
Aisyah melihat sebuah benda seperti bunga mawar yang bergerak-gerak keluar dari aliran air yang mengalir dari dalam ruangan pintu keempat ini. Dan ia melihat benda itu dalam jumlah yang sangat banyak. Benda itu keluar menuju air yang merendam istana awan putih ini dengan bergerak pelan didalam air.
Badannya yang mirip bunga tampak bergerak melambai-lambai didalam air. Mereka lalu menyebar keseluruh penjuru ruangan istana awan putih ini yang terendam air.
"Benda apakah itu yang sedang bergerak berenang didalam air !?", kata Aisyah tertegun saat benda itu menggerakkan tentakel yang berjumlah banyak ditubuhnya.
Aisyah melihat air didalam ruangan istana awan putih ini penuh dengan cahaya hijau.
Suara sistem berbunyi dan mulai berbicara lagi padanya.
"TIT... !, TIT... !, TIT...!, Sistem Kabut Istana awan putih diaktifkan kembali ! BAHAYA ! BAHAYA DATANG !", suara sistem terdengar menggema dan entah datangnya dari mana, Aisyah tidak mengerti.
"Bahaya !? Bahaya apa !?", kata Aisyah heran karena ia tidak melihat yang sangat berbahaya ditempat ini.
"BAHAYA ! BAHAYA ! BAHAYA ! BAHAYA DATANG !", terdengar suara keras dari sistem.
"Apa !? Ada apa !?", kata Aisyah bingung seraya menolehkan kepalanya kearah sekitarnya tetapi ia tidak melihat hal yang membahayakan dirinya.
"TIT ! TIT ! TIT ! TIT !", terdengar bunyi sistem memberi tanda peringatan yang keras. "TIIIT...! TIIIT...! TIIIT...! TIIIT..!"
Cahaya hijau memancar dari arah air yang menggenang didalam ruangan istana awan putih ini, air itu tampak berwarna kehijauan terkena cahaya cerah dari luar yang masuk kedalam istana awan putih.
Seberkas cahaya seperti aliran listrik bergerak cepat dari dalam tubuh benda yang mengambang didalam air mengarah keseluruh penjuru ruangan istana awan putih ini tak terkecuali kearah ruangan pintu keempat dimana Aisyah berada.
"DRRRT...! DRRRRT...! DRRRTTT...!!!", aliran listrik dari dalam tubuh benda seperti bunga mawar yang melayang-layang didalam air itu bergerak cepat membentuk kilatan-kilatan cahaya dan seperti benang atau pengikat.
"TANDA BAHAYA DIAKTIFKAN ! MODE PELINDUNG DIAKTIFKAN ! SILAHKAN BERSIAP-SIAP MUNDUR DAN BERPEGANGAN !", terdengar suara sistem kembali menggema.
"A-p-a, apa yang terjadi sebenarnya ini !?", kata Aisyah kebingungan serta panik.
Aisyah terkejut kaget mendengar bunyi peringatan dari sistem kabut dan berusaha berpegangan didinding ruangan pintu keempat ini tetapi dinding ruangan rata dan licin sekali sehingga Aisyah tidak dapat berpegangan didinding yang licin itu. Ia berusaha meraih pintu keempat itu dan bermaksud menutup pintu tetapi ia terjatuh terjerembab kebawah lantai ruangan pintu keempat yang penuh dengan genangan air.
"Auwwhhh !!!", jerit Aisyah. "BYUUUUURRRR !!!", suara air terdengar keras disertai tubuh Aisyah yang jatuh kebawah.
Aisyah terjatuh dengan wajah berada dibawah dan tubuhnya basah oleh air yang menggenang dan terus mengalir keluar kedalam istana awan putih yang ada didalam ruangan pintu keempat. Ia terdiam dibawah lantai bergeming, tanpa suara. Ia benar-benar tidak mengerti apa yang sedang terjadi ditempat ini dan semuanya terjadi begitu saja.
"TIIIIT... ! TIIIIT... ! TIIIIIITTT...!!!", bunyi suara sistem memberi tanda peringatan diseluruh ruangan istana awan putih ini.
Aisyah tidak bergerak sedikitpun dan tubuhnya tetap berada dibawah. Rupanya ia sudah sangat kelelahan dengan semua yang telah terjadi padanya dan kejadian demi kejadian yang ia alami dalam menyelesaikan misi-misi yang diberikan oleh sistem Kabut Istana awan putih, ia terlihat pasrah dengan sesuatu yang akan terjadi pada dirinya di tempat ini.
__ADS_1
Suara tanda peringatan dari sistem kabut terus berbunyi keras menggema diseluruh ruangan istana awan putih ini sedangkan Aisyah hanya diam, tak bergerak sedikitpun dan nampaknya sudah tidak berdaya lagi serta terlihat sangat kelelahan sekali dan telah kehabisan tenaganya yang ia gunakan dalam perjalanan waktu dan dimensi lain diruang pintu ketiga.
