuatu yang bermanfaat bagi kita, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Benar yang kamu ucapkan itu, dan lihatlah kereta gulali roller coaster ini sudah tidak lagi berguncang-guncang serta tidak tertarik ke arah pusaran air lagi", kata Aisyah.


"Itu dikarenakan oleh tanaman menjalar foxglove yang membuat kereta gulali ini tidak sampai tersedot ke pusaran air yang berputar deras itu, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.

__ADS_1


Aisyah lalu menoleh ke arah cermin kristal ajaib yang ada disampingnya itu sembari mengerutkan keningnya.


"Kenapa badanmu masih mengeluarkan cahaya seterang itu, apakah ada yang ingin kamu lakukan lagi, wahai cermin ajaib !?", tanya Aisyah saat ia melihat cermin ajaib itu bercahaya.


"Oh iya, hamba tadi sedang mencari sesuatu di dalam cermin ajaib hamba untuk mendapatkan cara menahan kereta gulali roller coaster agar tidak tersedot ke dalam pusaran air", sahut cermin ajaib.


"Tetapi kita tidak membutuhkannya lagi karena tanaman foxglove telah menyelamatkan kita dari bahaya pusaran air itu, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.


"Iya, iya, anda benar, Nona Aisyah", ucap cermin kristal berbingkai emas itu.


"Lihatlah ke arah pusaran air itu, beberapa anemon laut tampak tersedot ke dalam pusaran air dan debit air yang menggenang mulai berkurang jumlahnya di istana ini", kata Aisyah seraya menunjuk ke arah layar monitor di depannya.


Tuas itu berfungsi membuka saluran air pada istana awan putih sehingga genangan air yang memenuhi seisi istana sedikit demi sedikit menyusut dan berkurang kadar debit airnya.


"Air yang menggenang di dalam istana ini semakin berkurang dan tersedot ke pusaran air itu, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.


"Benar sekali, air di dalam istana ini semakin menyusut dan bergerak ke pusaran air yang berputar cepat itu", ucap cermin ajaib.


"Sepertinya tuas itu bekerja dengan baik sehingga kita tidak perlu lagi mencari cara untuk membuat genangan air di istana ini hilang", kata Aisyah seraya tersenyum lega.


"Iya, Nona Aisyah, dengan begitu kita juga dapat segera turun dari kereta gulali ini dan tidak terus-terusan berada di dalam kereta gulali roller coaster", sahut cermin ajaib.


"Tetapi genangan air terlalu banyak sehingga membutuhkan waktu lama untuk menghilangkan air dari istana ini", kata Aisyah.


Terdengar suara keras membentur atap kereta gulali saat Aisyah tengah berbincang-bincang dengan cermin kristal ajaib itu.


Aisyah tersentak kaget ketika mendengar suara yang cukup keras itu tetapi ia tidak dapat turun karena air masih setengah menggenang di istana awan putih serta pusaran air masih ada karena jika ia turun dari kereta gulali maka ia akan turut serta terseret ke dalam pusaran air.


Akhirnya keduanya hanya dapat menunggu di dalam kereta gulali roller coaster hingga air yang menggenang istana awan putih turun dan surut.


"Kita tunggu saja disini hingga air menghilang dari istana ini, baru kita melihat benda apakah yang jatuh di atas atap kereta gulali ini", kata Aisyah.


"Baiklah hamba mengerti dan bersabar untuk menunggu di dalam kereta", ucap cermin ajaib.


"Hmmm..., iya...", kata Aisyah.


Aisyah menunggu genangan air di istana awan putih di dalam kereta gulali roller coaster dan berusaha untuk bersabar.


Hampir sekitar satu jam mereka menunggu air didalam istana awan putih surut.


"Lihatlah air yang menggenang di dalam istana telah menghilang bersamaan dengan lenyapnya pusaran air", kata Aisyah.


Tiba-tiba tuas pengungkit bergerak sendiri dan kembali ke asalnya semula.


"KLEK ! KLEK ! KLEK !", terdengar dari arah tuas pengungkit yang bergerak.


"Tuas itu bergerak sendiri ke asalnya, dan pusaran air juga menghilang serta air yang menggenang di istana ini turut lenyap", kata Aisyah.


"Istana ini mengering dan nyaris tidak ada sisa-sisa air sama sekali", ucap cermin ajaib.


"Benar sekali, kalau begitu, bagaimana kalau kita turun dari kereta gulali roller coaster dan melihat apa yang terjadi di luar sana", kata Aisyah.


"Hamba rasa itu idea yang bagus. Mari kita lihat ke arah luar kereta gulali, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.

__ADS_1


Aisyah lalu turun dari kereta gulali roller coaster menuju keluar istana awan putih yang telah mengering dari genangan air.


Keduanya berjalan ke tempat asal pusaran air tadi tetapi mereka tidak melihat apa-apa di sana bahkan bekas genangan air sama sekali tidak ada di atas permukaan lantai istana awan putih sehingga mereka berdua menjadi sangat terkejut saat melihatnya.


__ADS_2