Mengubah Takdir Aisyah

Mengubah Takdir Aisyah
Perisai Pelindung Aisyah...


__ADS_3

Aisyah berlari dengan langkah tertatih-tatih menghindari lemparan manisan-manisan jelly itu yang terus mengejarnya. Meskipun dengan tangan terluka dan tubuh remuk redam, Aisyah masih bertahan untuk lari.


Tak terasa peluh keringat membasahi tubuhnya yang penuh luka itu, sedangkan kedua matanya terasa perih karena menahan sakit di kepala yang berlebihan.


Gadis berparas bening itu tidak mampu untuk melanjutkan langkah larinya, ia telah lelah bertahan dan ia harus mengakui kekalahannya.


Dia mulai menyerah serta patah semangat, ia tidak mampu untuk menahan luka yang teramat di tubuhnya, ia tidak memiliki kekuatan untuk bertahan lagi.


Pandangan Aisyah menjadi kabur dan perlahan-lahan ia memejamkan kedua matanya yang mulai berat, tubuhnya lelah sekali.


"A--aku... Harus bertahan..., h--hidup..., apapun yang ter...ja...di...", ucap Aisyah lirih.


Tubuh Aisyah tumbang dan jatuh melayang ke arah permukaan tanah yang terbuat dari cokelat tua yang manis.


Tidak semanis rasa cokelat di atas tanah itu, seluruh hidupnya terasa telah hancur dan berakhir tanpa tujuan lagi.


Aisyah terpejam dan terpaksa menyerah pada takdirnya, tanpa ingatan dan tanpa lagi harapan untuk berjuang hidup.


"Emmm...", gumam Aisyah.


Tubuhnya lalu jatuh pelan-pelan ke arah permukaan tanah yang berwarna cokelat tua.


Ketika tubuhnya hendak menyentuh permukaan tanah, tiba-tiba muncul cahaya biru kehijauan memancar terang menyelubungi tubuh Aisyah.


Cahaya biru kehijauan yang sangat hangat itu membuat seluruh tubuh Aisyah tertutup oleh cahaya yang berpendar-pendar.


"Apakah ini ?", gumam Aisyah lirih.


Aisyah perlahan-lahan membuka kedua matanya yang tadi tertutup rapat, dan ia melihat seluruh tubuhnya terselimuti cahaya biru kehijauan yang sangat hangat sekali.


Cahaya itu berkilauan sangat indah dan membuat tubuh Aisyah terasa sangat nyaman sekali.


"Hangat... Ini hangat sekali... Cahaya apakah ini !?", ucap Aisyah pelan.


Aisyah benar-benar telah melupakan semuanya dan ia tidak mengingat sama sekali jika ia memiliki kekuatan pada dirinya.


Dia lupa akan keajaiban yang telah dimilikinya selama ini, kekuatan yang diperolehnya adalah sesuatu yang berasal dari hasil kerja kerasnya.


"Cahaya ini berasal dari mana ? Ini sangat aneh sekali, tapi aku merasa nyaman", ucap Aisyah.


"GLUDUK... GLUDUK... GLUDUK... GLUDUK...", suara gemuruh manisan-manisan jelly berwarna putih dan hitam berdatangan dalam jumlah yang sangat banyak menuju ke arah Aisyah.


"Uhk, tubuhku sangat sakit sekali !? Dan susah untuk di gerakkan !", ucap Aisyah.


"GLUDUK... GLUDUK... GLUDUK... ", suara benda berwarna hitam dan putih yang kenyal itu terus memantul ke arah Aisyah yang berdiri dengan tubuh berselimut cahaya biru kehijauan.


Ketika lemparan manisan-manisan yang datang ke arah Aisyah berdatangan dalam jumlah yang sangat banyak.


Sebuah perisai dari batu pirus berbentuk bintang muncul di hadapan Aisyah, dan menghadang lemparan manisan-manisan jelly berwarna hitam dan putih.

__ADS_1


"DUK... DUK... DUK... DUK... ", terdengar suara lemparan manisan-manisan jelly mengenai badan bintang perisai.


"Sebuah perisai bintang !? Darimana aku memperoleh perisai ini ?", kata Aisyah terheran-heran.


"DUK ! DUK ! DUK ! DUK !", suara lemparan manisan-manisan berwarna hitam dan putih beraneka bentuknya terus berhamburan ke arah bintang perisai.


"Eh, perisai ini melindungiku ?", ucap Aisyah tercengang sekali lagi.


