Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Hari Keberangkatan


__ADS_3

Hari ini merupakan hari keberangkatan Anisah dan Melani menuju Taiwan. Tiga koper besar telah berada di depan pintu rumah Anisah.


Si White telah dititipkan kepada Ayah Anisah. Setelah berpikir panjang, Anisah memutuskan memberi nama kucing kesayangannya dengan sebutan "White". Hal ini dikarenakan bulu kucing tersebut lebih dominan berwarna putih.


Raihan datang untuk mengantar mereka ke Bandara. Terlihat wajah Raihan yang lesu akibat ditinggalkan pujaan hatinya.


"Semua barang sudah masuk Rai?" tanya Anisah.


"Sudah, ayo berangkat" balas Raihan.


Selama perjalanan mereka hanya saling diam. Tidak ada sedikitpun kata yang terucap dari mulut mereka. Anisah mencoba mencairkan suasana agar mereka dapat berbicara santai.


"Rai kamu gak berniat ikut kita ke Taiwan?" tanya Anisah.


"Sekalian kamu liburan" lanjut Anisah.


"Nggak, mungkin lain kali" jawan Raihan.


"Yah, padahal kami berdua berharap kamu bisa ikut, iyakan Mel?" tanya Anisah.


"Hmmm, iya" jawab Melani singkat.


"Bagaimana kalau kamu menyusul Rai?" tanya Anisah lagi.


"Saya akan bertemu Farhan disini saja, saat dia sudah sehat" jawab Raihan.

__ADS_1


"Ayolah, kita bisa bermain bersama disana, Alhamdulillah kesehatan Farhan semakin membaik" ajak Anisah tak mau menyerah.


"Sudahlah Sa, percuma kamu mengajak orang yang lagi sibuk" ujar Melani setelah diam sedari tadi.


"Iya, lagi pula hanya kamu yang berharap saya ikut Sa" kode Raihan pada Melani.


"Ha? cuma saya?" tanya Anisah berpura-pura.


"Kamu tidak ingin Raihan ikut dengan kita Mel?" Anisah mencoba membuat mereka akur kembali.


"Memangnya kalau saya jawab iya kamu bakal ikut?" tantang Melani.


"Bagaimana tidak, kalau kamu meminta saya kesana, saya akan mengabulkannya" jawab Raihan bersemangat.


"Sudahlah lupakan, saya tidak berharap kamu ikut" ucap Melani.


"Kalian hati-hati ya" ujar Raihan salam perpisahan.


"Kalau kalian sudah sampai segera kabari" lanjut Raihan lagi.


"Terimakasih banyak ya Rai, kamu sudah sangat banyak membantu saya selama Mas Farhan sakit, saya tidak akan pernah melupakan kebaikan mu, semoga Allah segera membalas budi baik mu" Anisah mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Raihan.


"Terimakasih banyak Rai, kamu laki-laki yang baik, terimakasih telah membantu saya berubah menjadi wanita yang lebih baik, semoga kamu segera dipertemukan dengan wanita yang shalihah" Melani mengucapkan salam perpisahannya.


"Wanita shalihah yang saya inginkan itu kamu, semoga kamu segera memahami niat tulus saya untuk menikahi mu" balas Raihan dengan senyuman manisnya.

__ADS_1


"Terimakasih Sa, kamu akan selalu menjadi sahabat terbaik saya, kalau bukan karena kamu menikah dengan Farhan, saya tidak akan bertemu Melani, jaga dia untuk saya" balas Raihan kepada Anisah.


"Saya tunggu kepulangan mu Mel" lanjut Raihan lagi.


"Melani juga menunggu kedatangan mu Rai" balas Anisah.


Melani hanya menunduk, air matanya serasa ingin keluar. Tetapi wanita itu memutuskan untuk tetap kuat, dia benar-benar harus melupakan Raihan.


"Kalau mau menangis ya menangis saja, tidak usah ditahan" ujar Raihan.


"Raihan benar Mel, kalau kamu ingin nangis keluarkan saja, mumpung masih ada waktu sebelum kita berangkat" tutur Anisah.


"Saya beli minum sebentar ya" ujar Anisah sengaja meninggalkan mereka berdua agar lebih lepas saat berbicara.


"Kamu serius menolak lamaran saya?" tanya Raihan pada Melani saat Anisah sudah pergi.


"Apakah saya terlihat sedang bercanda Rai?" tanya Melani.


"Baiklah, kamu lihat saja nanti, semoga Allah membolak-balik hati mu" balas Raihan.


Tak lama kemudian Anisah kembali, keberangkatan mereka tinggal sebentar lagi. Anisah memberi kode agar mereka menyudahi perbincangan.


"Ya sudah kami berangkat dulu ya Rai, assalamualaikum" ucap Anisah


"Assalamualaikum Rai" ujar Melani.

__ADS_1


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh" balas Raihan.


__ADS_2