Mengubah Takdir Aisyah

Mengubah Takdir Aisyah
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XIII...


__ADS_3

Aisyha menatap laut kaspia yang sangat biru, angin bertiup memainkan ujung kain penutup kepalanya.


Sesekali burung camar bertebangan dan hinggap di atas laut kaspia yang tenang.


Tidak ada tanda-tanda akan munculnya jin Sulaiman dari dalam laut kaspia.


"Kita sudah cukup lama menanti jin itu muncul dari dalam laut kaspia, apakah kita akan menunggu lama ?", tanya Aidl.


"Entahlah, Aidl, sebaiknya kita menunggu dengan sabar.


Beberapa menit kemudian...


Muncul gelombang laut kaspia menuju ke arah Aisyah, gelombang itu sangat besar sekali dan hampir menelan seluruh tepian darat laut kaspia.


"Cepat pergi dari sini, Aisyah !", teriak Aidl.


"Ada apa ini ?", tanya Aisyah panik.


Aidl menarik tangan Aisyah menjauh dari laut kaspia yang muncul gelombang besar yang datangnya terus menerus.


"Kenapa tiba-tiba muncul gelombang besar dari arah laut kaspia ?", tanya Aisyah.


"Lihatlah ! Muncul pusaran air dari dalam laut !", kata Aidl.


Air gelombang besar menerpa tubuh Aisyah dan Aidl saat mereka berada di tepian laut kaspia.


"Apakah itu reaksi dari jin Sulaiman ?", kata Aisyah.


"Mungkin saja, tapi kita masih belum melihatnya", sahut Aidl.


Gelombang besar laut kaspia terus menerus menghantam tubuh Aisyah dan yang lainnya tanpa henti.


Disusul suara gemuruh air yang membentuk pusaran air besar.


Keluar sosok wujud seorang pria dari dalam pusaran air laut kaspia dan terbang perlahan-lahan ke arah Aisyah.


Sosok pria berwajah sangat tampan dengan bulu mata lentik serta rambut berwarna peraknya yang mengkilat terbang rendah menuju Aisyah.


"Hosh Amadid, nona Aisyah...", sapa pria tampan itu.


"Siapakah kamu ?", tanya Aisyah teekejut.


"Hamba adalah jin Sulaiman sang penguasa dunia jin", sahut pria tampan itu.


"Kamu jin Sulaiaman ? Dan inikah wujud aslimu ?", tanya Aisyah terheran-heran.


"Benar, inilah wujud asli hamba yang sebenarnya dan hamba mengucapkan rasa terimakasih hamba pada anda", ucap jin Sulaiman.


"Kamu tampak berbeda sekali", ucap Aisyah.


"Terimakasih... Dan Sampai jumpa lagi, nona Aisyah..., setelah cahaya ini menghilang, anda dan lainnya akan kembali ke dunia asal kalian semuanya", ucap jin Sulaiman.


"Tunggu...", kata Aisyah.


"Iya...", ucap jin Sulaiman.


"Akankah kita bertemu lagi wahai jin Sulaiman !", kata Aisyah.


"Suatu saat nanti kita pasti dipertemukan kembali dalam kisah lainnya, nona Aisyah", sahut jin Sulaiman.


Cahaya berpendar terang menyelimuti tubuh jin Sulaiman lalu menghilang lenyap.


Bersamaan itu pula datang ombak besar ke arah Aisyah dan yang lainnya.


Ombak besar itu menggulung tubuh Aisyah beserta ketiga temannya yaitu Aidl, Keroshy dan Tabib Naia.


Air menenggelamkan tubuh mereka semua dan menggulung-gulung tubuh mereka di dalam air laut kaspia.


Aisyah berusaha untuk berenang keluar tetapi air ombak yang menyeret tubuhnya sangat kuat dan besar sekali dorongannya.


Dia berusaha tetap tersadar saat di dalam gulungan air ombak yang terus menyeretnya ke dalam laut kaspia.

__ADS_1


Hampir Aisyah kehilangan kesadarannya dan memaksanya untuk terus bernafas serta terjaga di dalam pusaran air ombak.


Beberapa saat kemudian...


Suasana menjadi tenang dan sunyi, tidak terdengar lagi suara gemuruh air yang besar disekitar Aisyah.


"Apa yang terjadi ? Apakah air itu sudah pergi ?", tanya Aisyah dalam hatinya.


Aisyah lalu membuka kedua matanya dan melihat ke arah sekelilingnya kemudian dia terbangun.


"Dimana ini ?", ucap Aisyah.


Aisyah duduk di sebuah tempat tidur yang tak asing baginya.


"Apakah aku sudah kembali pulang ke asrama ?", pikir Aisyah bertanya-tanya.


Aisyah menengok ke arah pakaiannya yang kering sedangkan di sampingnya tergeletak tas ransel miliknya.


"Aku sudah kembali ke asrama rupanya...", kata Aisyah.


Aisyah membuka tas ranselnya lalu mengeluarkan jam antik kuno yang terbuat dari logam emas murni pemberian jin Sulaiman.


Saat Aisyah membuka jam antik kuno itu, muncul cahaya terang dari arah jam di tangannya.


"SILAHKAN UCAPKAN PERMINTAANMU...",


Terdengar suara dari arah jam antik kuno yang tentu saja mengejutkan Aisyah saat itu.


"Jam ini dapat berbicara ?", ucap Aisyah.


"BENAR, NONA AISYAH... INI ADALAH SUARA TRANSMISI DARI JIN SULAIMAN DAN KATAKANLAH KEINGINANMU...",


Suara dari arah jam antik kuno menyahut ucapan Aisyah.


"Keinginanku ?", kata Aisyah.


