Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Surprise


__ADS_3

Anisah melihat sekelilingnya, matanya terus mencari Raihan dan Melani. Tidak biasanya mereka terlambat seperti ini. Bahkan mereka tidak ada menghubungi Anisah sejak tadi pagi.


"Apa jangan-jangan mereka terkendala sesuatu" batin Anisah.


"Kenapa sayang, kamu kok disini, Papa mertua dan Mama sedang mencari mu" ujar Farhan.


"Mas merasa ada yang aneh nggak sih?" tanya Anisah.


"Aneh gimana sayang?" tanya Farhan.


"Melani dan Raihan belum datang sampai saat ini, bahkan mereka tidak bisa dikabari" ujar Anisah khawatir.


"Kamu tenang saja sayang, Mas coba tanya Mario mengenai keberadaan Melani ya" ujar Farhan menenangkan.


Farhan segera menemui Mario yang tengah menyantap hidangan. Farhan duduk di samping sahabat sejak kecilnya itu.


"Mar" ujar Farhan.


"Oii" jawab Mario singkat.


"Kamu tahu keberadaan Melani?" tanya Farhan.


"Semalam sih katanya dia bisa datang, tapi hari ini dia tidak ada mengabari saya, lagi pula saya sekarang segan menghubungi dia karena ada Raihan" ujar Mario panjang lebar.


"Kenapa kamu segan?" tanya Farhan lagi.


"Bagaimanapun juga sebentar lagi dia akan bertunangan, akhirnya kalian semua meninggalkan saya yang jomblo ini" ujar Mario dengan nada pura-pura sedih.


"Makanya kamu cepetan nikah, bukannya Melani sudah menjodohkan mu dengan seorang wanita?" ledek Farhan.


"Saya bahkan belum pernah bertemu wanita itu, Melani dan Anisah menjodohkan saya dengan teman wanita mereka" jawab Mario santai.


"Ya sudah kamu mau saja" balas Farhan.


"Kamu kira menikah segampang itu, saya bahkan belum pernah melihat sosok wanita itu" jawab Mario kesal.

__ADS_1


"Siapa namanya?" tanya Farhan.


"Entah lah, seingat saya Melani menyebutnya dengan Teh Siska" ujar Mario.


"Ooo wanita itu, dia kan sepupu Raihan yang tinggal bersama Anisah saat kita berada di Taiwan, dia wanita baik-baik" puji Farhan untuk meningkatkan rasa penasaran Mario.


"Dia sudah bekerja?" tanya Mario.


"Seingat saya, Anisah pernah bilang kalau wanita itu bekerja di perusahaan Amerika" ujar Farhan.


"Tapi kan kamu juga seorang dokter profesional, kalian pasti cocok" lanjut Farhan semangat.


"Hans lagi-lagi kamu meledak saya" ujar Mario.


Tak lama kemudian Raihan dan Melani masuk ke ruangan acara. Anisah segera mendekati Melani dan Raihan.


"Kalian dari mana saja?" ujar Anisah dengan wajah cemberut.


"Jangan ngambek gitu dong, kami punya surprise" ujar Melani.


"Kamu sudah sehat Rai?" tanya Anisah.


"Alhamdulillah saya sudah membaik" jawab Raihan.


"Kamu tidak penasaran dengan kejutan kami?" ujar Raihan.


"Apaan sih, kalian sengaja kan biar saya tidak marah" ujar Anisah masih ngambek.


Tiba-tiba seorang wanita yang begitu Anisah kenal memasuki ruangan. Wanita itu sudah Anisah anggap sebagai kakak kandungnya sendiri.


"Teh Siskaaaaaaaa" ujar Anisah senang.


"Apa kabar sayang?" tanya Teh Siska.


"Teteh berbohong, katanya tidak bisa datang" ujar Anisah.

__ADS_1


"Bukan kamu saja yang dibohongi, kami juga tidak mengira Teh Siska datang hari ini" ujar Raihan.


"Kok bisa, ceritain dong Teh" ujar Anisah.


"Rapat pentingnya dipercepat, jadi Teteh segera datang kesini, tadi pagi Teteh baru saja sampai dan langsung menghubungi Raihan" ujar Teh Siska


"Kami terlambat karena harus menjemput Teh Siska ke Bandara, setelah itu kami juga harus menemaninya ke salon untuk merias diri sebelum ke acara kamu" ujar Melani memberi penjelasan.


"Kenapa kalian tidak menghubungi saya" ujar Anisah.


"Kalau dihubungi bukan surprise nama nya" ujar Teh Siska tertawa.


Mereka semua segera berkumpul dengan Farhan untuk memberikan selamat dan do'a. Farhan akhirnya berkenalan secara resmi dengan Teh Siska.


"Perkenalkan nama saya Siska" ujar Teh Siska.


"Terima kasih banyak ya kamu sudah menjaga istri saya saat saya di Taiwan" ujar Farhan yang seusia dengan Teh Siska.


"Saya tidak merasa direpotkan atas itu" jawab Teh Siska.


"Oiya Teh kebetulan sekali, perkenalkan sahabat baik saya, namanya Mario" ujar Melani mulai melancarkan aksinya.


"Ooo, jadi ini yang namanya Mario, Anisah dan Melani banyak bercerita tentang kamu" ujar Teh Siska tersenyum manis.


"Haha, Anisah dan Melani juga banyak bercerita tentang anda" jawab Mario gugup.


"Kayaknya ada yang gugup nih" ledek Melani.


"Wah sepertinya ada bau-bau pasangan baru nih" ledek Anisah lagi.


"Sepertinya akan ada yang menyusul Melani nih" ujar Farhan tidak mau kalah.


"Hmm, sepertinya sepupuku tersayang segera menyusul" ujar Raihan yang tak kalah isengnya.


Mario dan Siska tertawa bersamaan mendengar ledekan dari semua sahabat mereka. Entah bagaimana mereka tidak keberatan dengan semua ledekan yang ditujukan pada mereka.

__ADS_1


__ADS_2