
Anisah tengah menyiapkan barang miliknya dan suaminya. Mario sedang keluar membeli oleh-oleh bersama Melani.
"Mas, saya sudah tidak sabar kembali ke rumah" ujar Anisah.
"Saya juga tidak sabar ingin kembali ke rumah, berdua dengan mu" bisik Farhan nakal pada istrinya.
"Apaan sih kamu Mas" balas Anisah malu.
"Kamu beneran udah sehat Mas, saya masih bisa menunggu dan menemani kamu disini" ujar Anisah.
"Alhamdulillah saya udah sehat, apalagi saya sudah operasi sumsum tulang belakang, padahal itu sangat susah ditemukan, Allah sangat baik pada kita" jelas Farhan.
"Iya Mas, Allah begitu baik" jawab Anisah sembari tersenyum.
Beberapa jam kemudian Mario dan Melani kembali ke hotel tempat mereka menginap. Mereka membawa banyak barang belanjaan untuk menjadi oleh-oleh.
"Saya ke kamar dulu ya packing sebentar" ujar Melani.
"Oke saya juga ingin merapikan koper saya, eh barang titipan Anisah sudah sama kamu kan?" tanya Mario.
"Udah nih, aman" jawab Melani seraya pergi menuju kamarnya.
Setibanya di kamar, Melani mengecek handphonenya sejenak. Sebuah pesan dari seorang pria yang belakangan ini selalu hadir di mimpinya.
__ADS_1
"Mel, kamu kapan balik?" tanya Raihan melalui pesan nya.
Tidak ada yang tahu mengenai kepulangan mereka berempat. Mereka ingin merahasiakannya dan memberikan surprise kepada keluarga. Orang-orang tidak akan menyangka bahwa Melani dan Anisah yang baru seminggu di Taiwan akan kembali ke Indonesia bersama Mario dan Farhan.
"Belum tahu" Melani membalas pesan dari Raihan.
Beberapa menit kemudian, bunyi notifikasi pesan kembali terdengar dari handphone Melani. Lagi-lagi dari pria muda yang sangat memesona.
"Apa perlu saya ke sana dan menjenguk Farhan, bagaimana pun juga Farhan suami sahabat saya" pesan Raihan
Tanpa sadar Melani tersenyum, dia tahu itu hanya akal-akalan Raihan. Pasti lelaki itu ingin menyelam sambil minum air. Niat menjenguk Farhan dan ada maksud terselubung lainnya.
"Tidak perlu, Hans tidak ingin dijenguk oleh siapapun untuk saat ini" balas Melani berbohong.
"Haha, besok dia akan terkejut jika melihat kami sudah tiba di Indonesia" ucap Melani pelan sembari sedikit tertawa.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh Sa, kamu sudah balik?" tanya Melani.
"Iya sudah, saat saya di pintu terlihat seorang wanita sedang senyum-senyum sendiri sembari melihat ponselnya" sindir Anisah.
"Sa, sejak kapan kamu di sini?"tanya Melani tersipu malu.
"Sejak kamu senyum-senyum sendiri tadi, ada kabar baik apa sih?" tanya Anisah.
__ADS_1
"Bukan apa-apa Sa" balas Melani.
"Tidak salah lagi, pasti Raihan, mantanku memang yang terbaik" ledek Anisah.
"Bukan Sa, kamu salah" jawab Melani tidak mau mengakui.
"Sudahlah Mel, sebaiknya kamu menikah saja dengan Raihan, semakin cepat semakin baik" ujar Anisah.
"Siapa juga yang bakal menikahi pria yang lebih muda?" balas Melani.
"Hm, yang muda yang lebih menarik" bisik Anisah semakin meledek Melani.
"Apaan sih Nis, kamu lagi berusaha merekomendasikan mantan mu" ucap Melani semakin tersipu.
"Hahaha, tentu saja" ujar Anisah.
********
Keesokan harinya mereka berangkat menuju Bandara. Mario tampak lebih bersemangat, sudah tiga bulan ia berada di Taiwan dan ia sangat merindukan Indonesia.
"Wah, wah si Mario terlihat lebih bersemangat" ejek Melani.
"Jangan lupakan janji mu untuk berkenalan dengan Teh Siska" lanjut Melani lagi.
__ADS_1
"Astaga, kamu tidak bisa berhenti meledek ku" ujar Mario.
Mereka semua tertawa mendengar ocehan Mario. Mungkin saat ini telinga Teh Siska terasa gatal.