"BENAR, KATAKANLAH KEINGINANMU SERTA PERMINTAANMU YANG SANGAT KAMU INGINKAN"


Aisyah berpikir sejenak lalu tersenyum, dia telah menemukan sebuah permintaan yang selama ini ingin dia selesaikan.


"PERMINTAAN DIKABULKAN..."


"Dan ada satu lagi keinginanku yang ingin terwujud", kata Aisyah.


"SILAHKAN NONA AISYAH KATAKAN..."


Aisyah terdiam kemudian membuka dompet miliknya.


"Aku ingin bertemu dengan ibuku...", sahut Aisyah sambil menunjukkan sebuah potret keluarganya saat dia masih kecil.


"PERMINTAAN DIKABULKAN... ADA YANG LAINNYA, NONA AISYAH ?"


"Oh, iya, aku juga ingin saat wisudaku, baba datang ke acara kelulusanku", sahut Aisyah.


"PERMINTAAN TERKABULKAN ! DAN ADAKAH PERMINTAAN YANG LAINNYA ?"


"Hmmm..., tidak ada menurutku", sahut Aisyah.


Cahaya berpendar sangat terang benderang serta menyilaukan setelah itu cahaya yang keluar dari dalam jam antik kuno menghilang.


Suasana kamar Aisyah kembali sangat normal.


Tidak ada lagi keributan yang biasanya terjadi ketika jam antik kuno masih ada dan masih ajaib sebelum menjelma menjadi jin Sulaiman.


Terdengar suara dari telepon Aisyah yang berdering pelan.


Sebuah pesan singkat terkirim dari nama tak dikenal, dengan cepat Aisyah membuka pesan itu lalu membacanya.


"Selamat pagi Aisyah..., apa kabarmu ?",


Tulis pesan singkat itu saat Aisyah melihatnya.

__ADS_1


Aisyah membalas pesan itu dengan cepatnya.


"Siapa kamu ?"


Tulis pesan singakat Aisyah.


"*Aku Aidl... Dan aku akan datang ke acara wisudamu, tolong beritahukan jadwal kuliahmu serta jadwal wisudamu jika kamu lulus nanti, Aisyah"


"Oh, aku masih lama wisuda, Aidl... Dan aku akan mengirim jadwal kuliahku padamu..."


"Baiklah, aku akan menunggu kiriman jadwalmu, aku akan segera datang ke tempatmu setelah aku menyelesaikan urusan pekerjaanku, Aisyah..."


"Aku akan menunggumu, Aidl*..."


Empat tahun telah berlalu...


Aisyah telah lulus dari kuliahnya dan akan diwisuda hari ini.


Dia juga diterima di sebuah perusahaan ternama yang dia impikan selama dia masih kuliah di Ain Shams Universitas.


"Aisyah...", panggil suara pria dari arah belakang.


Aisyah yang berdiri bersama dengan babanya lalu menolehkan kepalanya ke arah datangnya suara itu.


Seorang pria berpakaian jas lengkap garis-garis berwarna abu-abu berjalan mendekat ke arah Aisyah.


"Aidl...", kata Aisyah terkejut.


"Selamat ya atas kelulusannya... Dan selamat diwisuda, Aisyah...", sahut Aidl tersenyum.


"Terimakasih, Aidl ! Aku tidak pernah mengira kamu akan datang jauh-jauh dari luar negeri hanya untuk menghadiri acara wisudaku", kata Aisyah.


"Bukankah aku sudah berjanji padamu, Aisyah bahwa aku akan datang ke acara wisudamu setelah pekerjaanku selesai", sahut Aidl.


"Aku tahu itu...", kata Aisyah tersenyum senang.


"Oh iya, aku juga ingin melamarmu, Aisyah", ucap Aidl bersemu merah.


"Aidl !", pekik Aisyah kaget.


Aidl lalu bersimpuh di bawah seraya mengulurkan sebuah kotak kecil berisi cincin berlian kepada Aisyah.


"Maukah, kamu menjadi isteriku, Aisyah ?", pinta Aidl.


Aisyah langsung terharu dan menangis saat Aidl melamarnya untuk menjadi isterinya.


"Aidl...", sahut Aisyah berurai air mata.


"Apakah kamu bersedia menerimaku, Aisyah untuk menjadi suamimu ?", ucap Aidl.


Aisyah lalu menganggukkan kepalanya cepat dan berkata pada Aidl.


"Iya, aku bersedia menjadi isterimu, Aidl...", sahut Aisyah terharu.


Aidl menghela nafas lega lalu memasangkan cincin berlian di jari manis Aisyah.


"Terimakasih, Aisyah...", ucap Aidl.


"Dan terimakasih telah memilihku menjadi pasangan hidupmu sebagai istrimu, Aidl", sahut Aisyah.


Keduanya lalu tersenyum bahagia di hari wisuda Aisyah.


Hari wisuda yang Aisyah tunggu selama ini akhirnya datang juga dan dia tidak pernah membayangkan bahwa di hari wisudanya akan dilamar oleh Aidl.


Dua kebahagiaan yang tidak terkira oleh Aisyah yang kini tengah dia rasakan yaitu bahagia karena dia berhasil lulus dari Ain Shams Universitas dengan nilai sempurna dan bahagia karena Aidl melamarnya sebagai pendamping hidupnya untuk selamanya.


Senyum bahagia terus mengembang di wajah Aisyah dan Aidl.


Keduanya bertemu di perjalanan waktu saat ke Persia dan menjadi pasangan yang paling beruntung dan berbahagia.


Terimakasih telah membaca karya novelku berjudul MENGUBAH TAKDIR AISYAH...💞

__ADS_1


Salam dari penulis


Reny Rizky Aryati, SE.🥰🤩💞


__ADS_2