"DUK ! DUK ! DUK ! DUK ! DUK !", suara lemparan manisan yang pergi menjauh dari Aisyah.


Aisyah berdiri terpana saat menyaksikan lemparan manisan-manisan jelly yang memantul ke arah dirinya itu kembali berbalik terlempar menjauh dari dirinya.


Benda-benda berwarna hitam dan putih itu tampak memantul pergi kemudian satu persatu menghilang setelah mengenai permukaan bintang perisai dari batu pirus itu.


Aisyah semakin terkejut saat benda-benda bertekstur kenyal itu satu persatu lenyap dari pandangannya.


"Kemana manisan-manisan jelly itu pergi ? Dan semuanya menghilang dengan sendirinya setelah terkena perisai ini ?", kata Aisyah kebingungan.


Gadis muda itu sangat bingung saat melihat manisan-manisan berjumlah banyak itu tiba-tiba menghilang.


Dia benar-benar tidak mempercayainya sedikitpun dengan yang di lihatnya, bahkan sangat terasa jika dia bermimpi dan meyakininya ini hanyalah sebuah mimpi karena ia berada di dunia mimpi.


Aisyah merasa jika dirinya tengah bermimpi dan ia merasa tak sadarkan diri karena tubuhnya yang terluka akibat terjatuh.


"Mungkin aku masih pingsan dan mengalami mimpi melihat manisan-manisan jelly itu, dan kini benda kenyal itu menghilang dari pandanganku, aku rasa ini cuma mimpi", kata Aisyah mematung.


Aisyah masih tidak mempercayainya dengan yang di lihatnya itu, dan merasa jika dia sedang bermimpi.


Bintang perisai itu berpendar-pendar melindungi seluruh tubuh Aisyah dan bercahaya sangat terang sekali.


"Cahaya ini masih melindungi diriku... Dan cahayanya mampu membuat lemparan manisan-manisan tersebut lenyap seketika... Ini sungguh luar biasa, sangat mengagumkan", kata Aisyah.


Aisyah mendongakkan kepalanya sembari memperhatikan ke arah sekeliling tempat dari dasar taman halus yang kembali lenggang dan sepi tanpa adanya suara keras dari benda-benda berwarna hitam dan putih yang melempari dirinya.


Suasana di dasar taman halus yang seluruhnya dari cokelat tua itu sangat sunyi senyap. Dan kini, Aisyah hanya mendapati dirinya seorang diri di tempat itu.


"Bagaimana perisai pelindung ini muncul dari tanganku ? Apakah yang sebenarnya telah terjadi padaku !?", kata Aisyah.


Aisyah melihat cahaya biru kehijauan yang datangnya dari dirinya itu mulai meredup, memudar dan menghilang perlahan-lahan.


"Emmm...", gumam Aisyah.


Cahaya biru kehijauan itu sepenuhnya lenyap dan berangsur-angsur berubah menjadi kumpulan gelang yang sangat cantik sekali.


Ditangan Aisyah terdapat gelang-gelang tersusun rapi yang terbuat dari bahan emas mengkilat berbentuk rumput laut yang menjalar, dan di sekeliling gelang itu dihiasi batu pirus dengan bentuk bintang kecil yang cantik sekali.


Aisyah memandangi gelang-gelang yang melingkar di tangannya itu sangat takjubnya dan ia hampir tidak mempercayainya jika ia memiliki gelang yang indah itu.


"Darimana gelang-gelang ini berasal ? Dan bagaimana aku memilikinya ? Ini sangat cantik sekali...", ucap Aisyah.

__ADS_1


Dia memperhatikan gelang-gelang yang ada di tangannya itu kemudian menggerakkannya sehingga menyebabkan suara gemerincing di tangannya.


Berkali-kali ia melakukannya sembari memutar gelang-gelang tersebut dengan menyunggingkan senyumannya yang cerah.


Bintang perisai itu bekerja kembali dan melakukan tugasnya sebagai pelindung Aisyah dengan baik, perisai berbentuk bintang itu melindungi tubuh Aisyah saat lemparan manisan-manisan itu melempari dirinya dan meyerang gadis itu tanpa henti-hentinya.


Sudah lama perisai pelindung pemberian Aidl, seorang pemuda asing yang Aisyah temui di Karavan Sara tidak berfungsi, dan kini bintang perisai itu mulai bekerja dan berfungsi lagi sejak Aisyah pergi ke dunia mimpi setelah dari pintu ke empat.


