
Shali dan Raihan tengah makan siang bersama di restoran. Wajah Shali terlihat bahagia dan penuh kemenangan.
"Sudah lama kita tidak lunch bareng A" ujar Shali.
"Iya, saya dan kamu kan orang sibuk, apalagi kamu kuliah di luar negeri" balas Raihan.
Beberapa menit kemudian Raihan hendak pergi ke toilet. Tanpa curiga Raihan meninggalkan handphonenya di atas meja. Shali berusaha membuka sandi handphone Raihan. Setelah percobaan ketika, handphone itu berhasil dibuka.
Hanya tanggal ulang tahun Raihan yang menjadi sandi handphone nya Raihan. Tetapi baru saja Shali ingin memeriksa handphone Raihan, lelaki itu sudah kembali dari kamar mandi. Shali segera mematikan layar ponsel Raihan.
"Kamu sudah selesai makan nya?" tanya Raihan.
"Sudah A', tapi saya ingin pergi ke suatu tempat lagi" balas Shalihah.
"Ke mana?" tanya Raihan.
"Saya ingin pergi berbelanja ke mall A', Aa' mau kan temani saya?" pinta Shali dengan suara manjanya.
"Ya sudah kamu jangan lamanya" balas Raihan tidak tega, nyatanya lelaki itu malas menemani Shali ke mall.
Setelah makan mereka melanjutkan perjalanan mereka ke Mall. Raihan hendak menunggu Shali berbelanja di dalam mobil saja, tetapi wanita itu menolak.
"Kamu harus temani saya masuk A', jangan di mobil aja" ujar Shali setengah memaksa.
__ADS_1
Dengan enggan Raihan keluar dari mobilnya. Dia berjalan beriringan dengan Shali untuk menemani wanita itu berbelanja pakaian.
"Ini bagus nggak A'?" tanya Shali memperlihatkan dirinya mengenakan blus putih.
"Iya bagus" jawab Raihan singkat.
"Ya, kok gitu, komentar dong A', jangan cuma bagus doang" balas Shali.
"Saya kurang bisa menilai pakaian wanita Sha" ujar Raihan.
Raihan sedang tidak mood setelah kepergian Melani. Sebenarnya Raihan paling jago di dunia fashion, baik pria maupun wanita. Tetapi karena suasana hatinya, ia enggan untuk menilai pakaian pilihan Shali.
"Kalau ini gimana A'?" tanya Shali lagi.
"Kurang cocok sama kamu, pilih yang tadi saja" balas Raihan untuk mempercepat waktu.
"Kamu menanyakan pendapat saya, ya sudah kamu pilih saja mana yang kamu suka" balas Raihan.
"Saya pikir Aa' bakal bilang kalau saya cantik memakai apapun" ujar Shali dengan raut wajah cemberut.
"Ya sudah kamu beli saja semuanya" balas Raihan yang sudah lelah.
"Yang benar ya A'?" tanya Shali.
__ADS_1
"Iya" balas Raihan.
"Berhubung Aa' calon suami Shali, kali ini Aa' yang bayarin belanjaannya Shali, oke?" pinta Shali menggunakan wajah imutnya.
Tanpa menunggu lama lagi, Raihan mengiyakan permintaan Shali. Lelaki itu sudah lelah dan ingin hendak tidur. Dia tidak ingin berdebat dalam hal apapun lagi.
"Semuanya sudah kan?" tanya Raihan.
"Sudah A', terima kasih Aa" balas Shali.
"Iya sama-sama, saya antar kamu pulang ya" balas Raihan ingin menyudahi pertemuan hari ini.
"Kita langsung pulang A'? Shali kan masih rindu" ujar Shali.
"Saya merasa agak lelah hari ini" balas Raihan.
"Ya sudah A', kalo begitu Aa' langsung pulang saja, Shali balik ke rumah pakai taksi saja" ujar Shali.
Shali berusaha basa-basi, nyatanya wanita itu berharap diantar pulang oleh Raihan. Tetapi kenyataan yang diharapkan Shali tidak sesuai ekspektasi nya, Raihan mengiyakan niatnya untuk naik taksi.
"Terima kasih Sha, kamu pengertian sekali, kamu hati-hati naik taksi nya ya" ujar Raihan bahagia.
"Haha iya A', Aa' juga hati-hati ya" balas Shali dengan terpaksa.
__ADS_1
"Dasar tidak peka, beraninya lelaki ini menyuruh saya pulang dengan taksi, awas saja kamu A', tak lama lagi kamu akan jadi suami saya, semua harta kekayaan mu juga bakal jadi milik saya" ujar Shali dalam hati.
Raihan segera pulang setelah Shali naik ke taksinya. Lelaki itu ingin segera rebahan sembari menunggu kabar dari Melani.