"TANDA BAHAYA ! BAHAYA DATANG ! MODE PELINDUNG DIAKTIFKAN ! KEAMANAN DITINGKATKAN !", suara sistem Kabut Istana awan putih menggema diseluruh ruangan istana. "WASPADA ! WASPADA ! WASPADA !"
"BLEEEEMMMM...!!!"
Suara keras terdengar didepan ruangan kamar pintu keempat dan tampak sebuah kaca pelindung menutup jalan keluar ruang pintu keempat.
Suasana mendadak menjadi sangat hening sekali, tidak terdengar lagi suara peringatan dari sistem kabut yang menggema diseluruh ruangan istana awan putih.
Aisyah perlahan-lahan mengangkat wajahnya kearah atas dan ia menatap lurus kedepan dengan tatapan sayu. Ia terlihat tidak bersemangat serta tidak bertenaga.
"Mmm...!?", gumamnya pelan.
Aisyah melihat benda-benda yang mirip bunga mawar bergerak pelan dengan bergerombol menuju kearah depan jalan masuk kedalam ruangan pintu keempat.
"Benda apakah itu ?", kata Aisyah lelah.
"ITU ANEMON !", suara sistem Kabut Istana awan putih terdengar lagi ditelinga Aisyah yang masih berada dibawah lantai ruangan kamar pintu keempat.
"Anemon !? Apakah itu ?", kata Aisyah dengan suara lemah.
"Anemon adalah sejenis hewan dari kelas Anthozoa yang sekilas terlihat seperti tumbuhan tetapi jika diamati lebih jauh, anemon laut merupakan jenis hewan !", kata Sistem Kabut menjelaskan tentang benda yang mengambang didalam air yang memenuhi seluruh ruangan istana awan putih.
"Benar nona Aisyah, Bentuk tubuh anemon seperti bunga, sehingga juga disebut mawar laut. Lipatan yang bundar di antara badan dan keping mulut membagi binatang ini kedalam kapitulum di bagian atas dan scapus bagian bawah. Di antara lengkungan seperti leher atau disebut dengan collar dan dasar dari kapitulum terdapat "fossa". Keping mulut bentuknya datar, melingkar, kadang-kadang mengkerut, dan dilengkapi dengan tentakel kecuali pada jenis Limnactinia, keping mulut tidak dilengkapi dengan tentakel", kata Sistem Kabut Istana awan putih dengan sangat jelas.
"Mmmm....!?", kata Aisyah bergumam pelan. "Iyaa...!?", Aisyah merasakan kepalanya terasa pening dan tubuhnya terbakar perih serta pandangan matanya mulai kabur dan semakin lama terasa semakin gelap. Ia juga tidak mendengar lagi suara dikedua telinganya. Ia merasakan kedua matanya menjadi sangat berat sekali.
Beberapa anemon laut dapat bergerak seperti siput, bergerak secara perlahan dengan cara menempel. Sebagian besar anemon laut memiliki sel penyengat yang berguna untuk melindungi dirinya dari predator.
"Anemon itu..., sangat cantik..., cantik..., sekali...!? Aku menyukainya...!!!", kata Aisyah lalu terjatuh tak sadarkan diri dibawah lantai ruangan kamar pintu keempat yang mengalir air tetapi air tersebut tidak memenuhi ruangan pintu keempat.
"Benar sekali nona Aisyah, Anemon itu sangat cantik sekali ! Anda pasti sangat menyukainya jika anda bisa menjinakkannya dan Anemon itu dapat dimakan oleh manusia", kata Sistem Kabut yang tidak menyadari jika Aisyah telah jatuh pingsan.
Tidak ada jawaban dari Aisyah yang merespon perkataan dari sistem kabut itu. Suasana disekitar ruangan kamar pintu keempat tampak sangat hening sekali tanpa ada suara dari Aisyah yang biasanya selalu bertanya pada sistem istana awan putih.
Hampir sekitar duapuluh lima menit tidak terdengar suara jawaban dari Aisyah yang biasa berbicara kepada sistem.
Hening...,
"Nona Aisyah, apakah kamu masih mendengar suara sistem ini ? Kenapa kamu tidak berbicara lagi ?", tanya suara sistem kabut yang menggema diruangan pintu keempat.
__ADS_1
Tetap tidak terdengar suara jawaban yang keluar dari mulut Aisyah. Benar-benar sangat hening sekali dan tampak gadis muda itu masih berada dibawah lantai ruangan pintu keempat tak bergerak sedikitpun.
"MODE LACAK DIAKTIFKAN ! SAATNYA MENDETEKSI TUBUH ! TEMUKAN ! TEMUKAN ! SISTEM BEKERJA !", suara sistem kabut mulai terdengar menggema dan sistem itu mulai bekerja.
Sinar berwarna merah seperti laser itu tampak menelusuri seluruh ruangan pintu keempat. Sistem Kabut bekerja dengan cepat mencari keberadaan tubuh Aisyah didalam ruangan.
