Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Season 2 : Fauzi


__ADS_3

Daun jatuh berguguran di halaman masjid tempat anak-anak belajar mengaji. Alunan suara iqro yang terdengar dari dalam masjid begitu menyejukkan hati. Terlihat beberapa anak sedang menghafalkan huruf hijaiyah.


"Alif, Ba, Ta, Tsa, Jim, Ha, Kho, ...." ujar anak-anak itu.


"Alhamdulillah adik-adik, kalian sudah lancar hafalannya, hari ini sampai disini saja, lanjutkan di rumah masing-masing ya" ujar pemuda tampan yang berusia dua puluh enam tahun.


Walaupun baru menginjak usia dua puluh enam tahun, pemuda ini sudah menjadi orang yang bermanfaat bagi orang banyak. Dia adalah pemilik pesantren terbesar dan terbaik di Bandung. Selain itu, pemuda itu juga menjadi guru mengaji gratis di masjid untuk anak-anak yang ingin belajar mengaji.


"Wah lihat itu ustadz Fauzi, dia sangat tampan, saya berharap dia akan menjadi menantu saya" ujar seorang Ibu yang sedang berbelanja sayur keliling yang tidak jauh dari masjid.


"Jangan bermimpi Bu, pria tampan dan matang begitu gak bakalan mau jadi menantu ibu" canda ibu-ibu yang lain.


"Sama saya juga boleh" balas Ibu itu lagi.


"Dasar gak sadar umur hahaha" balas temannya.

__ADS_1


Fauzi merupakan putra dari Farhan dan Anisah. Dia memiliki kembaran bernama Fauzan. Sejak masih kecil, Fauzi memang bercita-cita menjadi seorang hafidz. Setiap hari ia menghabiskan waktu dengan menghafal Al-Qur'an dan hadits.


Fauzi menamatkan perkuliahan di universitas islam terbaik di dunia yaitu Universitas Islam Madinah di Arab Saudi. Dia berhasil mendapatkan beasiswa penuh dan keluar sebagai salah satu murid terbaik.


Fauzi memutuskan membangun Pesantren terbaik di Bandung sejak ia berusia dua puluh dua tahun. Pesantren itu mulai beroperasi sejak ia berusia dua puluh tiga tahun. Walaupun usia pesantren tersebut masih tiga tahun, tetapi pesantren itu sudah memperoleh gelar sebagai pesantren terbaik di Bandung.


Fauzi sangat dekat dengan Ibunya, yaitu Anisah. Dia sangat menyukai kisah percintaan halal orangtuanya. Fauzi bahkan ingat bagaimana orangtuanya bertemu. Farhan teramat sering menceritakan hal tersebut kepada kedua putranya.


"Nak" ujar Anisah kepada Fauzi.


"Iya Bunda?" tanya Fauzi.


"Kenapa Bunda?" tanya Fauzi.


"Karena Bunda rasa kamu dan Fauzan sudah siap untuk menikah sayang, usia kalian sudah dua puluh enam tahun" jawab Anisah.

__ADS_1


Fauzi memeluk Bundanya, wanita terhebat disepanjang hidupnya. Dia akan selalu mengingat perjuangan Bunda yang melahirkan dan membesarkan dirinya.


"Insyaallah Bun, doakan saja ya Bun" ujar Fauzi.


"Iya sayang, Bunda akan selalu berdoa yang terbaik untuk mu" jawab Anisah.


Wajah Anisah tergolong awet muda di usianya yang sudah empat puluh delapan tahun. Farhan lebih tua enam tahun dari dirinya. Sekarang usia Farhan sudah menginjak lima puluh empat tahun.


Keluarga mereka sungguh bahagia walaupun tanpa adanya perempuan lain selain Anisah. Dikarenakan Anisah tidak memiliki seorang putri, dia hanya berharap memiliki menantu yang akan ia anggap seperti putrinya sendiri.


"Bunda berdoa agar kamu akan memiliki wanita yang baik yang bisa kamu tuntun menjadi istri yang shalihah" ujar Anisah.


"Iya Bun, Aamiin" jawab Fauzi.


Anisah tahu bahwa putrinya Melani menyukai putranya. Anisah juga tahu pasti bahwa putranya tidak memiliki rasa yang spesial terhadap putrinya Melani. Sejujurnya Anisah ingin menjodohkan mereka dikarenakan Laila sangat baik dan shalihah. Tetapi sebagai seorang Ibu, Anisah tidak ingin memaksakan kehendaknya.

__ADS_1


"Pilihlah wanita yang dapat menerima baik buruk mu Nak, yang mau diajak bekerjasama hingga ke Jannah" ujar Anisah.


"Aamiin, insyaallah Bun" jawab Fauzi.


__ADS_2