Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Masa Datang Bulan


__ADS_3

Semua sahabat ku pasti pasti tahu selama datang bulan pasti sifat ku sedikit berubah. Itu murni terjadi pada diriku, bukan aku buat-buat atau aku lebih-lebih kan. Mas Farhan yang belum tahu sempat terheran-heran, biasanya aku yang selalu bersifat manis kepadanya mendadak berubah .


Aku mulai masuk kuliah untuk mempersiapkan skripsiku. Aku kuliah sejak menginjak umur 18 tahun hingga empat bulan lagi aku menginjak usia 22 tahun. Rasanya sedikit aneh mengingat aku yang bukan gadis lagi. Mengurus suami, menyiapkan baju suami, sarapan suami, hingga melayani keinginan suami telah aku lakukan.


•••••


"Hai pengantin baru, gimana pernikahannya" ledek sahabat ku Masha dan Max.


Mereka berdua adalah teman pertamaku sejak aku masuk kuliah. Aku sudah mengenal mereka dengan baik. Masha dan Max paling bisa membuat aku nyaman.


"Enak" jawabku singkat, aku ingin melihat kekesalan si wajah imut mereka.


"Makanya nikah biar tahu rasanya" tambah ku lagi yang di sambut kerutan di dahi Masha.


"Lagi datang bulan Nis?" tanya Masha, dia benar-benar mengenal ku dengan baik selama empat tahun ini.


Kami bertiga bersama-sama mengerjakan skripsi kami, saling membantu ketika buntu dan saling bertukar pendapat mengenai judul kami masing-masing. Setelah lima jam mengerjakan skripsi, kami mulai lelah.


"Makan dulu yuk, jenuh nih, habis makan kita lanjutin lagi" ajak Max.


Kami berdua mengangguk bersamaan, setuju dengan saran yang diberikan Max. Aku juga ingin menyegarkan pikiran sejenak.


"Udah lama nih gak kesini" sahutku.

__ADS_1


"Kamu doang kita mah nggak" balas Masha dan Max.


"Teteh, kita pesan Indomie rebus tiga, jus jeruk tiga ya" ucap Max kepada Teh Rika.


"Rasanya cuma sebulan saya gak kesini, tapi langsung kangen" ujar ku ketika melihat sekeliling kampus.


"Bandung memang beda ya sama Bali" lanjut ku lagi.


"Iya deh iya, kita tahu siapa yang baru balik ke Bali, oleh-oleh nya mana buat kita" ledek mereka.


"Kalau mau datang aja ke rumah, segan lah sama anak lain yang gak kedapatan" ujarku menjelaskan.


"Oke siyap" balas Masha yang di sambut pemberian jempol dari Mex.


"Sungguh nikmat, ini dia nih yang buat kangen ngampus" ujarku.


"Dasar giliran makan aja kamu cepat Nis" balas Masha, kami tertawa bersama mendengar perkataan Masha.


Setelah selesai makan kami kembali melanjutkan skripsi kami di cafe sambil minum kopi. Ini baik untuk menghindari ngantuk yang merajalela saat kami sedang bekerja.


"Kamu jadi ambil beasiswa S2 ke London Nis?" tanya Masha mengingatkan tentang cita-citaku setelah ini.


Aku terdiam beberapa saat, London merupakan kota impianku. Mengingat statusku yang sudah menjadi seorang istri aku ragu untuk mendapatkan izin dari Mas Farhan.

__ADS_1


"Menurut saya, kamu gak ada salahnya menanyakan ke Mas Farhan, kalau diizinin bagus, kalo ndak di izinin kamu jangan sedih dan harus nerima. Kodrat seorang istri kan harus patuh pada suami Nis" nasehat Masha padaku. Aku terdiam, dalam hati aku setuju dengan perkataan Masha.


"Eh, udah jam 17.00 lewat nih, pulang yuk, takutnya keburu magrib" ujarku mengingat aku yang lupa waktu sedangkan statusku sudah menjadi seorang istri.


"Saya udah janji pulang jam 17.00 tadi sama Mas Farhan" lanjut ku lagi.


Masha dan Max mengangguk setuju. Kami segera membereskan barang-barang kami, dan bergegas pulang.


"Lama amat keluar nya Neng" ujar seseorang yang sangat aku kenal.


"Sejak kapan Mas nungguin saya?" tanyaku dengan perasaan bersalah.


"Nggak lama kok, yaudah kita pulang sekarang" jawab Mas Farhan sembari tersenyum.


Selama di dalam mobil Mas Farhan lebih banyak bertanya padaku. Makanan kesukaan, minuman kesukaan, buku kesukaan, tempat kesukaan, warna kesukaan dan semua tentangku ditanya oleh Mas Farhan. Aku menjawab dengan seadanya dan bertanya kembali dengan pertanyaan yang sama.


"Coba panggil saya aa neng" pinta Mas Farhan.


"Saya udah kebiasaan manggil Mas" balasku sambil tersenyum.


"Sekali aja" pinta Mas Farhan setengah memohon.


"Iya a, aa ganteng" pujiku, Mas Farhan langsung tersenyum merona.

__ADS_1


__ADS_2