"TIIIT...! TIIIT...! TIIIIT...! TIIITTT...!", bunyi sinyal sistem kabut memenuhi seluruh ruangan ini. "DITEMUKAN TUBUH MANUSIA ! DITEMUKAN !"
Sinar berwarna merah itu berhenti lalu berkedip-kedip cepat mengarah ketubuh Aisyah yang tergeletak dibawah lantai ruangan pintu keempat.
"TIDAK TERDETEKSI DETAK JANTUNG ! DETAK JANTUNG BERHENTI ! TUBUH DITEMUKAN !"
Terlihat sebuah pelindung menutup seluruh tubuh Aisyah dan mulai mengangkat tubuhnya keatas, sistem meletakkan tubuh Aisyah didalam sebuah tabung silinder terbuat dari kumpulan kerang laut yang tembus pandang seperti kaca. Aisyah tampak terbaring lemah dengan wajah mulai membiru pucat didalam tabung silinder.
"TUBUH TERIDENTIFIKASI ! SEGERA MELAKUKAN PENYELAMATAN PERTAMA ! SISTEM MEDIS DIAKTIFKAN !"
Seluruh tubuh Aisyah dipenuhi oleh kabel-kabel yang menyerupai tentakel yang menancap diatas tubuhnya dan disertai dengan cahaya terang yang memancar didalam ruangan tabung silinder itu.
"Tiiiiitt...! Tiiittt...! Tiiiittt...", suara bunyi mesin sistem bekerja secara cepat menangani keselamatan nyawa Aisyah yang terancam.
Terlihat kabel-kabel yang mirip tentakel itu bekerja menyelamatkan hidup Aisyah saat ini.
"TUBUH TERIDENTIFIKASI TERKENA RACUN NEMATOCYST ! SEGERA MELAKUKAN TINDAKAN MEDIS !"
Terlihat sebuah tabung kecil berisi cairan serum obat bergerak menuju kearah Aisyah yang tengah terbaring tanpa alas, tubuhnya terlihat melayang diudara didalam ruangan tabung silinder terbuat dari kerang laut yang tembus pandang seperti kaca.
"NGUNG...! NGIIIUUNG...! NGUNG...!", suara aneh dan berdengung keras terdengar saat kabel-kabel itu hendak menyuntikkan serum obat kepada Aisyah.
"TINDAKAN PENYELAMATAN DILAKUKAN ! MASUKKAN CAIRAN OBAT KEDALAM TUBUH NONA AISYAH SECEPATNYA ! BAHAYA TERIDENTIFIKASI ! RACUN MENYEBAR ! TINDAKAN INAKTIVASI NEMATOCYST DILAKUKAN !"
Suara Sistem Kabut Istana awan putih memberi intruksi kepada kabel-kabel berbentuk tentakel untuk memberikan suntikan kepada Aisyah dengan segera.
Terlihat tubuh Aisyah bergerak-gerak saat cairan serum obat dimasukkan kedalam tubuh Aisyah yang terbaring pucat. Tubuh gadis muda itu tampak sangat tersiksa dan bergetar hebat.
"TIIIIIITTTT...!, TIIIIIITTT...!, TIIIIIT...!", suara sistem kabut mulai terdengar kacau. "TIIIIIIITTT....!!!!"
Tiba-tiba kedua mata Aisyah terbelalak lebar beberapa detik dan dari dalam kedua mata Aisyah terlihat cahaya biru dengan huruf-huruf bergerak naik-turun seperti membentuk kata, kemudian kedua mata Aisyah terpejam lagi dan terlihat cahaya terang menutup seluruh tubuhnya yang bergerak-gerak kuat lalu berhenti terdiam.
Pemandangan yang sangat menegangkan didalam tabung silinder yang terbuat dari kerang laut yang tembus pandang seperti kaca itu.
Bagaimana usaha Sistem Kabut Istana awan putih yang bekerja keras menyelamatkan hidup Aisyah yang tengah terancam bahaya serta bagaimana perjuangan Aisyah yang melawan maut untuk bertahan hidup.
__ADS_1
Racun Anemon laut yang dikeluarkan dari Nematocyst adalah Pembungkus atau kapsul benang penyengat pada coelenterata yang dapat mengeluarkan benang beracun atau pengikat, sering disebut sel penyengat dan cukup berbahaya bagi yang tersengat racun ini apabila tubuh seseorang dalam keadaaan kurang baik serta lemah maka racun anemon laut itu akan cepat masuk dan menyebar keseluruh tubuh dan menyebabkan tubuh berubah berwarna merah serta rasa terbakar dan perih karena tidak hanya menimbulkan rasa sakit dan pembengkakan, tetapi juga pembusukan daging pada tempat yang disengat beserta kerusakan otot dan syaraf, dengan proses penyembuhan yang membutuhkan waktu relatif lama