Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Penolakan


__ADS_3

Setelah pulang berbelanja, Raihan dan Melani makan malam bersama di sebuah restoran ternama. Setelah mereka selesai makan, Melani baru saja sadar bahwa restoran tersebut sepi pengunjung.


Setelah melihat sekelilingnya dengan lebih seksama, Melani bahkan baru menyadari hanya ada mereka berdua di dalam restoran tersebut selain para pelayan. Wanita itu merasa ada hal yang janggal mengenai restoran tersebut.


"Rai, apa kamu nggak merasa ini sedikit aneh?" ujar Melani.


"Aneh bagaimana?" tanya Raihan.


"Pengunjungnya sepi sekali Rai, bahkan pembelinya hanya kita berdua" ujar Melani.


Raihan tersenyum tipis seakan menyiratkan sesuatu. Setelah mereka berbincang-bincang sejenak, Raihan segera memberikan isyarat kepada seorang pelayan.


Selang tiga menit seorang pelayan datang dengan sebuah kotak cincin di nampannya. Pelayanan tersebut segera memberikan kotak cincin itu kepada Raihan.


"Mel, saya tahu bahwa kita terpaut usia, saya bahkan belum lama mengenal mu" ujar Raihan.


"Semua itu tidak menghalangi saya untuk memperlihatkan niat baik saya untuk menikahi mu, sedikit pun saya tidak pernah ingin bermain-main dengan mu" lanjut Raihan setelah menarik nafas sejenak.

__ADS_1


"Mel, insyaallah saya sanggup menafkahi mu dan anak-anak kita kelak" ujar Raihan.


"Oleh karena itu, Melani Winda Prawira, sudikah kamu menikah dengan saya dan menghabiskan sisa waktu kita bersama?" ucap Raihan mengakhiri segala ucapannya.


Melani menangis, untuk pertama kalinya dalam hidupnya menangis ketika dilamar seorang pria. Setelah putus dari Hans, Melani sudah pernah dilamar beberapa kali, tetapi tidak satupun dari mereka yang diterima.


"Rai, saya tahu niat kamu baik" ujar Melani mulai membalas lamaran Raihan.


"Tetapi kamu terlalu muda untuk saya" lanjut Melani.


"Rai kamu pria yang baik, saya yakin kamu akan mendapatkan wanita yang jauh lebih baik daripada saya" ujar Melani tersenyum.


Setelah mengucapkan kalimat terakhirnya, Melani pergi meninggalkan Raihan yang masih duduk terpaku. Gadis itu pergi seraya meneteskan air matanya. Dia merasa Raihan berhak mendapatkan gadis yang lebib dari dirinya.


Selama di dalam taksi, Melani mengingat semua akan dosa-dosanya. Jauh di lubuk hatinya, Melani benar-benar menyukai Raihan. Tetapi gadis itu takut bahwa dirinya akan mengulangi kesalahan yang sama.


Melani tipikal wanita yang tergolong cuek terhadap pria yang baru dikenalnya. Dia bahkan wanita yang sulit untuk ditaklukkan. Akan tetapi, jika Melani sudah betul-betul menyukai seorang pria, dia akan mempertaruhkan segalanya. Itulah yang menyebabkan dirinya tidak dapat berpikir jernih.

__ADS_1


Sebelum Melani benar-benar mencintai Raihan lebih dalam lagi, gadis itu memutuskan untuk melupakan Raihan. Dia tidak ingin kisahnya dengan Raihan berakhir sama dengan Hans.


Dia segera kembali ke rumah Anisah. Besok adalah hari keberangkatan mereka ke Taiwan. Melani berharap Raihan bisa secepatnya melupakan dirinya.


******


"Assalamualaikum" ucap Melani dengan suara serak.


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh Mel, kamu dari mana saja?" tanya Anisah.


"Saya makan malam di luar Sa" balas Melani.


Anisah melihat mata Melani yang merah. Istri Farhan langsung menyadari ada hal aneh yang di sembunyikan Melani.


"Mel, kamu kenapa?" tanya Anisah dengan lemah lembut.


"Kamu bisa cerita pada saya mengenai keluh kesah mu" lanjut Anisah.

__ADS_1


"Sa... saya harus bagaimana" Melani mulai menangis.


Malam itu Melani menceritakan seluruhnya kepada Anisah. Tanpa memotong cerita dari Melani, Anisah menjadi pendengar yang baik.


__ADS_2