Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Kabar Baik


__ADS_3

Sudah hampir dua minggu Farhan berada di Taiwan. Dia baru saja memulai siklus kemoterapi pertamanya. Dia bersemangat dan terus berdoa, karena Farhan yakin Allah akan memberi kesembuhan kepadanya.


"Anisah kabarnya gimana?" tanya Farhan pada Mario.


"Anisah sering mengirimkan pesan padamu" balas Mario.


"Balas lah pesan darinya, agar ia tidak kuatir" lanjut Mario lagi.


Farhan meraih handphone nya, dilihatnya berapa pesan dari Anisah yang belum sempat di balasnya. Matanya menyiratkan kerinduan saat membaca pesan dari istrinya.


"Saya baik-baik saja, maaf pesan kamu jarang saya balas, kami sering meeting dan sibuk dalam berbisnis" balas Farhan terhadap pesan dari Anisah.


"Oiya Hans..." Mario ingin mengucapkan sesuatu, tetapi ia terlihat ragu.


"Saya baru saja di kabari Bude" balas Mario masih ragu.


Mario memanggil Ibunya Farhan dengan sebutan Bude. Dia akrab dengan Ibunya Farhan, karena sejak kecil ia sudah bersahabat dengan Farhan dan sering bermain di rumah sahabatnya itu.


"Mama bilang apa?" tanya Farhan penasaran.


"Bude memberikan kabar yang mengejutkan, Bude ingin kamu semakin semangat untuk sembuh setelah mendengar ini" lanjut Mario lagi.

__ADS_1


"Katakan Ri, jangan buat saya penasaran" jawab Farhan tak sabaran.


"Anisah hamil Hans, sudah sebulan lamanya" ujar Mario.


Farhan terdiam, lelaki itu sangat bahagia hingga tidak dapat berkata apa-apa. Sejak awal pernikahan ia ingin cepat-cepat memiliki momongan. Tetapi Farhan juga bersedih karena tidak bisa menjaga istrinya di saat-saat penting seperti ini.


"Kamu jangan sedih Hans, segeralah sembuh" ujar Mario.


"Agar kamu dapat segera bertemu Anisah" lanjut Mario lagi menguatkan sahabatnya.


"Insyaallah saya akan berusaha yang terbaik Ri" balas Farhan.


Seketika Farhan meneteskan air matanya. Dia benar-benar bahagia. Tetapi ia juga memikirkan cara untuk menjaga Anisah walaupun ia jauh dari istrinya.


"Kamu bukannya bertemu seseorang untuk menjaga Anisah saat kita hendak pergi?" tanya Mario lagi.


"Iya, tetapi Raihan saja belum cukup, saya butuh bantuan perempuan" ujar Farhan.


"Bude?" tanya Mario lagi.


"Selain Mama, saya mau yang lebih muda agar agar lebih gesit ketika Anisah butuh apa-apa" ujar Farhan lagi.

__ADS_1


"Melani?" tanya Mario.


Mario hanya mengenal Melani. Dia tahu sebenarnya Melani itu orang yang baik. Wanita itu hanya dibutakan oleh cintanya yang teramat besar pada Farhan.


"Jangan, saya takut dia mencelakakan Anisah" ujar Farhan.


"Kamu tahu dia tidak seburuk itu Hans, dia masih memiliki hati nurani" balas Mario.


Bagaimana pun juga Mario juga dekat dengan Melani dan mengenal wanita itu dengan baik. Selama mereka bertiga berkuliah di Belanda, Melani lah yang memasakkan makanan untuk mereka.


"Coba cari tahu sahabat Anisah di kampus" pinta Farhan.


"Tolong cari informasi yang banyak dan akurat, saya tidak mau istri dan calon bayi saya dalam bahaya" lanjut Farhan.


"Baik Hans, kamu tenang saja dan fokus pada kesehatan mu, serahkan tugas ini kepada saya" ujar Mario.


"Terimakasih banyak Ri, kamu sahabat saya yang paling bisa diandalkan" puji Farhan tulus.


"Santai Hans, sama-sama" balas Mario.


•••••••

__ADS_1


Anisah sedang bersiap-siap untuk pergi. Dia ingin menuntaskan baju yang akan ia pakai saat wisuda nanti. Wanita itu hendak menemui desainer yang akan merancang bajunya. Dia berniat menggunakan stelan kebaya modern saat wisuda nanti.


__ADS_2