
Hari ini merupakan hari pernikahan Melani dan Raihan. Hari kebahagiaan bagi pasangan yang melepaskan masa lajangnya. Melani terlihat anggun menggunakan busana adat pernikahan. Teh Siska dan Anisah menjadi bridesmaids Melani juga tidak kalah cantik dengan pengantin wanita.
Bukan hanya wanita, para pria juga terlihat menawan menggunakan jas mereka. Farhan dan Mario tampil memukai melelehkan hati para gadis-gadis muda yang ada di pesta.
"Lihat kedua pria sana, mereka terlihat sangat memukau" ujar seorang gadis seraya menunjuk ke arah Mario dan Farhan.
Anisah dan Teh Siska tidak terima lelaki mereka di minati wanita lain. Mereka segera menghampiri kedua pria itu dan menunjukkan keromantisan.
"Kalian pada ngapain sih?" tanya Mario terheran-heran.
Mario dan Teh Siska sudah bertunangan. Mario berencana akan mengadakan acara pernikahan bulan depan. Tepatnya setelah Melani dan Raihan pulang berbulan madu. Dia ingin segera melamar gadis itu dan menikahinya.
"Saya tidak suka kamu dilirik wanita-wanita di sana Mas" ujar Anisah cemberut.
"Ada yang perlu saya lakukan terhadap wanita-wanita itu Nyonya?" ujar salah satu bodyguard Anisah.
"Eh, kalian tidak perlu melakukan apa-apa, hahaha saya hanya bercanda" jawab Anisah gugup setelah mendengar pertanyaan bodyguardnya.
"You look so beautiful honey" ujar Farhan kepada Anisah.
"Thank you sayang, kamu juga terlihat menawan, tidak heran para gadis di sana melirik ke arah mu" jawab Anisah.
Setelah semua acara telah dilalui, kini diakhiri dengan lempar bunga oleh pengantin wanita. Teh Siska berharap mendapatkan bunga itu dan bersiap-siap untuk menangkapnya.
"Satu, dua, tiga" bunga itu dilemparkan ke arah penonton.
"Hup" tangan Mario yang kekar berhasil menangkap bunga itu.
Siska yang berdiri di depannya terlalu pendek untuk meraih bunga tersebut. Mario mulai membungkuk dan mengucapkan kalimat romantis.
"Will you marry me?" tanya Mario.
"Yes, i will" jawab Siska cepat dengan bahagia.
"Yes, Alhamdulillah" ujar Mario bahagia.
__ADS_1
"Akhirnya kamu bukan seorang dokter jomblo lagi" ujar Farhan meledek sahabatnya.
"Awas saja kamu Hans" jawab Mario.
************
Cuaca pagi hari ini cukup panas dibandingkan hari biasanya. Melani dan Raihan memutuskan berbulan madu di Paris. Ini merupakan permintaan dari Melani yang sangat mengagumi kota Paris.
"Kami berangkat dulu ya Ma" ujar Raihan pamit.
"Melani hati-hati ya sayang" ujar Mama dan mertuanya.
"Kalian harus segera memberikan kami cucu" ujar para Ibu nakal.
"Mama doain saja ya, semoga bisa cepat-cepat dapat momongan" bisik Raihan.
"Kamu sudah bawa jamunya kan?" tanya Mama nakal.
"Udah Ma, sebenarnya itu jamu apa sih Ma?" tanya Raihan lagi.
"Jamu penguat badan, kamu tenang saja" ujar Mama.
"Ayo sayang" ujar Raihan.
"Yuk" balas Melani.
Raihan dan Melani diantar oleh Anisah, Teh Siska, Farhan, serta Mario ke Bandara. Mereka ingin menyampaikan salam perpisahan untuk beberapa waktu secara langsung.
"Jangan lupa bawa oleh-oleh ya" ujar Teh Siska.
"Siap Teh, saya akan bawa yang banyak" jawab Melani bersemangat.
"Saya juga mau" ujar Anisah tidak mau kalah.
"Saya akan bawa yang banyak untuk kalian semua" jawab Melani menenangkan.
__ADS_1
"Baiklah, hati-hati ya" ujar Anisah seraya berpamitan dengan Melani dan Raihan.
Mereka semua saling tersenyum bahagia. Terkhusus pengantin baru yang akan menjalani bulan madu di kota impian.
************
Sesampainya di Paris, Melani dan Raihan dijemput oleh orang yang akan mengurus bulan madu mereka selama sebulan. Dia seorang wanita Indonesia yang bekerja sebagai pemandu wisata di Paris.
"Perkenalkan saya Maya, mulai sekarang saya yang akan menemani anda" ujar Maya.
"Saya Raihan dan ini istri saya Melani" ujar Raihan.
Mereka segera dibawa ke hotel untuk beristirahat terlebih dahulu. Raihan begitu bersemangat menantikan jatah pertamanya.
Sesampainya di hotel Raihan dan Melani segera menyusun barang mereka. Setelah itu Melani memutuskan untuk mandi terlebih dahulu setelah berdebat cukup lama untuk mandi bersama. Raihan sangat ingin mandi bersama dengan Melani, tetapi Melani ingin mandi sendiri dikarenakan ia sangat lelah sehabis perjalanan.
Setelah Melani selesai mandi, Raihan segera bergegas mandi. Dia harus wangi sebelum tidur bersama dengan Melani.
"Sayang, tunggu Mas ya" ujar Raihan.
"Hmm" balas Melani.
"Mas mau minta jatah pertama" bisik Raihan di telinga Melani.
"Iya segera mandi sayang" ujar Melani kepada suaminya.
Sepuluh menit kemudian Raihan keluar dari kamar mandi dengan gembira. Dia sungguh bersemangat, tetapi mengalami kekecewaan. Melani sudah ketiduran dengan menggunakan bathrobe (handuk kimono) di badannya.
"Ya ampun sayang, kamu sepertinya begitu kelelahan" ujar Raihan segera mengganti pakaian istrinya.
"Bisa-bisa kamu sakit kalau tidak pakai baju yang benar" lanjut Raihan lagi seraya memasangkan baju Melani secara hati-hati.
"Tahan Rai, tahan, istri mu sedang tidak berdaya" ujar Raihan dalam hati saat melihat tubuh istrinya.
Setelah menahan cobaan yang begitu besar, akhirnya Raihan berhasil memakaikan baju tidur untuk Melani. Raihan segera menyelimuti istrinya dan berbaring di sebelahnya.
__ADS_1
"Selamat malam sayang" bisik Raihan.
"Love you" lanjut Raihan tanpa ada balasan.