Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Penguntit


__ADS_3

Anisah segera menyelesaikan skripsinya. Maret cerita, wisudanya akan berlangsung di bulan Maret ini. Dua bulan dari sekarang, kemungkinan perut Anisah belum terlalu besar.


"Selamat ya, the power of kepepet sih gitu, skripsi auto cepat selesainya" ujar Masha.


"Iya nih, saya takut perut saya membesar sebelum wisuda, hahaha" balas Anisah tertawa kecil.


"Kamu gapapa wisuda tanpa suamimu?" tanya Masha lagi.


"Gapapa Sha, itu bukan persoalan yang perlu di permasalahkan" balas Anisah lebih dewasa.


"Wah, kamu jauh lebih dewasa Nis, kagum loh" puji Masha.


••••••


Anisah segera ke pasar untuk membeli bahan masakan setelah pulang dari kampus. Selama perjalanan ia merasa seperti sedang diawasi. Anisah mencoba lebih tenang dan tidak panik.


"Berhenti" ujar seorang lelaki kepada si penguntit.


"Kamu siapa?" tanya wanita itu.


"Harusnya saya yang bertanya, kamu siapa? Kenapa kamu mengikuti Anisah?" balas lelaki itu.


"Saya Melani, temannya Anisah" ujar gadis itu.


"Teman? kalau kamu temannya kenapa gak di samperin?" tanya Raihan lagi.


"Emangnya kamu siapa sih? sibuk amat" Melani balik bertanya.


"Saya Raihan, orang yang ditugaskan menjaga Anisah" balas Raihan tegas.


"Oooo, kamu bodyguard ya?" tanya Melani salah paham.


"Hebat juga si Anisah punya bodyguard tampan" lanjut Melani lagi.

__ADS_1


"Sebaiknya anda pergi sekarang, gerak gerik anda mencurigakan" perintah Raihan.


"Dasar bodyguard, awas aja" jawab Melani seraya pergi meninggalkan Raihan.


Raihan segera mencari Anisah. Lelaki itu takut Anisah sampai terluka di tengah pasar yang sedang ramai pengunjung. Setelah lama mencari, akhirnya Raihan menemukan wanita itu. Anisah sedang memegang beberapa kantong plastik belanjaannya. Raihan hendak membantu membawakan barang-barang Anisah. Baru saja Raihan hendak mendekati Anisah, dering ponselnya menghentikannya.


"Assalamualaikum" ucap Raihan.


"Wa'alaikumussalam Pak Bos, meeting nya sebentar lagi mulai Pak, Bapak lagi dimana?" tanya bawahan Raihan.


"Batalkan saja meeting hari ini, saya ada urusan mendadak yang jauh lebih penting" balas Raihan.


"Baik Pak Bos" ujarnya patuh.


Raihan segera berlari menuju ke tempat Anisah berada. Setelah Anisah sudah terlihat dekat, Raihan membenahi bajunya dan dasinya sebelum bertemu Anisah.


"Assalamualaikum Sa" ujar Raihan.


"Wa'alaikumussalam Rai, kamu selalu muncul saat aku di pasar" jawab Anisah.


"Sa, saya bawakan ya" pinta Raihan.


"Gak usah Rai, ini gak berat kok" balas Anisah.


"Ayolah Sa, saya hanya ingin berbuat baik dengan menolong kamu" lanjut Raihan.


Mendengar jawaban dari Raihan membuat Anisah sungkan untuk menerima kebaikan Raihan. Wanita itu menyodorkan beberapa plastik belanjaannya.


"Sekalian saya antar ke rumah ya, takutnya kamu bahaya" pinta Raihan lagi.


"Baiklah, terimakasih Rai" balas Anisah. Dia setuju dengan pendapat Raihan. Apalagi dia sedang mengandung, dia takut memakai kendaraan umum yang cenderung ramai.


"Mulai besok saya bawa mobil saja" ujar Anisah saat mereka sudah di dalam mobil.

__ADS_1


"Kamu yakin? saya bisa antar jemput kamu" balas Raihan.


"Kamu kenapa Rai, belakang ini sering muncul di hadapan saya dan menawarkan bantuan terus?" tanya Anisah dengan raut wajah curiga.


"Suami kamu mana?" tanya Raihan berusaha mengalihkan topik pembicaraan.


"Dia sedang ada pekerjaan di luar negeri" balas Anisah.


Raihan melihat raut bersedih di wajah Anisah. Dia juga berusaha untuk menepati janjinya pada Farhan untuk menjaga Anisah selama Farhan dalam masa pengobatan.


"Kamu jujur saja Rai, saya tadi pura-pura tidak tahu untuk melihat kejujuran mu" Anisah mulai serius.


"Maksud kamu Sa?" tanya Raihan dengan wajah bingung.


"Mas Farhan meminta kamu kan untuk jagain saya selama dia berobat" ujar Anisah.


"Eh Saaa, kok kamu?" Raihan terkejut dan bertanya terbata-bata.


"Saya sudah baca semua pesan kalian di handphonenya Mas Farhan" balas Anisah setelah melihat kebingungan di wajah Raihan.


"Farhan sudah tahu?" tanya Raihan lagi.


Anisah menggeleng, Raihan langsung paham maksud dari wanita itu.


"Kamu ingin saya merahasiakannya dari Farhan kan?" ujar Raihan.


"Benar sekali Rai" jawab Anisah.


Mereka diam secara bersamaan, rumah Anisah semakin dekat. Anisah tidak memberitahukan tentang kehamilannya pada Raihan. Wanita itu takut bahwa Raihan akan memberitahu Farhan.


"Makasih ya Rai, kamu sudah repot-repot anterin saya" Anisah pun keluar dari mobil Raihan.


"Sama-sama, hubungi saya setiap kamu ada perlu ya" pinta Raihan.

__ADS_1


Anisah mengangguk dan menunggu Raihan pergi. Setelah Raihan sudah keluar dari pagar rumahnya, Anisah segera masuk ke dalam rumah.


__ADS_2