Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Season 2 : Pupus


__ADS_3

"Saya tidak mengasihani kamu Wendy, saya memang tulus menyayangi kamu" jawab Fauzi.


"Kenapa ketika saya sudah memutuskan menerima perjodohan itu, kenapa ustaz?" tanya Wendy mulai menangis.


"Saya baru menyadari perasaan saya Wendy" jawab Fauzi.


"Benar atau tidaknya mengenai perasaan ustadz kepada saya juga sudah terlambat ustadz, bulan depan saya akan bertunangan" balas Wendy dengan raut sendu.


"Kamu mencintai lelaki itu?" tanya Fauzi.


"Apakah itu perlu untuk dipertanyakan Fauzi?" tanya Wendy.


"Saya akan memperjuangkan kamu sampai ke jenjang yang lebih serius Wen" ujar Fauzi serius.


"Saya tidak mau bermain-main dengan kamu, makanya saya langsung memberitahukan niat baik saya kepada orangtua saya" lanjut Fauzi.


"Entahlah, Orangtua saya sudah berjanji menjodohkan saya dengan putra sahabatnya" balas Wendy.


"Tapi kamu tidak setuju dengan hal itu Wen" ujar Fauzi.


"Mau bagaimana lagi?" tanya Wendy pasrah.


"Saya akan bertemu dengan calon tunangan mu" ujar Fauzi serius.


"Apa maksud mu?" tanya Wendy kaget.


"Kamu ingin berjumpa dengan Rendi?" lanjut Wendy.

__ADS_1


"Kenapa tidak" jawab Fauzi tenang.


Setelah selesai mengobrol Fauzi mengantarkan Wendy pulang dengan aman ke rumahnya. Pada saat Fauzi hendak kembali pulang ke rumah, dia melihat seseorang yang sedang mengintai rumah keluarga Wendy.


"Berhenti" ujar Fauzi.


Penguntit itu berlari kencang tetapi Fauzi tetap mengejarnya. Setelah tiga menit saling kejar akhirnya Fauzi berhasil menangkap penguntit itu.


"Siapa kamu" tanya Fauzi.


"Memangnya anda siapa?" penguntit itu bertanya balik.


"Kenapa kamu menguntit kediaman keluarga Wendy?" tanya Fauzi.


"Itu bukan urusan anda" jawab penguntit itu.


"Ampun, jangan bawa saya ke kantor polisi" jawab penguntit itu takut.


"Kalau begitu beritahu tujuan mu menguntit dan siapa dalang di balik semua ini" ujar Fauzi.


"Nyonya Melani, Nyonya Melani lah yang menyuruh saya untuk menguntit kediaman Nona Wendy" jawab penguntit itu dengan rasa takut.


"Apa tujuannya?" tanya Fauzi lebih lanjut.


"Say tidak tahu Tuan, dia hanya menyuruh saya mengawasi gerak-gerik Nona Wendy dan keluarganya" jawab penguntit itu.


"Tolong bebaskan saya Tuan, saya sudah menjawab pertanyaan Tuan" pinta penguntit itu.

__ADS_1


"Pergilah, tapi jangan pernah lakukan ini lagi" gertak Fauzi.


"Baik Tuan" jawab penguntit itu.


Malamnya Fauzi menceritakan hal itu kepada Bundanya. Fauzi juga mengabari hal tersebut kepada Wendy agar lebih berhati-hati.


"Kamu yakin dia suruhan Nyonya Melani?" tanya Wendy ragu dalam isi pesannya.


"Iya Wen, penguntit itu sudah mengaku kepada saya" balas Fauzi.


"Untuk apa dia mengirimkan seseorang untuk mengikuti saya?" tanya Wendy terheran.


"Entahlah, kita tidak tahu dengan jelas apa alasan nya melakukan hal tersebut" jawab Fauzi.


*************


Dua hari kemudian, keluarga Wendy diundang untuk makan malam bersama keluarga Rendi. Shalihah menggunakan terusan berwarna hijau redup. Keriput di pipinya sudah mulai terlihat dengan jelas.


Sebelum berangkat ke rumah Rendi, Wendy sudah terlebih dahulu menceritakan kejadian yang dialami Fauzi mengenai si penguntit. Tetapi keluarga Wendy tidak terlalu mengambil pusing akan hal tersebut.


"Sudahlah Wendy, lupakan Fauzi, mulai lah membuka hati untuk Rendi" ujar Mama Wendy.


"Ma, Wendy cinta sama Fauzi" ujar Wendy dengan nada sedih.


"Keluarga Rendi juga pasti sebaik keluarga Fauzi, kamu tenang saja, lama-lama kamu juga bakal suka sama Rendi" jawab Mama Wendy.


Wendy menghela nafas panjang, pupus sudah harapannya untuk dipersatukan dengan Fauzi. Dia masuk ke mobil yang akan membawanya ke kediaman Rendi.

__ADS_1


__ADS_2