Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Season 2 : Maafkan Saya


__ADS_3

Farhan bersama keluarganya mendatangi rumah Shalihah setelah berdiskusi terlebih dahulu. Keluarga Farhan sudah memutuskan untuk membantu perusahaan Shalihah yang sedang diambang kebangkrutan.


"Kenapa kalian melakukan ini" ujar Shalihah kaget.


"Kami tidak ada maksud lain Sha, kami hanya ingin membantu kamu" jawab Anisah.


"Kamu mengasihani saya?" tanya Shalihah.


"Tidak sama sekali Sha, niat saya tulus" ujar Anisah lagi.


"Kenapa? dulu saya sudah menyakiti kalian dan calon bayi kalian" jawab Shalihah.


"Mari kita buka lembaran baru Sha, kami tahu dulu kamu melakukan itu karena kamu sudah benar-benar tidak bisa memikirkan cara lain lagi" ujar Farhan.


"Setiap manusia masih memiliki hati nurani dalam dirinya Sha" lanjut Farhan lagi.


Shalihah terdiam mendengar kalimat yang keluar dari mulut keluarga Farhan. Hatinya mulai tersentuh karena kebaikan keluarga Farhan.

__ADS_1


"Kalian benar-benar tidak ada maksud lain di balik semua ini?" tanya Shalihah sekali lagi.


"Tidak sama sekali" jawab Farhan.


Setelah beberapa saat, Shalihah tidak dapat menahan air matanya keluar. Baru sekarang Shalihah merasa diperhatikan dengan baik oleh orang lain. Sejak dulu Shalihah tidak memiliki teman yang benar-benar tulus kepadanya. Sebab itulah Shalihah tumbuh menjadi wanita yang kasar dan tidak berperasaan.


"Kalian baik sekali, terima kasih sudah membantu keluarga saya" ujar Prayoga.


"Terima kasih Om, Tante" lanjut Rendi.


Shalihah semakin menangis mendengar hal tersebut. Dia kembali teringat akan masa-masa sulitnya dulu. Masa-masa dia sering menyiksa putranya karena ia hamil di luar nikah. Dia juga teringat sosok pria yang bersedia menjadi suaminya dan merawat putranya seperti anak kandung.


"Maafkan saya" ujar Shalihah di sela-sela tangisannya.


"Maafkan saya" ujarnya lagi.


Anisah segera memeluk Shalihah untuk menguatkan wanita itu. Anisah juga tahu bahwa sulit bagi Shalihah untuk melewati semua hal buruk yang terjadi di hidupnya.

__ADS_1


"Semuanya sudah berlalu, mari kita lebih bahagia" ujar Anisah menguatkan seraya menepuk pelan punggung Shalihah.


Kenyataannya api dibalas air itu memanglah benar. Jika api dibalas api maka api tersebut akan semakin besar dan menjalar. Oleh karena itu padamkan lah api itu dengan air, agar semuanya menjadi sejuk kembali.


Rendi segera membahas masalah perusahaan dengan Fauzan selaku pemimpin perusahaan saat ini. Keluarga Shalihah juga turut di undang untuk makan malam bersama seluruh keluarga Farhan, Raihan, dan Teh Siska. Mereka ingin memperbaiki masa lalu yang dulunya hancur.


Tidak ada kata terlambat untuk sebuah kata maaf. Jangan pernah ragu untuk memulainya sekalipun bukan dirimu yang salah. Sesungguhnya siapa yang meminta maaf terlebih dahulu pantas disebut sebagai pemenang yang sesungguhnya. Dia sudah berhasil menang atas ego dan harga dirinya.


Kebaikan hati Anisah sudah melembutkan kekerasan hati Shalihah. Doa-doa Anisah sudah membantunya untuk berbaikan dengan Shalihah. Anisah selalu berharap agar dia selalu dapat menjalani hubungan baik dengan semua orang.


"Kamu hebat sayang" puji Farhan ketika mereka sudah sampai di rumah.


"Kamu juga hebat sayang" balas Anisah seraya memberikan kecupan hangat di pipi kanan suaminya.


"Makin sayang" lanjut Farhan.


Anisah merasa gemas dengan tingkah suaminya. Terkadang merek suka lupa umur dan tetap mesra seperti biasanya. Umur tidak membatasi mereka untuk saling menyayangi hingga hari tua mereka. Mereka saling berpelukan dan berpandangan satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2