Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Merinding


__ADS_3

Anisah begitu kelelahan saat acara sudah selesai. Farhan khawatir akan kesehatan istri dan calon bayinya. Pria botak itu mengambil minyak telon dan mendekati istrinya.


"Sini Mas pijitin kepalanya" ujar Farhan.


"Tidak usah Mas, pasti Mas juga capek" jawab Anisah.


Farhan tidak memperdulikan penolakan dari istrinya. Lelaki itu memijat lembut kepala istrinya. Anisah merasa sedikit rileks saat dipijat oleh Farhan.


Kucing mereka yang bernama white mengelus-elus kepalanya ke kaki Farhan. Lelaki itu langsung mengerti dan mengambil makanan untuk white yang sedang kelaparan.


"Akhirnya semua acara beres ya Mas" ujar Anisah.


"Sayang, mungkinkah anak kita kembar?" tanya Farhan.


"Perut kamu terlihat besar untuk ukuran kehamilan empat bulan" lanjut Farhan lagi.


"Entahlah Mas, bisa jadi" jawab Anisah.


"Kapan kita USG? tanya Farhan.


"Kalau minggu depan gimana Mas?" ujar Anisah memberikan saran.


"Insyaallah Mas bisa, untuk kamu dan calon bayi kita Mas akan selalu ada" ujar Farhan.

__ADS_1


Anisah tersenyum bahagia dan bangga telah memiliki suami sehebat Farhan. Wanita itu tidak pernah sedikitpun menyesali dirinya yang telah menerima lamaran pria itu.


*******


"Kamu langsung masuk kantor, harusnya kamu istirahat aja dulu" ujar Sania.


"Saya sudah cukup beristirahat tadi malam" jawab Anisah.


"Pagi Anisah" ujar Nasya ramah.


"Kamu sudah sarapan? ini kami bawakan bubur ayam untukmu" lanjut Tania seraya menyodorkan makanan.


"Kalian sedang apa?" tanya Sania heran.


"Tidak ada yang salah, kalian hanya terlihat aneh" jawab Sania.


"Aneh kenapa?" tanya Nasya.


"Ya aneh, biasanya kalian jahat pada Anisah, sekarang terlihat berbeda drastis" ujar Sania tanpa basa-basi.


"Sudah-sudah jangan berkelahi, kita harus hidup dengan akur dan damai" ujar Anisah.


Mereka segera berhenti berdebat dan kembali ke meja masing-masing. Raihan mendatangi Anisah dan menyampaikan sesuatu.

__ADS_1


"Sa, malam minggu ini kita berkumpul di rumah kamu ya" ajak Raihan.


"Boleh, memangnya ada apa Rai?" tanya Anisah.


"Kita adakan malam keakraban, kabar baiknya Teh Siska akan di sini sampai acara pertunangan kami" ujar Raihan.


"Berarti Teh Siska akan menetap di sini selama sebulan?" tanya Anisah bersemangat.


"Yes right, kita lancarkan misi untuk menjodohkan Teh Siska dengan Mas Mario" ujar Raihan.


"Baiklah, saya juga ingin Teh Siska menemukan lelaki yang baik seperti Mas Mario" jawab Anisah.


"Oke, sampai ketemu malam minggu" ujar Raihan.


*********


Kevin diam-diam mengumpulkan foto Anisah yang ia jepret diam-diam. Kevin begitu menyukai Anisah sampai-sampai tidak dapat mengalihkan perhatiannya dari wanita yang sudah bersuami itu.


"Kamu tunggu saja Sa, di waktu yang tepat saya akan merebut mu dari suami mu" ujar Kevin seraya merapikan hasil foto Anisah yang menempelkannya di dinding kamarnya.


Kevin begitu terobsesi akan kecantikan dan kelembutan Anisah. Tidak sedikit wanita yang berusaha mendekati Kevin, tetapi pria itu tidak tertarik sedikitpun kepada wanita selain Anisah.


Suatu hari saat Kevin hendak memotret Anisah diam-diam, Nasya tidak sengaja melihatnya. Tidak hanya itu, Nasya juga melihat Kevin mengeluarkan lidahnya saat melihat hasil jepretan foto Anisah. Nasya merinding melihat kelakuan Kevin. Dia tidak menyangka lelaki seperti Kevin memiliki obsesi yang kuat atas Anisah.

__ADS_1


Tetapi Nasya tidak berani mengungkapkan hal ini itu pada Anisah. Dia takut Kevin akan memergokinya dan menyakitinya. Dia lebih memilih diam untuk sementara waktu sembari menunggu waktu yang tepat.


__ADS_2