Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Season 2 : Kesabaran dan Kemenangan


__ADS_3

Gadis cantik berkerudung merah muda itu larut dalam lamunannya. Sesekali dia menatap ke arah jendela kamarnya. Dia sedang membuat keputusan yang besar untuk hidupnya.


"Semoga ini menjadi keputusan terbaik" batin Laila.


Beberapa menit kemudian Melani memasuki kamar putrinya. Dia tersenyum melihat Laila yang sedang menatap ke arah jendela itu.


"Kenapa sayang, masih bimbang?" tanya Melani.


"Nggak kok Ummi, Laila udah memantapkan hati Laila" ujar gadis itu.


"Baguslah sayang, Ummi yakin dia akan menjadi imam terbaik untuk kamu" ujar Melani lagi.


"Doain ya Mi" pinta Laila.


"Insyaallah, Ummi akan selalu mendoakan yang terbaik untuk putri tersayang Ummi" Melani mencoba menenangkan putrinya.


"Kalau kamu sudah yakin Ummi akan mengabari keluarga Haikal" ujar Melani.


"Baik Ummi, terimakasih Ummi" jawab Laila.


"Sama-sama sayang" ujar Melani seraya memeluk putrinya.


***********


"Alhamdulillah ya Allah, akhirnya hati Laila terbuka untuk saya" ujar lelaki itu setelah mendapatkan kabar dari keluarga Laila mengenai lamaran Haikal.


"Alhamdulillah, semua akan indah pada waktunya sayang" balas Siska kepada putranya.


"Minggu ini kita akan mengadakan lamaran resmi" ujar Siska lagi.

__ADS_1


"Baik Ma, Haikal akan mempersiapkan semuanya" ujar Haikal.


Kebahagiaan meliputi keluarga Haikal, terkhusus Siska dan Mario. Bagaimana tidak, putra mereka akhirnya mendapatkan wanita yang diidolakan nya sejak kecil itu.


"Selamat ya Nak" ujar Mario.


"Terima kasih Pa" jawab Mario.


"Ma, Haikal ada rencana" ujar Haikal.


"Apa itu sayang?" tanya Siska.


"Haikal akan mengadakan acara pernikahan bersama Aa Fauzan dan Aa Fauzi" ujar Haikal.


"Serius?" tanya Mario.


"Iya Pa, Ma" jawab Haikal bersemangat.


"Iya sayang, pasti begitu" jawab Mario.


Mereka bertiga tertawa bersama, Haikal langsung mengabarkan hal tersebut kepada Fauzi dan Fauzan. Saudara kembar itu tentu saja menerima dengan bahagia.


"Kami setuju Kal, kita harus lebih akrab lagi dari orangtua kita" ujar Fauzan tertawa melalui telepon.


Tak lupa Haikal juga mengabari hal tersebut kepada si calon istri. Laila setuju saja dengan pendapat Haikal. Tentunya Laila sudah mulai membuka hati kepada pria itu. Dia yakin seiring berjalannya waktu perasaannya kepada Haikal akan bertambah besar.


**********


"Gak sekalian aja kalian berenam bulan madu bareng" ledek Anisah.

__ADS_1


Para orangtua tidak terima persahabatannya dikalahkan oleh anak-anak mereka. Mereka tidak ada habis-habisnya meledek putra-putri mereka. Tentu saja mereka hanya bercanda, dalam hati mereka tentu bahagia anak-anak tumbuh degan baik dan saling menyayangi.


"Iya bulan madu nya barengan aja, biar rame tuh" ujar Farhan membantu misi istrinya.


"Fauzan sih setuju aja Bunda" Fauzan mengiyakan usulan Anisah.


"Fauzi juga" balas Fauzi.


"Wah wah lihat mereka sayang, begitu kompak" Anisah mulai meledek putra kembar nya itu.


"Apa sebaiknya kita juga berbulan madu sayang?" usul Farhan.


Anisah mencubit lengan suaminya yang sudah lupa umur itu. Farhan membalas cubitan istrinya dengan candaan lagi.


"Padahal Bunda kalian pengen, tapi malu karena di depan kalian" ujar Farhan meledek istrinya.


"Sayang" Anisah mulai merajuk.


"Iya iya becanda sayang" Farhan tertawa melihat Anisah.


"Wah semoga nanti kami bisa seperti Bunda dan Ayah, satu untuk selamanya, saling menyayangi hingga akhir" doa Fauzan.


Mereka semua mengaminkan doa dari Fauzan. Semua orang pastinya menginginkan pernikahan yang seperti itu. Bahagia hingga akhir, saling setia dan pengertian.


"Intinya kesabaran sayang, siapa yang sabar dia akan jadi pemenang" nasehat Anisah kepada putra-putranya yang akan segera menikah.


"Saling memahami satu sama lain juga" lanjut Farhan.


"Terima kasih Bun, Ayah untuk nasehatnya" ujar Fauzi.

__ADS_1


"Kami akan selalu mengingat dan melaksanakan itu" jawab Fauzan.


__ADS_2