Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Happy Birthday


__ADS_3

Setelah perdebatan panjang antara Melani dan Raihan, kini keduanya sudah berada di toko kue. Raihan akhirnya mengalah dan memanggil Melani dengan sebutan Kakak.


"Kamu sih lama amat, kita jadi telat nih" ujar Raihan.


"Kamu juga salah, lama amat manggil kakak doang" balas Melani.


"Saya lebih suka memanggil Melani dibandingkan Kakak" ujar Raihan lagi.


"Tapi saya kan memang lebih tua dari kamu" balas Melani lagi.


"Saya gak mau tau, yang jelas saya akan panggil kamu dengan sebutan Melani saja" ucap Raihan mengakhiri perdebatan.


Untung saja toko kue belum tutup saat mereka tiba disana. Penjaga toko kue segera memberikan pesanan Raihan. Setelah kue ulang tahun Anisah sudah ada di tangannya, Raihan merasa lega.


Mereka segera menghubungi Teh Siska untuk mengabarkan bahwa segalanya telah di urus dengan baik. Teh Siska juga sudah selesai menghias taman belakang.


"Kalian segera kemari sebelum Anisah pulang" isi pesan chat dari Teh Siska.


"Emangnya si Anisah kemana Teh?" tanya Melani.


"Dia sedang keluar, katanya beli makanan kucing kesayangannya" balas Teh Siska.


"Oke Teh, kami otw" balas Raihan.

__ADS_1


Setelah Teh Siska menunggu selama setengah jam, akhir Raihan dan Melani tiba di rumah Anisah. Untungnya Anisah belum tiba di rumahnya.


"Kalian kok lama banget sih?" tanya Teh Siska.


"Jalanan macet Teh" jawab Raihan ngeles.


"Raihan banyak alasan" balas si Teteh setengah bercanda.


Setelah semuanya berkumpul, mereka bertiga sembunyi di halaman belakang. Sekarang hampir pukul 23.00 WIB, Anisah pasti segera datang. Anisah tidak pernah pulang lewat dari jam 23.00 WIB.


Seperti yang di prediksi, Anisah pulang sembari mengucapkan salam. Saat ia berada di dalam Anisah tidak menemukan Teh Siska. Wanita itu memanggil Teh Siska untuk makan pizza bersama.


"Teh, nada notifikasi handphone Teteh sudah di matiin?" tanya Raihan memastikan.


"Sepertinya Anisah akan segera menelpon Teteh" lanjut Raihan lagi.


Baru saja si Teteh selesai mematikan nada suara handphonenya, Anisah langsung menelpon. Tentu saja si Teteh tidak akan mengangkat telpon dari Nisa.


Setelah beberapa kali gagal menghubungi Teh Siska, Anisah memakan pizza nya sendiri. Terlihat kesedihan dalam diri Anisah. Wanita itu segera merapikan barang-barang yang sudah dibeli sebelum ia bergegas tidur.


Tepat pukul 00.01 WIB, mereka bertiga melancarkan aksi mereka. Teh Siska maju terlebih dahulu yang diikuti oleh Raihan dan Melani.


"Duarrr....." suara balon dipecahkan.

__ADS_1


"Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, happy birthday to you" mereka bertiga menyanyikan lagu secara bersamaan.


"Happy birthday kesayangannya Teteh, barokalloh fii umrik ya sayang" ujar Teh Siska memberikan selamat.


"Terimakasih Teteh, Anisah pikir Teteh lagi marah ke Anisah" balas Anisah setengah menangis haru.


"Happy birthday mantan terindah" ujar Raihan usil seraya tertawa bahagia.


"Apasih dasar gak jelas hahaha" balas Anisah.


"Btw, terimakasih banyak Rai" lanjut Anisah lagi.


"Happy birthday Anisah, semoga apapun yang kamu inginkan segera terkabulkan" ujar Melani sembari tersenyum.


"Terimakasih banyak Mel, Aamiin Ya Rabbal A'lamiin" balas Anisah senang.


Mereka berempat menghabiskan kue ulangtahun Anisah. Kebahagiaan menyelimuti mereka walaupun dengan cara sederhana.


"Eh btw, rasanya ada yang kurang" ujar Raihan.


"Apa Rai?" tanya mereka.


"Mel, kado nya?" tanya Raihan mengingatkan.

__ADS_1


"Astaga kalian gak perlu nyiapin kado, saya sudah teramat bahagia" balas Anisah.


"Kamu akan jauh lebih bahagia ketika saya memberikan kado spesial ini, kado yang belum pernah kamu dapatkan seumur hidupmu" ujar Melani tersenyum nakal.


__ADS_2