
Anisah dan Farhan tengah makan malam di ruang makan. Anisah sedikit merasa aneh dikarenakan keberadaan kedua bodyguard Farhan.
"Mas, udahan dong" ujar Anisah.
"Udahan apanya sayang, makannya? tanya Farhan.
"Udahan bodyguard nya, saya rasa itu nggak perlu lagi" jawab Anisah.
"Mungkin sekarang kita sudah aman, tapi bagaimana kalau muncul Kevin yang lain di kehidupan kita?" tanya Farhan parno.
"Nggak sayang, saya kasihan melihat kedua wanita itu musti ikutin saya" ujar Anisah lagi.
"Kan wanita, makanya Mas gak ambil bodyguard pria, takutnya kamu risih" ujar Farhan.
"Ya jelas lah Mas, wanita aja udah risih gini" jawab Anisah.
"Kamu hanya dijaga sampai kamu lahiran saja gimana?" tanya Farhan mulai bernegosiasi.
"Mas...." Anisah masih mencoba memohon.
"Pleasee" pinta Farhan dengan muka imutnya.
"Iya deh Mas" jawab Anisah akhirnya mengalah.
Anisah segera menghabiskan makanannya dan menemui para bodyguard yang sedang menonton televisi. Anisah membawa beberapa cemilan kepada kedua wanita itu seraya mengajak mereka mengobrol.
"Kalian sudah makan malam belum, tadi saya ajakin kalian nggak mau" ujar Anisah
Mereka langsung berdiri begitu Anisah datang. Anisah yang melihat hal tersebut langsung ternganga dan merasa tidak enakan.
"Kalian duduk saja, tidak apa-apa kok" ujar Anisah seraya mengajak mereka duduk kembali.
"Nama kalian siapa?" tanya Anisah.
"Saya Kesya Nyonya" ujar bodyguard yang sebelah kanan.
"Saya Talita Nyonya" ujar bodyguard sebelahnya.
"Wah nama yang bagus, kalian tidak perlu merasa sungkan kepada saya, kalian bisa menganggap saya sebagai saudara perempuan kalian" ujar Anisah.
__ADS_1
Kedua wanita itu saling bertatapan satu sama lain. Baru kali ini mereka menemukan majikan sebaik Anisah. Biasanya orang yang mereka jaga akan sering marah dan membentak mereka. Selain itu mereka diperintahkan melakukan pekerjaan berat dan tidak pernah diajak mengobrol rileks.
"Terima kasih Nyonya" ujar Talita.
"Nyonya baik sekali" puji Kesya.
"Mulai sekarang panggil saya Anisah, jangan Nyonya" ujar Anisah.
"Ha, kenapa Nyonya?" tanya mereka terkejut.
"Karena saya teman dan saudara kalian" jawab Anisah.
"Ya sudah kalian tidur saja malam ini, besok kita akan pergi ke acara pertunangan sahabat saya" ujar Anisah.
"Baik Nyonya" jawab para bodyguard.
**********
Acara yang ditunggu-tunggu oleh seluruh anggota keluarga Melani dan Raihan akan segera dimulai. Melani terlihat sangat cantik di hari pertunangannya. Mereka memutuskan menikah bulan depan untuk menyiapkan segala acara.
"Selamat ya sayang" ujar Teh Siska.
"Tanpa menikah dengan Raihan, kamu dan Anisah sudah menjadi keluarga Teteh" ujar Teh Siska yang membuat mereka terharu.
"Aaaa Teteh so sweet" ujar Anisah seraya memeluk Teh Siska.
"Kamu gak kenapa-kenapa kan Sa?" tanya Teh Siska khawatir akan kejadian kemarin.
"Alhamdulillah saya tidak apa-apa Teteh" ujar Anisah bahagia.
"Kamu jangan sampai trauma ya" pinta Melani tulus.
"Iya insyaallah saya tidak akan begitu" jawab Anisah.
Mereka semua saling membagikan kebahagiaannya. Baru saja kemarin mereka tertimpa musibah, sekarang sudah baik-baik saja. Kalimat habis gelap terbitlah terang menyimbolkan suasana mereka saat ini.
********
Seminggu kemudian disaat mereka semua sedang makan siang bersama di sebuah restoran, Teh Siska mengumumkan sesuatu. Wajah Teh Siska lebih merona dari biasanya. Dia terlihat lebih bahagia dan murah senyum.
__ADS_1
"Guys saya punya kabar baik untuk kita semua" ujar Teh Siska.
"Apa Teh?" tanya mereka penasaran.
Teh Siska senang melihat wajah penasaran yang terpancar dari sahabatnya. Teh Siska menatap Mario dan mereka sama-sama mengangkat tangan mereka. Terlihat cincin yang di jari manis mereka berdua.
"Guys, saya akan menikah dengan Mario" ujar Teh Siska.
"Iya, kami berencana menikah setelah Raihan dan Melani" lanjut Mario.
Tidak ada respon yang wah diantara sahabatnya. Mereka kembali melanjutkan makan siang mereka dengan santai.
"Kalian tidak terkejut?" tanya Teh Siska.
"Kami tahu akan berakhir begini Teh, Teteh dan Mas Mario itu udah best couple, makanya kami tidak heran lagi" Anisah jujur.
"Saya juga sepemikiran dengan Anisah" ujar Melani setuju.
"Saya juga" lanjut Farhan.
"Saya juga" ujar Raihan tidak mau kalah.
Mario dan Teh Siska hanya bisa tersenyum malu melihat kekonyolan sahabat mereka. Teh Siska berusaha mengalihkan topik pembicaraan.
"Sa, kamu tiap hari bersama dua wanita itu?" tanya Teh Siska.
"Iya Teh, ini nih Mas Farhan pake acara datangin bodyguard" ujar Anisah cemberut.
"Selama kamu hamil sayang" ujar Farhan mencoba membujuk.
"Tapi saya setuju dengan Farhan, saya takut terjadi apa-apa lagi denganmu" jawab Teh Siska.
Farhan merasa senang niat baiknya dimengerti oleh Teh Siska. Anisah memperlakukan kedua bodyguard itu seperti temannya. Saat di rumah mereka akan makan bersama, menonton bersama, bahkan sharing bersama.
"Kamu kenapa tidak ajak mereka makan bersama kita?" tanya Teh Siska.
"Saya sudah ajak Teh, tapi mereka menolaknya dan merasa sungkan, jadi mereka memilih meja yang berbeda, dari tadi saya sudah bujuk mereka untuk bergabung" jawab Anisah.
"Ya sudahlah yang penting mereka nyaman" ujar Teh Siska.
__ADS_1