Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Bius


__ADS_3

Untuk kesekian kalinya Kevin gagal mengajak Anisah pergi berdua. Kevin juga telah menggunakan panti asuhan sebagai alasan, tetapi ia masih gagal. Hal ini disebabkan Teh Siska kerap bersama Anisah saat di kantor.


Seminggu berlalu dengan cepat, besok adalah hari pertunangan Melani dan Raihan. Anisah memutuskan untuk tidak masuk ke kantor hari ini. Besok anak lelaki dari pemilik perusahaan akan bertunangan.


"Hmm pagi sayang" ujar Farhan.


"Pagi suamiku" jawab Anisah lembut.


"Besok Melani bakal bertunangan" ujar Farhan.


"Iya sayang, semoga mereka bahagia dengan keputusan mereka" ujar Anisah tersenyum.


"Aamiin" jawab Farhan menyahut.


"Sayang hari ini saya mau menjemput kado yang sudah kita pesan" ujar Anisah.


"Saya temani ya sayang" ujar Farhan.


"Iya sayang" jawab Anisah.


Saat Anisah sedang bersiap-siap, bunyi notifikasi dari handphone Farhan terdengar. Panggilan masuk dari sekretaris Farhan. Farhan segera mengangkat panggilan masuk dari sekretarisnya.


"Assalamualaikum Pak" ujar Fatiya si sekretaris.


"Wa'alaikumussalam Tiya, ada apa?" tanya Farhan.

__ADS_1


"Ada dokumen yang harus bapak tanda tangani segera, ini sangat mendesak Pak" ujar Fatiya.


"Baiklah Tiya, saya segera ke kantor" jawab Farhan seraya mematikan panggilan.


"Sayang sepertinya Mas harus ke kantor sekarang, ada keperluan mendesak" ujar Farhan.


"Tidak apa-apa sayang, saya bisa pergi bersama Teh Siska" jawab Anisah tersenyum.


"Serius tidak apa-apa sayang?" tanya Farhan.


"Iya sayang" jawab Anisah mengelus rambut suaminya.


Setelah Farhan pergi, Anisah segera menghubungi Teh Siska. Mereka janjian akan bertemu di cafe dekat kantor tempat mereka biasa nongkrong.


Kebetulan Anisah tiba lebih dulu dari Teh Siska. Anisah duduk dan menunggu Teh Siska seraya memesan teh.


"Eh Anisah" ujar Kevin pura-pura tidak sengaja bertemu dengan Anisah.


"Kevin, kamu di sini" ujar Anisah.


"Iya kebetulan saya ada urusan di sekitar sini" jawab Kevin senatural mungkin.


"Urusan apa?" tanya Anisah.


"Sa saya kehilangan cincin berharga saya yang diberikan Ibu saya, terjatuh dari saku saya saat saya hendak mengambil dompet dari saku saya" ujar Kevin dengan wajah sedih.

__ADS_1


"Kenapa bisa ada di saku kamu?" tanya Anisah.


"Saya hendak melamar wanita yang saya sukai hari ini, tetapi sebelum itu saat ingin membeli kotak cincin" jelas Kevin berpura-pura.


"Ternyata saat saya sedang dalam perjalanan ke toko, saya melihat pengemis, saya mengeluarkan dompet, kemungkinan jatuh di sekitar situ" lanjut Kevin lagi.


"Saya ingin bantu kamu, tunggu saya beritahu Teh Siska kalau saya pergi sebentar ya" ujar Anisah lagi.


"Kamu tidak perlu beritahu Siska, kita cuma sebentar, bahkan sebelum Teh Siska datang kita sudah selesai sehabis itu saya antar kamu ke sini lagi" ujar Kevin.


Anisah merasa ada yang janggal dengan alasan Kevin mengenai Teh Siska. Tetapi ia sungkan menolak ajakan Kevin yang butuh pertolongan.


"Ya sudah saya bayar minuman dulu ya" ujar Anisah.


Anisah wanita yang pintar, diam-diam saat ia hendak ke kasir, dia mengirim lokasinya dari what'sapp kepada Teh Siska. Dia juga menghidupkan GPS nya untuk berjaga-jaga.


Ketika mereka hendak keluar, Kevin menuntut Anisah ke jalan yang sunyi. Baru beberapa menit berjalan Anisah mulai merasa curiga.


"Vin, mana lokasinya?" tanya Anisah.


"Di sini sepi sekali" lanjut Anisah lagi.


"Sebentar Sa, saya sedang mengingat-ingat tempat pengemis itu berada, seingat saya di sekitaran sini" ujar Kevin.


Lima menit berlalu, tiga orang lelaki berbaju hitam mendatangi mereka. Para pria itu memakai masker dan menutup mulut Anisah dari belakang dengan saputangan yang sudah ditaruh bius.

__ADS_1


Tangan Kevin di ikat seolah-olah dia juga ikut dicuri bersama Anisah. Wanita itu mencoba melarikan diri tetapi kepalanya pusing dan ia mulai kehilangan kesadaran.


__ADS_2