
Anisah telah mengatur jadwal pertemuannya dengan Mama Wendy. Setelah mengetahui bahwa Nyonya pemilik perusahaan besar ingin menjumpainya, tentu saja Mama Wendy tidak akan menolak.
"Ada apa gerangan Nyonya mengajak saya bertemu?" tanya Mama Wendy pada Anisah dengan lemah lembut.
"Jadi begini Bu, putra saya telah menyukai putri Ibu" ujar Anisah to the point.
"Wendy?" tanya Mama Wendy.
"Iya Wendy, putra saya Fauzi menyukai anak gadis anda yang bernama Wendy" jelas Anisah.
"Saya bahagia putra dari pemilik perusahaan besar menyukai putri saya, tetapi dia sudah lama kami jodohkan dengan putra sahabat suami saya" ujar Mama Wendy.
"Apakah Wendy menyetujui perjodohan itu?" tanya Anisah.
"Awalnya Wendy tidak menyetujuinya, tapi belakangan ini dia akhirnya setuju dikarenakan itu merupakan permintaan Papanya yang sedang sakit" jawab Mama Wendy.
"Memangnya siapa yang bakal menjadi calon suami Wendy?" tanya Anisah.
"Namanya Rendi, dia juga merupakan putra dari pemilik perusahaan besar" ujar Mama Wendy.
"Sejak mereka kecil mereka sudah dijodohkan, saya tidak terlalu dekat dengan Ibu Randi, tetapi keluarga kami dekat dengan Papanya Rendi" ujar Mama Wendy.
"Kalau boleh tahu siapa nama orangtua Randi?" tanya Anisah.
__ADS_1
"Nama Papa Randi adalah Prayoga, sedangkan nama Ibunya kalau tidak salah Shalihah" ujar Mama Wendy.
"Saya tidak terlalu mengenal Ibu Rendi, dia jarang bertemu dengan saya, jika ada pertemuan keluarga hanya Prayoga saja yang mewakili" ujar Mama Wendy.
Seluruh tubuh Anisah bergetar mendengar nama Ibu yang disebutkan oleh Mama Wendy. Nama itu mengingatkan dia pada wanita yang menyakitinya dan sahabatnya di masa silam.
Sampai saat ini Anisah bahkan sudah melupakan wanita yang bernama Shalihah. Dia tidak mau mengingat masa lalu yang hampir membuat dirinya kehilangan kehilangan anak-anaknya.
Setelah pulang ke rumah, Anisah segera mencaritahu mengenai keluarga Rendi sang tunangan Wendy. Anisah yakin bahwa Shalihah yang disebutkan bukanlah shalihah yang ia kenal. Bagaimana mungkin Shalihah memiliki anak laki-laki yang setahun lebih muda dari anaknya. Sedangkan ia sedang dalam penjara karena perilaku buruknya terhadap Anisah dan para sahabatnya.
"Selidiki kasus ini" ujar Anisah kepada bawahannya.
"Pastikan bahwa dia bukan Shalihah yang saya maksud" lanjut Anisah lagi.
***********
Siang yang cerah tetapi tidak secerah suana rumah yang tidak harmonis itu. Wanita yang memiliki putra tunggal itu tengah memarahi putranya.
"Sudah berapa kali Mama bilang kamu harus dekatin si Wendy" ujar sang Ibu.
"Ma, Rendi gak cinta sama Wendy" jawab anaknya.
"Makan itu cinta, perusahaan kita sedang diambang kebangkrutan" ujar sang Ibu lagi.
__ADS_1
"Apa tidak ada cara lain selain harus menikahi Wendy Ma?" tanya Rendi.
"Tidak, Mama tidak mau tahu, kamu harus segera membuat Wendy jatuh cinta padamu dan mau menikah denganmu" ancam sang Mama.
"Baik Ma" ujar Rendi ketakutan.
Rendi sangat takut pada Ibunya, wanita itu kasar dan tidak punya hati. Hanya Papa Rendi lah satu-satunya pria yang teramat menyukai Mama Rendi tanpa memandang sifatnya.
Sewaktu dulu, Papa Rendi merupakan pria miskin yang menyukai Ibu Rendi yang kaya raya. Dikarenakan Prayoga tetap mencintai Ibu Rendi walaupun wanita itu pernah masuk penjara menjadi alasan bagi Kakek Rendi untuk memilih Prayoga menjadi menantunya.
Saat Kakek Rendi sudah lanjut usia, dia menyerahkan seluruh warisan dan harta kekayaan baik perusahaan kepada Prayoga dan juga putri kandungnya. Prayoga tahu bahwa Shalihah tidak menyukainya, tetapi ia tetap tulus menyayangi wanita itu.
Kembali ke masa saat Shalihah di dalam penjara, ada sesuatu yang tidak diketahui oleh orang banyak. Papa Shalihah menutup informasi tentang keadaan dan keberadaan putri semata wayangnya itu.
Sebulan sebelum Shalihah masuk penjara, dia pergi ke klub malam dan mabuk-mabukan. Dia stress memikirkan Raihan yang tak kunjung mencintai dirinya. Saat dalam keadaan tidak sadar, Shalihah diperkosa oleh lelaki yang juga sedang mabuk-mabukan di klub tersebut.
Shalihah tidak menyadari bahwa setelah kejadian itu ia tengah hamil. Saat sebulan dalam penjara, barulah Shalihah sadar bahwa ia tengah hamil dua bulan. Shalihah segera mengabarkan hal tersebut kepada orangtuanya.
Orangtua Shalihah melarang putrinya untuk melakukan aborsi. Mereka memutuskan untuk membesarkan anak itu selama Shalihah di dalam penjara. Saat itu Prayoga yang masih muda menjadi asisten kepercayaan Papa Shalihah sangat mencintai Shalihah.
Dengan segala keihklasan dalam dirinya, dia berterus terang kepada orangtua Shalihah mengenai rasa cintanya kepada Shalihah. Prayoga juga bersedia menerima anak yang dikandung oleh Shalihah dan menyayanginya seperti anak kandung sendiri.
Orangtua Shalihah yang sudah buntu dan merasa terpuruk akan semua ini tentu merasa bahagia. Bagaimana tidak, masih ada lelaki yang tulus mencintai putrinya yang seorang narapidana dan hamil di luar nikah.
__ADS_1