
Anisah bangun dari tidurnya yang nyenyak. Dia hendak mengerjakan sholat subuh di kamar hotelnya. Kemarin Farhan menyuruhnya kembali ke hotel untuk beristirahat.
Perut Anisah sudah mulai terlihat jelas. Kini usia kandungannya sudah hampir empat bulan. Dia tidak sabar menanti kehadiran buah hatinya.
Seusai sholat subuh, Anisah sarapan bersama Melani. Setelah sarapan mereka segera bergegas ke rumah sakit.
Setibanya di rumah sakit Anisah merasa ada yang berbeda dengan Farhan. Suaminya terlihat lebih sering tersenyum. Anisah ingin tahu apa yang menyebabkan suaminya begitu bahagia.
"Ada apa sayang, kamu kelihatan bahagia sekali?" tanya Anisah.
"Lusa kita akan kembali ke Indonesia sayang, surprise" ujar Farhan riang.
"Hah? Kok bisa sayang bukankah seharusnya kamu akan menjalani kemoterapi selama dua minggu lagi?" tanya Anisah.
"Awalnya begitu sayang, tetapi setelah diperiksa kemoterapi yang terakhir ini sudah tidak diperlukan lagi" balas Farhan.
"Syukurlah sayang" Anisah memeluk erat suami tercintanya.
Melani dan Mario terharu melihat aksi pasangan suami istri tersebut. Air mata Melani menetes, wanita itu sungguh terharu.
"Lusa beneran sudah bisa pulang?" tanya Melani.
"Iya Mel, jadi saya tidak perlu merepotkan kamu dan Mario di sini, kita semua akan balik ke Indonesia lusa" ujar Farhan.
"Kami tidak merasa direpotkan Hans" jawab Mario.
__ADS_1
"Mario benar, jangan pernah sungkan pada kami" lanjut Melani.
"Terima kasih teman-teman atas kebaikan kalian" balas Anisah.
"Hari ini dan besok kita habiskan untuk menjelajahi Taiwan" ujar Farhan semangat.
"Jadi kita bisa holiday?" tanya Anisah.
"Tentu saja" balas Farhan.
"Oke Hans, kami tidak akan menolak, iya kan Mel? ujar Mario.
"Kamu benar sekali, ayo kita bersiap-siap" balas Melani.
Danau Matahari Bulan adalah kumpulan air terbesar di Taiwan dan juga merupakan sebuah daya tarik pariwisata. Terletak di kota kecil Yuchi, Kabupaten Nantou, daerah sekitar Danau Matahari Bulan adalah rumah bagi suku Thao, salah satu suku aborigin Taiwan.
Farhan mengabadikan kenangannya bersama istri dan calon bayinya. Lelaki itu sangat bahagia, ternyata Allah masih memberikan kesembuhan kepadanya.
Farhan merasa jauh lebih sehat setelah melakukan transplantasi sumsum tulang belakang, yaitu prosedur penggantian sumsum tulang yang rusak dengan sumsum tulang yang sehat.
Dia tidak sabar untuk kembali ke Indonesia. Farhan akan bertemu keluarganya lusa, lelaki itu begitu merindukan mereka.
"Ayo kita berfoto lagi sayang, jangan bengong gitu dong" ujar Nisa.
"Ayo sayang, saya bahagia" balas Farhan.
__ADS_1
Mereka berdua saling berpelukan mesra dan melepaskan segala kerinduan yang ada. Mario dan Melani merasa bahagia melihat mereka. Tetapi kedua orang tersebut juga ingin segera mengakhiri masa jomblo mereka.
"Makanya nikah" ujar Farhan.
"Hahaha, cewek yang mana yang harus saya nikahi?" tanya Mario.
"Kamu dokter, cewek mana yang gak mau, kita bisa kenalkan Teh Siska padamu" ujar Anisah.
"Teh Siska, itukan wanita yang dikenalkan Melani juga?" tanya Mario.
"Apa jangan-jangan kalian sekongkol?" tanya Mario curiga.
"Apapun itu kamu harus bertemu dengan Teh Siska, cantik dan juga baik" ujar Melani.
"Saya setuju dengan Melani" lanjut Anisah.
"Saya juga setuju dengan Melani" timpal Farhan lagi.
"Astaga, dasar kalian, saya setuju kalau Melani juga setuju dengan Raihan, hahaha" balas Mario tidak mau kalah.
"Saya setuju dengan Mario" jawab Anisah.
"Saya juga setuju dengan Mario" lanjut Farhan lagi.
Mereka bertiga tertawa bahagia, sungguh sederhana tetapi begitu indah. Anisah bersyukur Allah selalu menempatkan orang-orang yang baik di sekelilingnya. Terkhusus suami yang akan selalu menjaganya dan melindunginya.
__ADS_1