Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Jendela


__ADS_3

Farhan mempercepat laju mobilnya hingga kecepatan tinggi. Dia benar-benar takut akan kehilangan istri tercintanya. Setelah setengah jam perjalanan, mereka sampai di alamat yang di tuju.


Tempat yang mereka dapatkan adalah sebuah bangunan seperti gudang. Kecurigaan mereka semakin bertambah melihat tempat tersebut.


Mereka mencoba masuk ke dalam, tetapi di sana sudah tidak ada siapa-siapa. Mereka melihat sekitaran gudang itu masih terlihat basah. Ini menandakan gudang tersebut baru saja ditinggalkan.


"Farhan, lokasi Anisah sudah tidak terdeteksi lagi" ujar Teh Siska panik.


"Pasti mereka sudah menyita handphone Anisah" jawab Farhan.


"Kita harus bagaimana, polisi akan segera datang" ujar Teh Siska.


Benar saja, lima menit setelah mereka sampai polisi telah datang. Mereka segera menyelidiki kasus tersebut. Teh Siska merasa ini semua ada kaitannya dengan Kevin. Teh Siska membisikkan sesuatu kepada Farhan.


"Ayo kita ke rumah Kevin terlebih dahulu, siapa tahu kita dapat petunjuk" ujar Teh Siska.


"Kevin? lelaki yang membawa Anisah dari cafe?" tanya Farhan memperjelas.


"Iya ayo, saya sudah meminta alamatnya ke teman sekantor saya" ujar Teh Siska bergerak cepat.


"Ternyata laki-laki botak itu memiliki masalah dengan Anisah" ujar Farhan khawatir seraya menuju mobil.


"Dia menyukai Anisah, itu masalahnya" ujar Teh Siska.


Mata Farhan melotot, otaknya berputar setelah Teh Siska mengatakan itu. Bagaimana bisa Kevin menyukai wanita hamil yang telah bersuami.


"Gila dia" ujar Farhan seraya menyetir.

__ADS_1


"Dia gila karena cinta" ujar Teh Siska seraya memperlihatkan alamat yang dituju.


"Pesona istriku memang luar biasa" Farhan menangis dan mencoba menghibur dirinya sendiri.


"Sayang kamu dimana, Mas khawatir" ujar Farhan.


Teh Siska juga menghubungi Melani dan Raihan. Tetapi mereka memutuskan untuk tidak memberitahu keluarga mereka sebelum Anisah ditemukan. Farhan takut orang tua dan mertua nya sakit dikarenakan usia mereka yang sudah tua.


"Kamu kabari Raihan dan yang lainnya" ujar Farhan.


"Saya akan mengabari mereka agar mereka mengerahkan anak buahnya untuk membantu mencari Anisah" jawab Teh Siska.


"Terima kasih Sis" ujar Farhan disela-sela kekhawatirannya.


"Tidak masalah Farhan" jawab Teh Siska.


"Bagaimana bisa Anisah dicuri" Melani mulai menangis.


"Kamu tenang dulu Mel jangan panik, kita akan cari solusinya ya" jawab Raihan menenangkan.


"Siapa yang tega menyakiti wanita sebaik Anisah" ujar Melani lagi.


"Kita berdoa ya Mel untuk keselamatan Anisah, saya sudah mengerahkan anggota untuk mencarinya" jawab Raihan lagi.


"Iyaa Rai" ujar Melani sedih.


"Saya pergi dulu menemui Farhan untuk membantu mencari Anisah" ujar Raihan.

__ADS_1


"Saya ikut" ujar Melani.


"Kamu disini saja, biar kami yang mencarinya" jawab Raihan.


"Rai pokoknya aku ikut, di sana ada Teh Siska" ujar Melani.


"Ya sudah kalau begitu ayo" jawab Raihan akhirnya mengalah.


Mario sudah terlebih dahulu menemui Farhan. Mereka sepakat untuk bertemu di rumah Kevin. Alamat Kevin sudah dikirim ke Raihan dan juga Mario.


"Ini rumahnya" ujar Mario.


"Saya coba ketuk dulu" ujar Teh Siska.


"Assalamualaikum, Kevin" ujar Siska seraya menghidupkan bel rumah.


Tidak ada terdengar suara, Mario dengan sigap berjalan menuju ke samping rumah. Dia melihat salah satu jendela terbuka, dan itu cukup besar untuk masuk ke dalamnya.


"Hans, Siska, sini deh" ujar Mario.


"Kenapa Mar" ujar Teh Siska.


"Sepertinya kita bisa masuk dari sini" ujar Mario seraya menunjuk ke arah jendela.


Akhirnya Farhan dan Mario masuk melalui jendela. Sedangkan Teh Siska menunggu di luar untuk melihat keadaan.


"Pastikan kalian menemukan kamar Kevin, temukan apa pun yang bisa menjadi barang bukti" ujar Teh Siska.

__ADS_1


"Baik Sis" jawab mereka berdua.


__ADS_2