Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Restu


__ADS_3

Shalihah langsung menemui Mama Raihan untuk meminta bantuan. Shalihah memasang raut wajah bersedih dan mengadukan semua kejadian yang baru saja ia alami.


"Tante..." ujar Shali manja.


"Kenapa Shali?" tanya Mama Raihan.


"Melani datang ke ruangan Aa' Raihan, dia berusaha merebut Aa' Rai dari saya" jawab Shalihah.


"Kamu tidak perlu khawatir Shali, Tante yang menyuruh Melani untuk mengunjungi Raihan" ujar Mama Raihan.


"Kenapa Tante melakukan itu?" tanya Shalihah kaget.


"Biar bagaimanapun juga dia yang telah menyelamatkan Raihan dan membawa Rai ke rumah sakit" jawab Mama Raihan.


"Tapi Tante dia berusaha menggoda Aa' Rai" ujar Shalihah lagi.


"Kamu salah Sha, tanpa di goda oleh Melani pun Raihan memang sejak awal sudah menyukai wanita itu" jawab Mama Raihan.


"Tante kenapa begini sih, bukannya Tante sudah berjanji menjodohkan Aa' Rai dengan Shali" ujar Shalihah.


"Kamu tenang aja Shali, Tante hanya sekedar mengizinkan mereka bertemu, bukan mengizinkan mereka menikah" ujar Mama Raihan menenangkan.


"Ya sudah ayo kita kembali ke ruangan Aa' Rai Tante, Shali tidak ingin Melani berlama-lama di ruangan Aa' Rai" ujar Shali setengah memohon.

__ADS_1


"Ya sudah ayo kita kesana" ujar Mama Raihan.


Mama Raihan dan Shalihah berjalan beriringan menuju ruangan Raihan. Saat mereka sudah sampai di depan ruangan Raihan, Mama Rai berhenti sejenak seraya menatap Anisah.


"Anisah, itu kamu?" tanya Mama Raihan.


"Tante, sudah lama kita tidak bertemu" ujar Anisah ramah.


"Kamu sedang hamil ya, senang berjumpa dengan mu lagi, kamu ke sini hendak mengunjungi Raihan?" tanya Mama Raihan.


"Saya sedang menemani sahabat saya Melani Tante, sekalian saya juga mengunjungi Raihan" ujar Anisah tersenyum.


"Melani sahabat kamu? bukannya dia musuh kamu?" tanya Mama Raihan tidak percaya.


"Shali, bukannya kamu bilang Melani musuhnya Anisah? pelakor rumah tangganya Anisah?" tanya Mama Raihan menegaskan.


"Setahu saya begitu Tante" jawab Shali mulai takut.


Mama Raihan membuka pintu ruangan putranya. Dia melihat wanita yang begitu familiar.


"Kamu, pantas saja kamu terlihat familiar ketika menolong saya" ujar Mama Raihan sedikit terkejut.


"Maaf Tante, saja juga baru tahu ketika Tante memberikan kartu nama kepada saya" jawab Melani.

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak menelpon balik? saya menunggu telpon dari kamu" ujar Mama Raihan.


"Maafkan saya Tante, saya sungkan" jawab Melani.


"Kamu seperti malaikat bagi keluarga saya Melani, kamu tidak hanya menolong saya ketika di Mall, kamu bahkan menyelamatkan putra semata wayang saya" ujar Mama Raihan.


"Itu hanya kebetulan Tante" jawab Melani.


"Bagaimanapun juga saya harus berterima kasih kepadamu" ujar Mama Raihan tulus.


"Sama-sama Tante" jawab Melani.


"Bagaimana bisa Tante menyebut Melani sebagai musuh saya, Tante tahu sendiri dia begitu baik, dia sahabat bagi saya" ujar Anisah menambahkan.


"Tante termakan omongannya Shali, kamu bisa menjelaskan kekeliruan mu Shali?" tanya Mama Raihan dengan nada menekan.


"Maafkan saya Tante, saya hanya mendengar dari orang-orang" ujar Shalihah pura-pura merasa bersalah.


"Sudahlah Tante, Shali tidak salah, bagaimanapun dia adik sepupu saya" ucap Melani memaafkan.


"Kebetulan Mama ada di sini, Ma izinkan Raihan menikahi Melani Ma, Raihan tidak akan bisa menemukan wanita yang lebih baik lagi dari dirinya" ujar Raihan meminta restu.


"Baiklah Rai, kalau itu memang keputusanmu Mama tidak ada alasan untuk menolaknya" ujar Mama Raihan terharu.

__ADS_1


Shalihah keluar dari ruangan dengan perasaan marah. Dia tidak menyangka Ibu Raihan merestui hubungan Melani dengan putranya. Akhirnya Melani memenangkan pertarungan atas Shalihah.


__ADS_2