
Melani menjelaskan keseluruhan ceritanya dengan Raihan. Sejak awal mereka bertemu, semua karena Anisah. Jika saja Melani tidak berniat menguntit Anisah, maka ia tidak akan bertemu dengan Raihan.
"Jadi Raihan itu mantannya Anisah?" tanya Mario.
"Iya Mar" jawab Melani.
"Hmm menarik sekali" ujar Mario.
"Raihan seharusnya lebih pantas mendapatkan seorang wanita seperti Anisah, baik, lemah lembut, perhatian, dan pastinya sholehah" ujar Melani.
"Kok kamu jadi merendah gitu sih, semangat dong, lagi pula Anisah sudah milik Hans" ujar Mario.
"Saya tidak bilang Raihan bersama Anisah, maksud saya bersama wanita yang seperti Anisah" jawab Melani.
"Kenapa musti menjadi orang lain? jadilah diri sendiri Mel, kamu hanya perlu terus memperbaiki diri" nasehat Mario.
Melani terdiam, yang dikatakan Mario benar adanya. Tetapi entah kenapa hatinya belum siap untuk semua itu.
******
"Sayang kamu kapan bisa pulang?" tanya Anisah pada suaminya.
"Dua minggu lagi kemoterapi saya akan berakhir sayang" balas Farhan.
__ADS_1
"Ayah dan mertua ingin sekali datang kemari" ujar Anisah lagi.
"Iya Mas tahu, tapi akan lebih baik kita bertemu mereka di Indonesia saja, mereka tidak usah jauh-jauh datang kemari" balas Farhan tidak ingin merepotkan keluarganya.
"Iya Mas, lagi pula dua minggu lagi kita akan kembali ke Bandung" ujar Anisah setuju.
"Oiya Mas, kalo Sa udah lahiran, Sa bolehkah mulai bekerja?" tanya Anisah setengah memohon.
"Kamu mau kerja apa sayang, kerja di kantor Mas aja yuk?" ajak Farhan.
"Di perusahaannya Raihan sayang, lagi pula mereka sedang ada lowongan" balas Anisah.
Wajah Farhan terlihat kurang senang setelah Anisah menyebutkan nama Raihan. Farhan paling tidak suka masa lalu Anisah yang super ganteng itu masih berhubungan dengan Anisah.
Anisah yang mengerti dengan situasi ini langsung menjelaskan agar tidak ada kesalahpahaman. Dia tidak ingin suaminya merasa cemburu kepada Raihan.
"Iya saya percaya padamu sayang, tapi bagaimana dengan Raihan?" ujar Farhan dengan suara memohon.
"Hahaha, kamu lucu banget sayang, tumben kamu ketinggalan informasi" jawab Anisah.
"Maksud kamu apa sayang?" tanya Farhan.
"Kamu tahu, Melani dan Raihan saling menyukai" ujar Anisah bersemangat.
__ADS_1
Farhan terlihat begitu kaget setelah Anisah menyelesaikan kalimatnya. Mantannya dan Mantan istrinya saling menyukai.
"Melani mantan saya sayang? dengan Raihan mantan mu?" tanya Farhan masih kurang percaya.
"Exactly sayang, saya tahu kamu pasti kaget, awalnya saya juga demikian" tutur Anisah.
"Wah, mereka sepertinya balas dendam pada kita yang sudah meninggalkan mereka dulu, hahaha" Farhan masih berusaha mencerna semuanya.
"Wah asik ya kalian membicarakan orang lain" ujar Melani yang tiba-tiba masuk bersama Mario.
Farhan dan Anisah kaget setelah mengetahui keberadaan Melani. Mereka menahan tawa satu sama lain agar tidak menimbulkan kekacauan.
"Kenapa berhenti, ayo dong cerita lagi, sepertinya kalian menceritakan sesuatu yang serius" ujar Melani pura-pura tidak tahu.
"Kami hanya menceritakan mengenai masa depan Mel, kami bingung ingin memberikan nama yang cocok untuk calon bayi kami" Farhan mencoba berbohong.
"Hans, jangan coba membohongiku" ujar Melani.
"Seharusnya kamu menikah saja Mel, agar sifat dingin mu segera hilang" saran Farhan.
"Hans berhenti meledek" ujar Melani.
"Tapi saya setuju dengan Hans, kamu sebaiknya menikah Mel" ujar Mario lagi.
__ADS_1
"Saya juga setuju dengan Mas Farhan, sebaiknya kamu menikah Mel" lanjut Anisah lagi.
"Astaga, kalian semua sangat kompak dalam menyerang ku" balas Melani.