Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Tragedi


__ADS_3

Anisah menghela nafas panjang. Sore ini dia telah berhasil menyelesaikan semua tugasnya. Wanita hamil itu tengah menunggu suaminya untuk menjemputnya.


"Lagi nunggu siapa Sa?" tanya Sania.


"Nunggu suami saya Sania" jawab Anisah.


"Wah, direktur perusahaan Z kan, kalau tidak salah namanya Pak Farhan?" tanya Sania kagum.


"Iya San, kamu ini berlebihan sekali haha" canda Anisah.


"Tentu saja saya kagum Sa, eh saya duluan ya" ujar Sania memanggil taksi yang lewat.


"Takutnya keburu hujan Nyonya" ujar Sania.


"Hati-hati Sania, jangan pernah sebut saya dengan panggilan Nyonya" ujar Anisah geli.


"Hahaha, Anisah memang rendah hati, saya pergi ya" ujar Sania.


Setiap harinya Kevin menatap kagum pada Anisah. Wanita itu penuh pesona meskipun ia tengah hamil. Kevin bahkan tidak peduli dengan status wanita itu sebagai Nyonya perusahaan Z. Dia berjalan menghampiri wanita impiannya.


"Belum pulang Sa, keburu hujan loh" ujar Kevin mendekat.


"Eh Kevin, saya tengah menunggu suami" jawab Anisah.

__ADS_1


Wajah Kevin mendadak berubah mendengar jawaban dari wanita pujaannya itu. Dia tidak terima melihat wanita itu bahagia dengan lelaki yang bukan dirinya.


"Sepertinya suami anda sedang sibuk, saya bisa mengantarkan anda pulang" ujar Kevin dengan senyuman manisnya.


" Tidak perlu repot-repot Kev, sebentar lagi dia pasti datang" ujar Anisah.


Baru beberapa menit Anisah mengucapkan kalimat itu suaminya akhirnya datang. Farhan keluar dari mobil membawa payung menuju istrinya. Gerimis mulai membasahi jalanan sebelum hujan deras turun.


"Maaf Mas lama sayang, tadi ada kemacetan di lampu merah" ujar Farhan dengan nada romantisnya.


"Tidak apa-apa Mas, saya juga belum lama menunggu" jawab Anisah.


Kevin memperhatikan gerak-gerik mereka berdua. Api cemburu membara di kedua matanya. Dia benar-benar membenci laki-laki yang bersanding dengan perempuan idamannya.


"Kevin ini suami saya" ujar Anisah lagi.


"Farhan" ujar Farhan tersenyum ramah.


"Saya Kevin Mas" jawab Kevin sopan.


"Wah kamu punya rekan kerja yang ganteng begini" puji Farhan.


"Hahaha Mas bisa saja, suami Anisah juga hebat sekali, saya dengar-dengar Mas seorang direktur?" tanya Kevin pura-pura tidak tahu.

__ADS_1


"Haha anda melebihkan, apa Mas cukup terkenal di sini sayang?" goda Farhan pada istrinya.


"Sudah Mas, ayo kita pulang" ajak Anisah.


"Baiklah, kami duluan dulu Kevin" ujar Farhan.


"Kami duluan ya Kevin" lanjut Anisah.


"Iya Sa, Mas, hati-hati di jalan" jawab Kevin dengan senyuman terpaksa nya.


Farhan membukakan pintu untuk Anisah. Anisah tersenyum dengan perlakuan suaminya yang romantis.


"Berarti Anisah menyukai pria botak" ujar Kevin dalam hatinya.


"Tunggu saja Anisah kamu bakal jatuh cinta pada saya" ujar Kevin lagi.


**********


Melani melangkah keluar dari rumah dengan malas. Wanita itu hendak ke minimarket terdekat untuk membeli keperluan datang bulan. Kebetulan Melani lupa bahwa persediaannya telah habis.


Melani mengendarai mobilnya dengan mood yang tidak bagus. Perutnya sakit dikarenakan haid dan ia merasakan keram juga.


Saat setengah perjalanan, jalanan macet dan terlihat orang-orang sedang berkumpul. Melani penasaran dengan apa yang terjadi. Gadis itu keluar dari mobilnya dan mendekati khalayak ramai. Sepertinya tengah terjadi kecelakaan lalu lintas.

__ADS_1


Terlihat Raihan tergeletak tidak berdaya di dalam mobilnya. Badannya terlihat berlumuran darah. Raihan mengalami kecelakaan, dengan cekatan Melani segera memanggil ambulans. Melani menangis sejadi-jadinya, dia tidak percaya ini harus menimpa lelaki sebaik Raihan.


__ADS_2