Sayangnya gadis muda itu sama sekali tidak mengingat semua kejadian tersebut.


Dia seakan-akan telah melupakan semua ingatannya di masa lalu dan tidak pernah lagi untuk mengingatnya atau berusaha mengenang semuanya dalam kepalanya.


"Ternyata gelang ini adalah perisai pelindung, tapi bagaimana caranya menggunakannya lagi ? Indah sekali, aku sangat menyukainya !", ucap Aisyah.


Aisyah lalu mengalihkan seluruh pandangannya ke arah depan sembari fokus mendengarkan suara gemericik air itu, dan mulai mencari sumber air tersebut.


Dia melangkahkan kedua kakinya dengan langkah terseret menuju ke arah sumber suara air.


"Aku harus mencari tempat air itu berada dan segera keluar dari tempat ini, biasanya jika ada sumber air maka akan ada jalan keluar disekitarnya", kata Aisyah.


Aisyah melanjutkan tujuannya untuk menemukan mata air tersebut dengan langkah kaki pelan serta tubuh penuh luka.


Bintang perisai dari batu pirus tidak berfungsi untuk menyembuhkan luka-luka di tubuh Aisyah, cahayanya yang berwarna biru kehijauan ternyata memiliki fungsi melindungi Aisyah dari serangan luar yang mengganggunya tetapi tidak untuk obat penyembuh luka.


"Tapi kenapa tempat air itu begitu jauhnya, padahal dasar taman halus ini tidak terlalu luas, lalu kenapa aku begitu susahnya menemukan air itu ? Apakah suara air itu hanya ilusi yang di ciptakan oleh tempat ini ? Ataukah aku hanya mendengar suara air saja ?", tanya Aisyah.


Semakin jauh Aisyah berjalan dari tempatnya tadi, semakin jauh pula suara air gemericik itu terdengar di telinga Aisyah.


Aisyah tidak menemukan sama sekali sumber air itu, bahkan melihat tempat air tersebut, Aisyah tidak menemukannya, tidak ada, di depan hanya hamparan tanah berwarna cokelat tua yang seluruhnya terbuat dari manisan cokelat.


"Air itu tidak ada !? Dan aku tidak menemukan sumber air yang bergemericik itu, apakah artinya itu semua hanya khayalanku saja ?", ucap Aisyah.


Dia menolehkan kepalanya ke arah samping kanan dan kiri, ia berusaha mencari-cari terus sumber suara air itu.


"Aku harus menemukannya segera mungkin, karena aku yakin di sekitar tempat air itu, aku akan menemukan petunjuk untuk keluar dari dasar taman halus ini", kata Aisyah.


Lamat-lamat terdengar suara gemericik air mengalir dari arah depan tempatnya berjalan tetapi Aisyah hanya mendengar suaranya saja, karena ketika ia terus mencari sumber air itu, dia tidak menemukannya.


Aisyah menghentikan langkah kakinya dan berdiri sesaat sembari menatap lurus ke arah depan, kemudian ia menolehkan kepalanya untuk melihat arah sekitarnya.


Mencari sumber air yang bergemericik itu, menelusuri tempat yang semuanya berwarna cokelat tua itu dengan penglihatan matanya, tetapi tetap ia tidak melihat apapun di arah depan, memang terdengar suara air yang mengalir dan mengeluarkan suara gemericik yang lumayan keras.


Suara air itu hampir memenuhi seisi dasar taman halus dan menimbulkan gema dimana-mana, bahkan nyaris terdengar sangat dekat di sekitar Aisyah berdiri bergeming.


"Mmm... Apakah aku tengah bermimpi ataukah tengah berilusi jika aku mendengar suara air bergemiricik ?", kata Aisyah ternenung.


Aisyah melanjutkan lagi pencariannya meski dengan tubuh gemetaran dan suhu tubuh yang tinggi, ia tetap bertekad untuk menemukan sumber air tersebut.


Dia merasa sangat yakin jika dirinya tidak mengalami ilusi dan terus berusaha menemukan air itu karena Aisyah percaya bahwa ia masih memiliki sebuah harapan serta kesempatan yang besar untuk keluar dari dasar taman halus.

__ADS_1


Tak hanya yakin dan percaya saja yang menjadi dasar dirinya bertahan di tempat itu tetapi Aisyah sangat memiliki keyakinan yang kuat untuk meraih keinginannya itu dan gigih untuk mendapatkan semuanya dengan semangat yang tinggi.


__ADS_2