Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Dua Bodyguard Wanita


__ADS_3

Shalihah mendapatkan kabar dari ketua pencuri bahwa Kevin sudah ditangkap. Shalihah mengepal kedua tangannya dan segera menyiapkan barang-barangnya. Dia tahu Kevin akan menyebutkan namanya sebagai pihak bersalah.


Shalihah berencana pergi ke luar negeri. Dia bergegas memanggil taksi menuju bandara. Dia akan pergi ke negara Belanda dengan penerbangan yang telah ia siapkan jika rencananya gagal. Dia telah menyiapkan satu koper barang dan tak lupa membawa paspor.


"Dasar tidak berguna bagaimana bisa mereka gagal" ujar Shalihah marah saat di taksi.


"Pak percepat jalannya" ujar Shalihah kepada supir taksi.


**********


Polisi segera mengunjungi kediaman Shalihah. Setelah diperiksa lagi ternyata rumah itu kosong. Polisi segera melacak keberadaan Shalihah. Akses keluar masuk Shalihah mulai ditutup. Keluarga Shalihah juga sudah dihubungi.


"Rai, ayo kita ke Bandara sekarang" ujar Melani.


"Ayo percepat Rai" ujar Melani lagi.


"Kenapa Mel?" tanya Raihan.


"Saya yakin Shalihah sudah berada di Bandara" jawab Melani cerdas.


"Yang kamu katakan masuk akal, baiklah kita langsung ke Bandara" jawab Raihan seraya mempercepat mobilnya.


Raihan juga menghubungi anggotanya agar ikut ke Bandara. Anisah sudah diamankan bersama Farhan, sedangkan polisi sudah membawa Kevin ke kantor polisi.


"Ayo cepat Rai, kita harus segera menangkap Shalihah, saya takut dia berbuat lebih kejam lagi" desak Melani.

__ADS_1


"Iya Mel, kamu tenang saja, polisi sudah terlebih dahulu ke Bandara" jawab Raihan menenangkan Melani.


"Saya tidak menyangka Shalihah tega melakukan ini Rai, segitu cintanya dia sama kamu" ujar Melani khawatir.


"Dia masih harus diinterogasi Mel, yang tenang ya" ujar Raihan lagi.


Sesampainya di Bandara, Raihan dan Melani langsung menyusul para polisi. Jalur Shalihah sudah ditutup di saat dia menyerahkan KTP nya. Dia terlambat untuk melarikan diri, rencananya tidak berjalan sebagaimana mestinya.


"Jangan bergerak, anda harus ikut kami ke kantor polisi untuk diperiksa lebih lanjut mengenai kasus yang menimpa Ibu Anisah" ujar Pak Polisi.


Wajah Shalihah seketika pucat, dia melirik ke arah Melani. Shalihah memperlihatkan raut wajah penuh kebencian.


"Awas saja kamu Melani" ujar Shalihah marah.


Polisi segera membawa Shalihah keluar dari Bandara. Semua orang berkerumunan ingin mengetahui apa yang terjadi.


"Sudah, jangan bersedih lagi, semua telah berakhir" ujar Raihan kepada wanita idamannya.


"Makasih Rai" ujar Melani akhirnya menangis ketakutan.


"Besok kita akan bertunangan, bulan depan kita akan segera menikah" ujar Raihan mengingatkan.


"Bukannya kita menikah dua bulan lagi Rai?" tanya Melani.


"Satu bulan lagi, saya sudah tidak bisa menunggu lama" ujar Raihan iseng.

__ADS_1


"Dasar kamu" jawab Melani tersipu-sipu.


"Kamu tidak mau?" tanya Raihan dengan wajah berbinar.


"Nggak" jawab Melani cepat.


"Jahat" jawab Raihan sedih.


"Nggak nolak" lanjut Melani.


"Yey, Alhamdulillah, finally" sorak Raihan bahagia.


***********


"Kamu tidak sedang bercanda kan Mas?" tanya Anisah seraya melirik ke kanan dan kirinya.


"Nggak sayang, ini semua demi kebaikan kamu dan calon bayi kita" jawab Farhan santai.


Anisah menatap ke arah kedua bodyguard itu sekali lagi. Sejak kejadian yang menimpa Anisah, Farhan membawakan Anisah dua bodyguard wanita untuk menjaganya. Kedua wanita itu merupakan bodyguard terlatih dan terbaik di agensinya.


"Sayang, saya rasa ini tidak perlu" ujar Anisah lagi.


"Jangan bilang mereka akan ikut menemani saya ke pertunangan Melani?" tanya Anisah lagi.


"Betul sekali sayang" jawab Farhan tanpa merasa berasalah.

__ADS_1


__ADS_2