Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Panti Asuhan


__ADS_3

Hari ini merupakan jadwal acara santunan ke panti asuhan. Anisah merapikan dasi suaminya dan memberikan ciuman hangat di pipi Farhan.


"Kamu terlihat semangat sayang" ujar Farhan seraya mengecup kening istrinya sebagai balasan.


"Tentu saja, ketika kita berbuat kebaikan harus bersemangat dong sayang" jawab Anisah lembut.


"Siap Ibu Negara" puji Farhan.


Raihan dan Mario sudah menunggu di luar sembari menyiapkan transportasi angkutan barang. Teh Siska dan Melani sedang menghitung jumlah nasi kotak.


"Ini amplopnya sudah saya isi Mel" ujar Anisah menghampiri mereka.


"Wah lihat si bumil, saya jadi ingin cepat-cepat menikah" ujar Teh Siska.


"Mario harus dengar ini" ujar Melani tersenyum.


"Kalian ini, belum tentu dia suka sama saya" jawab Teh Siska.


"Teh, saya mengenal Mario dengan baik, jika dia memang tidak menyukai perempuan yang kami kenalkan dia akan langsung menolak, tapi saat kami mengenalkan Teteh dia sangat penasaran" cerita Melani yang dibenarkan oleh Anisah.


Pipi Teh Siska merona dan ia menjadi salah tingkah. Anisah dan Melani ingin Teh Siska bertemu jodoh yang baik seperti Mario. Mereka akan selalu berdoa untuk kebahagiaan sahabat mereka.


"Semuanya sudah di angkut kan?" tanya Teh Siska.


"Sudah Teh" jawab Raihan.


"Kita berangkat" ujar Mario.

__ADS_1


Mereka berangkat menggunakan mobil milik Raihan. Farhan menyewa mobil angkutan barang agar semua yang diperlukan muat dan tidak rusak.


"Pertama kita ke panti asuhan permata hati dulu" ujar Anisah membacakan jadwal panti asuhan yang akan mereka kunjungi.


Kurang lebih dua puluh menit mereka sampai di panti asuhan pertama. Anisah dan para sahabatnya segera turun untuk mengunjungi anak-anak panti.


"Terima kasih banyak Pak, Bu, ini sangat membantu bagi panti asuhan kami" ujar Bu Wina sebagai penjaga panti.


"Kami bahagia dapat membantu Ibu" jawab Anisah mewakilkan.


Anak-anak panti segera berterima kasih kepada mereka. Air mata bahagia keluar membasahi pipi Melani, Teh Siska dan Anisah.


"Oiya Bu, tolong doakan kesehatan Anisah dan calon bayinya ya" pinta Melani.


"Insyaallah Bu, Allah akan menyayangi orang-orang baik seperti kalian" jawab Ibu penjaga panti.


"Semoga kalian semua selalu menjadi anak yang sholeh dan sholehah ya" doa Anisah pada anak-anak panti.


********


Anisah dan teman-temannya makan siang bersama setelah melaksanakan shalat dzuhur bersama. Mereka makan di salah satu restoran favorit Melani.


"Senang sekali melihat wajah bahagia anak-anak itu" ujar Melani saat mereka telah selesai makan.


"Iya mereka tidak mengeluh sedikitpun dengan keadaan mereka, kita yang masih hidup berkecukupan kadang lupa rasanya bersyukur" tutur Anisah.


"Iya benar kata Anisah, kita harus perbanyak bersyukur" ujar Raihan.

__ADS_1


"Oiya, kamu sudah menyiapkan baju pertunangan Mel?" tanya Anisah.


"Sudah hehe, saya juga sudah siapkan untuk kalian berempat" ujar Melani bersemangat.


"Syukurlah, semoga semua lancar dan terkendali" jawab Teh Siska.


"Kamu beneran di sini sampai pertunangan Melani dilakukan?" tanya Mario pada Teh Siska.


"Iya, sebenarnya saya sudah mengurus surat pindah" ujar Teh Siska memberikan kejutan.


"Apa?" jawab Melani dan Anisah bersamaan.


"Teteh serius?" tanya Anisah kaget.


"Iya, saya senang bekerja di Amerika, tetapi terkadang saya merasa kesepian"


"Kami turut bahagia Teh, Teteh pindah ke mana?" tanya Melani.


"Kemana lagi kalau bukan perusahaannya Om saya" jawab Teh Siska datar.


"Ha? perusahaan Papa?" tanya Raihan.


"Alhamdulillah, saya sekantor dengan Teteh, senangnya" ujar Anisah.


"Tidak adil, Raihan urus surat pindah saya ke perusahaan kamu" ujar Melani ngambek.


"Mel ingat perusahaan Papamu, kamu penerus satu-satunya" ujar Farhan mengingatkan.

__ADS_1


"Huh dasar" jawab Melani pura-pura kesal.


__ADS_2