
"Pagi sayang" ujar Anisah pada suami tercintanya.
"Pagi juga sayang" balas Farhan dengan kepala botaknya.
"Kamu terlihat lebih seksi Mas" ujar Anisah geli melihat kepala suaminya yang botak.
"Sholat subuh yuk" ajak Farhan pada istrinya.
"Yaudah saya berwudhu dulu ya Mas" ujar Anisah.
"Iya sayang" balas Farhan.
*******
Pagi harinya Anisah segera menghubungi Raihan. Dia akan mendaftarkan dirinya di perusahaan keluarga Raihan.
"Assalamualaikum Nis, gimana kabar Farhan?" tanya Raihan setelah mengangkat telpon dari Anisah.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh Rai, alhamdulilah Mas Farhan baik-baik saja" jawab Anisah.
"Kamu jadi daftar hari ini?" tanya Raihan lagi.
"Jadi dong, masih ada lowongan kan?" tanya Anisah.
"Jangankan lowongan, kamu mau masuk pakai jalur istimewa juga bisa Sa" balas Raihan sedikit bercanda.
"Tapi kehamilan mu bagaimana? apa kamu tidak tunggu lahiran dulu?" tanya Raihan lagi.
"Kehamilan saya baru empat bulan, kamu tidak perlu khawatir Rai" jawab Anisah.
"Ya sudah kalau begitu, kamu juga sudah permisi ke suami kan?" Raihan memastikan lagi.
"Alhamdulillah sudah Rai, saya anggap ini wawancara masuk kerja, hahaha" balas Anisah tertawa.
"Sampai ketemu di kantor Sa, btw jangan lupa membawa oleh-oleh dari Taiwan" ujar Raihan sebelum mematikan telponnya.
"Siap, yaudah assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh Rai" ucapan kalimat penutup Anisah.
__ADS_1
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh Sa" Raihan menutup telponnya setelah menjawab salam.
Anisah segera bersiap-siap menuju kantor Raihan. Suaminya bersikukuh ingin mengantar Anisah ke tempat tujuannya.
"Sayang, saya bisa berangkat sendirian" ujar Anisah.
"Saya khawatir sayang" balas Farhan sembari mengambil kunci mobil.
"Kamu baru saja sehat sayang" balas Anisah.
"Kamu sedang hamil sayang" lanjut Farhan lagi.
Akhirnya Anisah mengalah dan mau diantar oleh Farhan. Sepanjang perjalanan mereka bercerita tentang masa depan mereka.
"Sayang, kenapa sih kamu harus kerja? insyaallah saya sanggup menafkahi kamu dan anak-anak kita kelak" ujar Farhan.
"Saya juga ingin mengaplikasikan ilmu saya di dunia kerja sayang, saya kan sudah lulus kuliah" jawab Anisah manja pada suaminya.
"Ya sudah, kamu jangan terlalu capek ya sayang, kalau kamu sudah bosan kerja kasih tahu, langsung berhenti aja sayang" ujar Farhan khawatir.
"Iya sayang, makasih banyak sayang" balas Anisah.
"Mas berangkat kerja dulu ya" ujar Farhan.
"Ingat Mas, jangan sampai kelelahan, kesehatan yang utama" Anisah mengingatkan suaminya.
"Siap istri cantikku" jawab Farhan.
********
"Sa, sini" ujar Raihan.
"Rai, gimana?" tanya Anisah.
"Kamu langsung masuk ke ruangan ya, Papa saya akan segera datang" ujar Raihan.
Sudah sepuluh menit Anisah menunggu di ruang wawancara. Raihan dan Papanya masuk untuk memulai wawancara dengan Anisah.
__ADS_1
"Anisah, kamu sudah besar ya" ujar Papanya Raihan.
"Apa kabar kamu?" tanya Papa Raihan.
"Alhamdulillah Anisah sehat Pak" jawab Anisah.
"Pak? kamu kaku sekali, panggil saja Om seperti biasa"
"Om apa kabar?" tanya Anisah kembali dengan gugup.
"Alhamdulillah Om sehat juga, Om paling ingat sewaktu kalian berdua berpacaran" ujar Papa Raihan mengingatkan masa lalu.
"Pa, jangan bahas itu dong" ujar Raihan malu.
"Kamu kalah jauh dengan Anisah Rai, dia bahkan sudah menikah dan akan punya anak" puji Papa Raihan.
"Terima kasih untuk pujiannya Om" jawab Anisah, kini ketegangannya sudah berkurang.
"Anisah langsung saja, Om suka melihat kamu, pintar dan disiplin, kamu diterima" ujar Papa Raihan.
Anisah benar-benar terkejut, wawancaranya sangat singkat. Bahkan tidak dapat dikatakan sebagai wawancara.
"Hanya begitu saja Om, saya sudah diterima?" tanya Anisah.
"Sejak awal kamu sudah diterima Anisah, Om hanya ingin menanyakan kabar mu" jawab Papa Raihan.
"Kasihan Anisah Pa, dia pasti sudah latihan untuk wawancara ini" ledek Raihan.
"Oiya, benarkah itu Anisah?" tanya Papa Raihan iseng.
"Itu benar sekali Om" jawab Anisah.
"Kalau begitu kamu harus mencarikan wanita cantik untuk Raihan sebagai pengganti wawancara mu" ujar Papa Raihan bertambah iseng.
"Siap Om" balas Anisah tertawa.
"Baiklah Anisah selamat bekerja ya" ujar Papa Raihan.
__ADS_1
"Terima kasih banyak Om" balas Anisah senang.