Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Persetujuan


__ADS_3

Shalihah melangkah menemui pria yang baru saja memotret Anisah. Dia berjalan dengan optimisme disertai senyuman kemenangan di wajahnya.


"Memotret secara diam-diam itu ilegal loh" ujar Shalihah mengagetkan pria itu.


"Kamu siapa?" tanya pria itu.


"Harusnya saya yang bertanya, kamu siapa? berani-beraninya memotret Anisah yang sudah bersuami" gertak Shalihah.


"Kamu temannya Anisah?" tanya Kevin.


"Saya musuhnya, kamu siapa?" tanya Shalihah.


"Kamu tidak perlu tahu siapa saya" jawab pria itu.


"Baiklah kalau kamu tidak beritahu saya akan mengadukan pada Anisah kalau kamu memotret dia diam-diam, bagaimana?" ancam Shalihah.


"Apa mau kamu yang sebenarnya?" tanya pria itu.


"Saya tahu kamu menginginkan Anisah dari gerak hanya dari melihat lirikan matamu" ujar Shalihah.


"Saya bisa membantu kamu untuk mendapatkan Anisah, mari kita bekerjasama" ujar Shalihah.

__ADS_1


"Apa maksud mu?" tanya Kevin mulai penasaran.


Mereka segera berpindah lokasi menuju salah satu restoran terdekat. Shalihah mulai mendiskusikan rencana jahatnya dengan pria itu.


"Terlebih dahulu perkenalkan nama saya Shalihah, saya mantan tunangannya Raihan.


Kevin terkejut mendengar ucapan wanita yang baru saja dikenalnya. Wanita ini cantik tetapi berhati busuk.


"Saya Kevin, rekan kerja Anisah" ujar Kevin juga memperkenalkan dirinya.


"Bagus, rencana kita semakin bagus kalau kamu merupakan rekan kerjanya Anisah" ujar Shalihah tersenyum.


"Bagaimana rencana mu?" tanya Kevin.


"Maksud kamu? saya belum mengerti" ujar Kevin.


"Kita akan mencuri Anisah sebelum pertunangan Raihan tanpa membuka identitas kita, kita akan mengirimkan surat ancaman atas keselamatan Anisah asalkan Raihan membatalkan pertunangannya dengan Melani" ujar Shalihah.


"Saya tidak mau, kamu yang paling diuntungkan atas itu, bukan saya" ujar Kevin.


"Kamu tenang saja, saya akan membuat skenario seolah-olah kalian berdua di curi, kalau perlu saya akan mengirim mu dan Anisah ke luar negeri agar kamu bisa bersenang-senang, Anisah hanya mengira kalau kamu ikut diculik bersama dirinya, bagaimana?" tanya Shalihah mulai bernegosiasi.

__ADS_1


"Kamu tidak takut? mereka semua pemegang perusahaan" ujar Kevin.


"Kamu tidak perlu takut, kita tidak akan meninggalkan jejak" ujar Shalihah meyakinkan.


"Baiklah apa yang pertama kali harus saya lakukan?" tanya Kevin.


"Berhubung perut Anisah sudah semakin besar, tidak lama lagi dia akan cuti" ujar Shalihah.


"Sebelum hal itu terjadi, kamu harus berhasil membawa Anisah berjalan-jalan jauh dari kantor, oleh karena itu kamu harus mendekati dia agar Anisah mempercayai mu, setelah kalian berdua jauh dari kantor, kalian akan diculik oleh orang bayaran kita" ujar Shalihah penuh percaya diri atas kemenangannya.


"Anisah akan mengira saya juga diculik bersamanya?" benar begitu.


"Ya benar, kalian akan dikurung berduaan kalau perlu kalian keluar negeri bersama, bukankah berduaan dengan Anisah adalah keinginanmu?" tanya Shalihah.


"Baiklah saya setuju, kita sama-sama diuntungkan" jawab Kevin yang sudah dibutakan oleh cinta.


"Saya akan menyuruh orang kepercayaan saya untuk mengirimkan pesan kepada Raihan agar membatalkan pertunangannya jika mau Anisah selamat" ujar Shalihah.


"Rencana yang bagus, saya tidak mengira kamu cukup pintar" puji Kevin.


"Saya hanya berusaha mendapat apa yang seharusnya milik saya, yaitu Raihan" ujar Shalihah sinis.

__ADS_1


"Baiklah senang bekerjasama denganmu" Kevin mengulurkan tangannya.


"Semoga sukses" jawab Shalihah sembari mengulurkan tangannya juga.


__ADS_2