Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Ancaman


__ADS_3

Melani dan Raihan sedang dalam perjalanan menuju kediaman Kevin. Melani mengkhawatirkan Anisah hingga tidak dapat berhenti menangis.


"Udah jangan nangis lagi, insyaallah Anisah bakal selamat" ujar Raihan.


"Kenapa Anisah menghilang disaat kita hendak bertunangan, kamu merasa ada janggal nggak?" tanya Melani pada Raihan.


"Nggaklah, saya rasa itu hanya kebetulan" jawab Raihan berpikir rasional.


"Kekuatan batin wanita itu lebih peka Rai, saya yakin ada sesuatu yang berhubungan dengan pertunangan kita" ujar Melani mempertahankan pendapatnya.


"Ya sudah, kamu jangan lupa terus berdoa untuk Anisah ya" ujar Raihan seraya menyetir mobil.


"Iya Rai" jawab Melani.


**********


Kebetulan jendela yang terbuka itu merupakan jendela kamar milik Kevin. Mungkin ini merupakan takdir agar Anisah dapat segera diselamatkan.


"Astagfirullah" ujar Farhan.


"Kenapa Hans?" tanya Mario.


"Mar, lihat ini, foto Anisah semua yang di pajang" ujar Farhan dengan suara gemetar.


"Dilihat dari sudut pandangnya, foto ini diambil secara diam-diam" ujar Mario.

__ADS_1


"Kamu benar Rio" jawab Farhan.


Mereka segera memotret semua bukti yang ada. Teh Siska langsung menghubungi polisi untuk menggeledah rumah Kevin secara lebih lanjut.


Beberapa menit setelahnya, Melani dan Raihan tiba di rumah Kevin. Mereka semu sudah berkumpul dan menjalankan rencana pencarian Anisah.


"Gawat, bagaimana ini" ujar Melani menangis tersedu-sedu.


"Kenapa Mel?" tanya Teh Siska.


Melani memperlihatkan isi pesan yang dikirim oleh nomor yang tak dikenal. Pesan berupa ancaman kepada mereka semua.


"Segera batalkan pertunangan mu dengan Raihan, jauhi dia kalau kamu masih ingin melihat sahabatmu dan bayi yang dikandungnya selamat" isi pesan itu ditambah foto Anisah yang sedang di sekap.


Melani pingsan melihat Anisah duduk tidak berdaya. Mata Farhan merah menahan tangis. Farhan mengepalkan kedua tangannya dan mulai menahan amarah untuk kesekian kalinya.


"Saya akan menghubungi tim yang dapat meretas dan mencari tahu siapa pemilik nomor ponsel ini dan lokasinya" ujar Raihan.


"Saya juga akan mengerahkan seluruh anggota sana ke sana" jawab Farhan.


"Saya akan membawa tim medis untuk segera memeriksa Anisah" ujar Mario.


"Baiklah, kita harus kompak dan jangan larut dalam kesedihan, kita harus bergegas untuk menyelamatkan Anisah" ujar Teh Siska memberikan semangat seraya mengoles minyak telon ke hidung Melani.


Segala persiapan telah dilakukan, tak lupa mereka juga berdoa untuk keselamatan Anisah dan calon bayinya. Polisi juga sedang melacak keberadaan Kevin saat ini.

__ADS_1


"Alhamdulillah, lokasi pemilik handphone ini sudah ditemukan, ayo segera bergegas" ujar Raihan.


"Baik saya akan mengirimkan lokasi ini kepada anggota saya" ujar Farhan.


Mario juga segera menghubungi tim medis. Mereka juga memberikan alamat tersebut kepada polisi.


"Siapa pun kamu, kamu akan menyesal sudah bermain-main dengan keluarga saya, apalagi sampai menyakiti istri saya" ujar Farhan dalam hati.


**********


Anisah membuka matanya, dia melihat ke sekeliling. Sekarang dia sudah di tempat yang berbeda dari sebelumnya. Dia melihat Kevin yang sudah sadarkan diri.


"Kevin, kamu gak apa-apa?" tanya Anisah.


"Saya gak kenapa-kenapa Sa, kamu bagaimana?" tanya Kevin.


"Saya juga tidak apa-apa Vin" ujar Anisah.


"Hey kalian saya mau buang air kecil, tolong lepaskan saya" ujar Kevin berpura-pura.


Orang suruhan Kevin segera melepaskan ikatan Kevin dan menemaninya ke kamar mandi. Kevin segera menghubungi Shalihah yang mengurus keperluan penerbangan.


"Gimana Shali, kamu sudah menyiapkan keberangkatan kami nanti malam?" tanya Kevin.


"Kamu tenang saja, kamu akan segera ke luar kota bersama Anisah, kalian akan dikurung berduaan dengan makanan dan tempat yang sudah di sediakan dengan baik" ujar Shalihah.

__ADS_1


"Baiklah Shali, kami sudah mengirim ancaman kepada Melani agar membatalkan pertunangannya" ujar Kevin.


"Bagus, dia akan segera membatalkan pertunangannya" jawab Shalihah merasa puas.


__ADS_2