
Anisah baru saja selesai memandikan kedua buah hatinya. Farhan sudah berangkat Kerja sedari pagi tadi. Anisah tidak pernah menyesal sedikitpun akan keputusannya menjadi seorang Ibu rumah tangga.
Anisah menolak untuk memiliki pengasuh bayi. Dia memutuskan akan mengasuh bayinya sendiri dengan tangannya. Walaupun awalnya berat, Anisah cepat beradaptasi dengan hal tersebut.
Terkadang Anisah kewalahan karena harus mengurus dua bayi sekaligus. Fauzan lebih rewel dibandingkan Fauzi yang lebih sering tertidur.
Saat semuanya sudah beres, Anisah membereskan rumah yang lumayan berantakan. Anisah melaksanakan semuanya dengan ikhlas agar pekerjaan tidak terasa berat.
Farhan selalu membantu istrinya sebelum ke kantor. Tepat saat weekend, Farhan akan full bekerja di rumah dan meminta istrinya beristirahat.
Sudah berkali-kali Farhan menyarankan Anisah agar memiliki ART (Asisten Rumah Tangga/Pembantu). Tetapi Anisah menolak, dia lebih senang mengerjakan semuanya sendiri. Hingga tiba di saat si kembar sudah memasuki usia delapan bulan. Mereka sudah mulai merangkak dan Anisah mulai kewalahan.
"Kamu harus bilang ke Mas jika tiba saatnya kamu membutuhkan ART" ujar Farhan mengingatkan istrinya.
"Mas, bagaimana kalau bodyguard saya yang dulu kita pekerjakan kembali?" tanya Anisah.
"Boleh, akhirnya kamu kewalahan juga, Mas khawatir dengan kesehatan mu" ujar Farhan.
__ADS_1
"Iya Mas, saya terkadang kewalahan musti kebersihan sekaligus merawat si kembar" jawab Anisah akhirnya mengalah.
"Saya akan menghubungi Talita dan Kesya, tetapi apa tidak lebih bagus kita merekrut orang yang memang berada di bidang mengasuh atau ART?" tanya Farhan.
"Saya suka sama mereka Mas, mereka orang baik, pasti mereka bisa belajar" ujar Anisah.
"Ya sudah kalau begitu Mas akan menghubungi mereka" jawab Farhan seraya memeluk istrinya.
***********
Melani yang baru saja lahiran bertambah berat badannya. Tetapi itu semua tidak mengurangi rasa cinta Raihan kepadanya. Raihan selalu mengingat perjuangan Melani saat melahirkan.
"Pagi Laila sayang" ujar Raihan kepada putrinya yang masih satu bulan.
Waktu Anisah melahirkan usia kandungan Melani sudah menginjak dua bulan. Sekarang bayi Anisah sudah delapan bulan, dan bayi Melani sudah menginjak usia satu bulan.
"Wah bayi kita hanya terpaut tujuh bulan dengan Anisah" ujar Raihan.
__ADS_1
"Kamu benar sayang, nanti kalau mereka sudah dewasa kita jodohkan saja dengan salah satu putra Anisah" ujar Melani menggoda suaminya.
"Biarkan dia menentukan pilihannya sendiri sayang" ujar Raihan.
"Iya sayang, saya bercanda" ujar Melani.
"Sekarang Teh Siska sudah hamil empat bulan, dia akan mengadakan acara syukuran" ujar Melani.
"Seru sekali ya, begitu besar nikmat Allah, kalian bertiga sama-sama hamil tepat waktu, Alhamdulillah kita tidak perlu menunggu lama-lama" ujar Raihan.
"Iya sayang, saya senang, usia bayi kita saling berdekatan, bayi Anisah dengan bayi kita selang tujuh bulan, sedangkan calon bayi Teh Siska dengan bayi kita selang enam bulan" ujar Melani bahagia.
"Mereka bisa menjadi teman main" seru Raihan.
"Hahaha, tentu saja sayang" jawab Melani.
Mereka sungguh tidak sabar dengan kelahiran Teh Siska. Mario dan Teh Siska berencana melakukan USG minggu depan. Jenis kelamin dari calon anak mereka akan diketahui saat itu.
__ADS_1
Melani mengganti celana dan kain putrinya yang basah karena pipis. Dia sungguh terlihat seperti seorang Ibu sungguhan. Bukan hanya terlihat, dia memang seorang Ibu sungguhan yang begitu hebat.