Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Hari Pertama di Taiwan


__ADS_3

Bunyi alarm membangunkan Farhan dari tidurnya. Setelah membuka mata, lelaki itu sadar bahwa ia sudah berada di Taiwan. Biasanya dia di bangunkan oleh suara lembut istrinya, sekarang hanya dengan bunyi alarm.


"Sudah bangun Hans?" tanya Mario.


"Iya, kamu sudah istirahat?" tanya Farhan.


"Sudah, kita jalan-jalan sebentar sebelum ke Taipei Veterans General Hospital" ajak Mario.


"Baiklah" Farhan mengangguk setuju, hal tersebut dapat mengurangi rasa cemas berlebihan dalam dirinya.


••••••


Anisah membuka matanya, Taiwan lebih cepat satu jam di bandingkan Bandung. Sekarang pukul 05.00 WIB, berarti di Taiwan sudah pukul 06.00. Anisah beranjak dari tempat tidur, dia hendak mengerjakan sholat subuh.


Setelah sholat subuh, Anisah mulai merasa pening di kepalanya, ia mual dan merasa lelah. Anisah baru teringat bahwa ia sudah telat datang bulan. Seketika tubuh Anisah bergetar.


"Apakah saya hamil?" tanya Anisah pada dirinya. Wanita itu teringat pernah membeli testpack yang ia simpan di lemarinya, tepatnya di bawah bajunya. (eps.9)

__ADS_1


Anisah segera bergegas mengambil testpack tersebut. Wanita itu masuk ke kamar mandi dan mencobanya.


Anisah keluar dari kamar mandi dengan perasaan campur aduk. Dia tidak tahu harus bahagia atau bersedih. Hal ini dikarenakan ia merasakan dua emosi tersebut dalam satu waktu.


Anisah bahagia bahwa ia tengah mengandung anak dari Mas Farhan. Hal ini adalah momen yang selalu mereka tunggu-tunggu. Sebelum Farhan mengetahui bahwa ia sakit dan belum berpura-pura cuek, mereka sering melakukan sunnah rasul tersebut.


Tetapi Nisa juga merasa sedih, karena dia hamil disaat suaminya tidak ada di sampingnya. Jauh di lubuk hati Anisah, dia ingin sekali mengabari Farhan dan memberitahu keadaannya. Mengingat chat Farhan dengan Mario, dia mengurungkan niatnya tersebut.


Anisah segera menyiapkan dirinya, dia berencana untuk merawat kandungannya sembari menunggu kepulangan Farhan. Wanita itu bergegas menuju toko buku, dia membeli buku panduan Ibu hamil dan juga memeriksa kesehatannya.


••••••


"Iya, makanya saya harus segera menyelesaikan skripsi saya dan wisuda sebelum perut saya membesar" balas Anisah.


"Astaga, timing nya kurang pas, kamu bilang suami mu sedang bekerja di luar negeri?" lanjut Masha.


"Iya, tapi saya harus kuat, dia pasti segera kembali" ujar Anisah.

__ADS_1


"Iya kamu benar sa, kamu harus kuat, saya akan berusaha untuk membantu kamu. Jangan sungkan menghubungi saya kalau kamu butuh sesuatu" ujar Masha sebagai sahabat sejati.


Anisah mengangguk, setelah itu ia segera menyelesaikan skripsinya. Wanita itu benar-benar bertekad untuk wisuda sebelum perutnya membesar.


Setelah Anisah pulang dari Kampus, ia singgah sebentar ke minimarket. Anisah mulai membeli susu untuk hamil muda. Selain itu ia juga pergi untuk membeli beberapa buah-buahan yang baik untuk di konsumsi saat hamil muda.


••••••••


Anisah sampai di rumah dengan barang-barang yang di beli nya. Wanita itu segera istirahat, dia takut terlalu banyak bergerak di usia hamil mudanya.


"Ternyata begini rasanya hamil tanpa ada suami di samping kita" ujar Anisah.


Wanita itu segera mengambilnya handphonenya. Dia ingin memberitahukan keluarga nya, kecuali kepada Farhan.


"Kamu baik-baik saja kan Mas?" Nisa mengirimkan pesan kepada suaminya.


Anisah mengirimkan pesan WhatsApp internasional kepada suaminya. Wanita itu merindukan suaminya walaupun baru berpisah selama dua hari.

__ADS_1


__ADS_2