Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Season 2 : Episode Terakhir


__ADS_3

Laila membuka matanya, panggilan hati membangunkan dirinya dari mimpi indah. Sudah saatnya bagi Laila untuk shalat tahajud. Saat berbalik Laila terkejut dan hampir menjerit ketika melihat Haikal berbaring disebelahnya.


"Astagfirullah, saya lupa kalo saya sudah menikah" ujar Laila mulai menyadarkan dirinya.


"Ya ampun berarti semalam saya ketiduran" ujar Laila lagi.


Laila termenung memandangi wajah Haikal yang tampan. Dia memberanikan diri untuk mengusap lembut rambut Haikal.


"Kamu udah bangun?" tanya Haikal yang tiba-tiba terbangun karena rambutnya disentuh.


"Aku ganggu kami tidur?" tanya Laila.


"Nggak kok, aku mau sholat" ujar Haikal.


Laila tertegun mendengar jawaban yang keluar dari mulut Haikal. Wanita itu bahagia memiliki suami yang taat dalam beribadah.


"Maafin aku ya, tadi malam aku ketiduran" ujar Laila selesai sholat.


"Gak masalah La, wajar kamu kecapekan" jawab Haikal pengertian.


"Maafin aku ya, padahal itu kan malam pertama kita" ujar Laila mengerti mengenai tugas seorang istri.


"Udah, jangan merasa bersalah begitu" ujar Haikal takut istrinya merasa resah.


"Sepertinya aku sudah mulai mencintai kamu kal" ujar Laila pelan.


"Kamu bilang apa tadi, gak kedengaran?" ujar Haikal sangkin kaget sekaligus bahagia.


"Udah ah, aku malu nih" jawab Laila tersipu.

__ADS_1


"Makasih ya La" ujar Haikal tersenyum manis.


"Terima kasih atas apa?" tanya Laila.


"Terima kasih karena kamu sudah memilih aku diantar semua lelaki yang banyak menyukai kamu, padahal mereka semua jauh lebih baik dan matang daripada aku" tutur Haikal.


"Harusnya aku yang berterima kasih" ujar Laila tersenyum.


"Kenapa?" tanya Haikal.


"Karena kamu sudah sabar menunggu aku, kamu tidak pernah sekalipun memaksa aku" ujar Laila bahagia.


Kini Laila mengerti begitu besar rasa cinta Haikal kepada dirinya. Laila semakin yakin Allah selalu memberikan yang terbaik dari apa yang ia butuhkan.


"Terima kasih ya Allah sudah menitipkan laki-laki yang begitu penyabar di kehidupanku" batin Laila.


Setelah sholat tahajud mereka bercerita tentang tujuan hidup mereka kedepannya. Seraya menunggu sholat subuh mereka mengaji bersama.


"Hmm" Laila hanya menjawab singkat dan malu-malu.


"Aku gak akan maksa kalau kamu belum siap" ujar Haikal dengan penuh kesabaran.


"Insyaallah aku siap" ujar Laila.


Malam pertama yang gagal digantikan dengan fajar yang indah. Laila kini sudah sah menjadi istri sepenuhnya dan menjalankan kewajibannya.


*************


Koper-koper tengah dipersiapkan di ruang tamu keluarga Farhan. Putra kembar dan menantu mereka akan bepergian bulan madu. Anisah turut serta dalam mengurus segala keperluan anak dan menantu.

__ADS_1


"Bunda idaman" puji Fauzan.


"Cepat-cepat kasih Bunda cucu ya" ujar Anisah jahil.


"Nanti Bunda keburu tua" ledek Anisah lagi.


"Insyaallah Bun, doakan aja ya Bun" bisik Fauzan menahan tawa.


"Sayang jangan berulah lagi dong" ujar Farhan.


"Bilang aja kamu juga pengen segera punya cucu sayang" bisik Anisah.


Akhirnya percakapan mereka berhenti begitu Hanifah dan Wendy menghampiri mereka. Anisah menyelipkan sesuatu di kedua tas putranya tanpa sepengetahuan para menantunya.


"Apa ini Bun?" tanya Fauzi penasaran.


"Bunda juga masukin ini ke tas aku" seru Fauzan.


"Ini itu jamu kuat, nih kalian bagi buat Haikal juga, pasti Teh Siska juga pengen cepat-cepat punya cucu" ujar Anisah.


Fauzi dan Fauzan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Bundanya yang kocak. Anisah terlihat yang paling bersemangat mempersiapkan semuanya.


"Semangat kalian" ujar Anisah.


❤️ Terima kasih sudah mengikuti hingga episode akhir


❤️ Tunggu Beberapa Episode Bonus Ya


❤️ Support Author dengan cara like dan komen serta vote

__ADS_1


❤️Jangan lupa follow ig Author : @nuraisiyahfazariah


__ADS_2