
Waktu berlalu dengan begitu cepat seakan tidak ada celah untuk merasakannya. Raihan membantu istrinya yang sedang hamil besar ke rumah sakit. Hari ini jadwal check up Melani. Raihan selalu meluangkan waktunya untuk istri tercintanya.
"Gimana kondisi kehamilan saya dok?" tanya Melani.
"Bagus sekali, putri Ibu dan Bapak akan segera lahir minggu ini" ujar dokter turun bahagia.
"Alhamdulillah, sudah saatnya ya dok" ujar Raihan.
"Iya Pak" jawab dokter tersebut.
*******
Melani melahap habis nasi goreng yang ada di mejanya. Semakin hari dia semakin merasa bahagia sekaligus takut. Dia bahagia akan segera bertemu dengan putrinya. Melani juga merasa takut akan merasakan yang namanya melahirkan, wajar saja itu kali pertama baginya.
"Kamu tidak apa-apa sayang?" tanya Raihan.
"Saya tidak apa-apa sayang" jawab Melani.
"Kira-kira nama yang bagus untuk calon putri kita siapa ya?" tanya Raihan.
"Saya ingin menamai putri kita dengan Laila Mas yang artinya malam, saya berharap di setiap malamnya putri kita akan terbangun untuk shalat tahajud, dan dia akan mendoakan kita dan menjadi penolong kita masuk surga Mas" ujar Melani menjelaskan.
"Masya Allah, sungguh indah sayang" puji Raihan.
"Saya setuju" jawab Raihan lagi.
Mereka berdua saling bertatapan dan tersenyum bahagia. Raihan dan Melani sudah tidak sabar menantikan kelahiran putri yang akan membantu mereka menuju surga, insyaallah.
"Mas, Teh Siska udah masuk tiga bulan kan?" tanya Melani.
__ADS_1
"Iya sayang, Mas Mario sering curhat kalo Teh Siksa ngidam yang aneh-aneh" ujar Raihan menahan tawa.
"Waktu saya ngidam minta apa ya Mas?" tanya Melani sedikit bernostalgia.
"Kamu pernah minta mangga muda jam satu malam sayang, kamu juga pernah minta balon jam 3 malam, kamu juga pernah minta cincin berlian di waktu subuh" jawab Raihan mengingat masa-masa kelam nya.
"Maaf sayang, kamu pasti kewalahan saat itu" ujar Melani berpura-pura merasa sedih.
"Nggak kok sayang, saya bahkan bahagia bisa menuruti semua keinginanmu, walaupun saya musti manjat pohon mangga tetangga setelah diberi izin, segera mencari toserba dua puluh empat jam untuk mencari balon, segera menghubungi pemilik perusahaan berlian di waktu subuh, semua itu menjadi pengalaman berharga sayang" jawab Raihan walaupun sebenarnya dia sempat kesal saat Melani mengidamkan semua itu.
"I love you sayang" ujar Melani bangga.
"Love you too sayang" jawab Raihan.
Raihan segera mengelus perut Melani yang sudah memasuki usia sembilan bulan. Raihan bangga Melani tidak pernah mengeluh walaupun ia kesulitan berjalan dikarenakan perutnya yang besar.
"Papa sayang kamu Nak" bisik Raihan.
**********
Teh Siska tengah duduk di bangku ruang keluarga seraya menonton televisi. Mario sedang asik membuatkan susu hangat untuk istrinya.
"Kamu pengen apa lagi Ma?" tanya Mario yang seorang dokter.
"Pengen rujak Pa" jawab Teh Siska.
"Alhamdulillah ya Allah, untung saja Mama minta rujaknya di siang bolong begini, Mama pengertian deh" puji Mario seraya mengambil kunci mobil.
"Mama ikut atau tidak?" tanya Mario saat hendak membeli rujak.
__ADS_1
"Papa saja deh, Mama lagi asik nih, yang pedas ya Pa" ujar Teh Siksa.
"Ya sudah kamu baik-baik di sini ya" jawab Mario seraya mencium kening istrinya.
"Iya Pak dokter, siap laksanakan" ujar Teh Siska.
Baru saja Mario hendak keluar untuk membeli rujak, Teh Siska tiba-tiba memanggilnya. Mario segera kembali ke ruang keluarga untuk menemui istrinya.
"Sayanggggggg" ujar Teh Siska.
"Iya Ma" jawab Mario khawatir.
"Jangan pake mentimun ya" ujar Teh Siksa seraya tersenyum tipis.
"Sayang Mas kirain apaan, Mas khawatir loh, kamu nakal ya" ujar Mario seraya mendekat.
Teh Siska langsung menutup mulutnya. Dia tahu dikala ia membuat Mario kesal, lelaki itu akan menyerangnya. Mario menarik tangan Teh Siska dari mulutnya dan mendaratkan ciuman di mulut istrinya.
"Itu balasan untuk mulut yang teriak dan membuat suaminya khawatir" ujar Mario seraya tersenyum.
"Dasar dokter mesum" ejek Teh Siska.
"Mesum ke istri sendiri tidak apa-apa" jawab Mario seraya mengelus rambut Teh Siska.
"Kamu baik-baik di sini, jangan membuat keributan, Mas beli rujak kamu dulu" ujar Mario sekali lagi.
"Iya Pak dokter" jawab Teh Siska.
"Jangan iya-iya saja, dilaksanakan" ujar Mario.
__ADS_1
"Iya Pak dokter ganteng tapi bawel" jawab Teh Siska dengan ekspresi imut.
Sekali lagi ciuman mendarat di bibir Teh Siska. Sebelum istrinya marah, Mario segera berlari keluar. Mario akan mencari rujak terenak untuk istri dan calon bayinya.