Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Season 2 : Hanifah


__ADS_3

Hanifah memakai jilbab biru kesukaannya dan mengoleskan sedikit bedak ke wajahnya. Ini merupakan hari pertama ia diterima di perusahaan besar Z. Dia bekerja di kantor pusat berkat hasil kerja kerasnya.


"Mama sungguh bangga sama kamu sayang" ujar Mama Hanifah.


"Terima kasih Mama, Hanifah sayang sama Mama" ujar Hanifah seraya mengecup kening Mamanya.


"Jangan lupa untuk sholat ya sayang walaupun kamu sibuk kerja, Dhuha nya juga jangan tinggalkan" nasehat Mama.


"Insyaallah gak bakal tinggal Ma" jawab putri cantiknya.


"Oiya satu lagi, semoga putri Mama segera bertemu jodohnya, umur kamu sudah dua puluh lima tahun, Mama rasa itu umur yang indah untuk menikah" ujar Mama iseng kepada putrinya.


"Aamiin, doakan saja yang terbaik Mama" jawab Hanifah seraya berpamitan menuju kantor.


Sesampainya di kantor, Hanifah berjumpa dengan rekan-rekan kerjanya yang baik hati. Mereka saling berkenalan satu sama lain. Hanifah bersyukur diterima di Perusahaan yang memiliki karyawan yang baik.


"Perkenalkan nama saya Hanifah" ujar Hanifah saat memperkenalkan dirinya.

__ADS_1


"Saya Adrian, senang berkenalan denganmu Hanifah" jawab Adrian si karyawan lama yang sudah jatuh cinta pada Hanifah.


"Saya Mia, sekretaris bos" ujar Mia sang sekretaris.


Karyawan yang lain juga memperkenalkan diri mereka. Cerita mengenai kecantikan Hanifah si karyawan baru dengan cepat menyebar ke seluruh kantor.


Hari pertama kerja tepatnya di jam waktu Dhuha, Hanifah ingin melaksanakan sholat. Dia pergi menuju mushalla kantor yang sangat bersih. Saat ia sampai ke mushalla, ia melihat seorang pemuda tampan yang sedang menyapu halaman mushalla yang kotor oleh dedaunan.


"Masyaallah, mulia sekali" bisik hati Hanifah.


Keesokan harinya Hanifah langsung mengetahui bahwa pemuda yang di depan mushalla itu adalah seorang bos. Tepatnya putra pemilik perusahaan, dia bahkan tidak malu untuk menyapu halaman mushalla yang kotor.


Hanifah sangat mengagumi pria baik hati itu. Tanpa sengaja mereka selalu bertemu tepatnya untuk sholat Dhuha. Hanifah akan menundukkan pandangannya, begitu pula bos Fauzan yang begitu pemalu terhadap wanita.


"Apakah boleh wanita biasa seperti saya menyukai pria luar biasa seperti bos?" tanya Hanifah pada dirinya.


"Sadarlah Hanifah, dia terlalu luar biasa untuk dirinya yang biasa saja" ujar Hanifah lagi menguatkan dirinya.

__ADS_1


Adrian yang menyukai Hanifah sering mampir pada jam istirahat ke meja kerja Hanifah seraya membawakan makanan. Kebetulan juga si bos sering lewat dari meja kerja Hanifah dan melihat Adrian yang sedang berusaha mendekati gadis tersebut.


Terlihat tatapan cemburu dari mata si bos, tetapi Hanifah sama sekali tidak mengetahui hal tersebut. Hanifah bahkan tidak berani memimpikan bos baik hatinya itu. Tetapi diam-diam Hanifah selalu mendoakan si bos dan menyebut nama lelaki itu di sepertiga malamnya.


"Ya Allah jika dia memang berjodoh denganku, dekatkan lah" ujar Hanifah dalam doanya.


"Jika memang dia bukan yang terbaik untuk hamba, hilangkan lah perasaan suka hamba terhadapnya" lanjut Hanifah lagi saat berdoa.


Begitulah takdir berjalan, mereka sama-sama suka, tetapi memutuskan untuk menyampaikan semua itu dalam do'a mereka. Fauzan dan Hanifah sama-sama memantapkan niat mereka untuk kedepannya.


Hanifah beranggapan bahwa si bos terlalu sempurna untuk dirinya. Sedangkan si bos yang menyukai Hanifah sangat gugup ketika berhadapan dengan wanita yang disukainya.


Pernah suatu hari di saat Hanifah berusaha memberanikan diri untuk menyapa si bos untuk pertama kalinya. Dia sudah mengumpulkan seluruh keberanian yang dimilikinya.


"Selamat pagi bos" ujar Hanifah ragu-ragu.


Fauzan yang sedang berhadapan dengan Hanifah wanita yang disukainya langsung gugup. Dia hanya mengangguk dengan pipi merona dan bergegas kembali ke ruangannya tanpa membalas sapaan gadis itu. Hanifah yang menyaksikan hal tersebut menjadi salah paham dan menganggap si bos tidak menyukai dirinya.

__ADS_1


__ADS_2