
Anisah tengah menunggu jemputan Farhan setelah pulang dari kantor. Hari ini mereka hendak makan malam bersama Raihan, Melani, Mario, dan Teh Siska.
"Kamu sudah lama menunggu sayang?" tanya Farhan.
"Nggak sayang, saya baru saja tiba" jawab Anisah.
Farhan membukakan pintu mobil untuk istrinya. Dikarenakan malam ini mereka akan makan bersama, Farhan dan Anisah mempercepat jadwal USG.
Selama perjalanan ke rumah sakit, Farhan dan Anisah berusaha mencari nama yang cocok untuk anak mereka. Berhubung perut Anisah begitu besar Farhan beranggapan itu adalah kembar.
"Nevan dan Naira aja gimana sayang?" tanya Farhan.
"Hmm bagus juga sayang" jawab Anisah.
"Atau Saleh dan Shalihah?" tanya Farhan lagi.
"No, mantan tunangan Raihan bernama Shalihah, saya kurang suka" balas Anisah cemberut.
"Wah, kamu cemburu pada mantan tunangannya Raihan karena kamu merupakan mantan pacar Raihan?" ledek Farhan.
"No, it's not true dear" balas Anisah semakin manyun.
"Ngambek nih" ledek Farhan tak ada henti-hentinya.
__ADS_1
"Gak tau ah, malas ngomong sama kamu Mas" jawab Anisah pura-pura ngambek.
Sesampainya di rumah sakit Anisah dan Farhan segera menemui dokter kandungan yang sudah dijadwalkan. Farhan memegang erat tangan istrinya yang lembut.
"Kamu gugup ya sayang?" tanya Farhan.
"Nggak kok sayang" jawab Anisah.
"Kamu maunya anak laki-laki, perempuan, atau kembar?" tanya Farhan seraya menunggu dokter kandungan.
"Apapun rezeki dari Allah saya suka sayang, asalkan anak kita lahir dengan sehat" jawab Anisah bijaksana.
Farhan menatap lembut istrinya. Dia begitu bangga mendapatkan istri yang sholehah seperti Anisah. Wanita itu sabar dan setia, bahkan ketika Farhan sakit-sakitan.
"Terima kasih banyak ya sayang" ujar Farhan tulus.
"Terima kasih sudah selalu ada di sisi Mas, suka maupun duka, selalu sabar menghadapi sifat Mas yang keras dan selalu berpikiran positif terhadap segala yang Mas putuskan" ujar Farhan panjang lebar.
"Tidak ada yang perlu di terima kasihkan Mas, ketika saya setuju menikah denganmu, segala sesuatu yang baik dan buruk dari kamu sudah saya terima" jawab Anisah dengan tulus juga.
Mereka saling berpelukan dengan haru. Tak lama kemudian dokter Rita akhirnya datang untuk melakukan USG.
"Sudah siap Bu Anisah?" tanya dokter itu ramah.
__ADS_1
"Insyaallah saya siap dokter" jawab Anisah.
"Ayo kita mulai" ajak dokter Rita.
Akhirnya USG dilakukan untuk melihat perkembangan janin Anisah. Dokter Rita mengatakan hal yang sudah diduga sejak awal oleh Farhan.
"Wah selamat ya, anak kalian kembar, keduanya laki-laki" ujar dokter Risa.
Farhan dan Anisah menangis haru setelah mendengar perkataan dokter Rita. Kebahagiaan meliputi keluarga kecil mereka.
"Sekarang kamu punya tiga bodyguard sayang" ujar Farhan.
"Iya sayang" jawab Anisah.
"Kamu tahu kenapa saya begitu bahagia mendengar anak kita keduanya lelaki?" tanya Farhan lagi.
"Kenapa sayang?" tanya Anisah.
"Karena saya tidak mau cinta saya ke kamu dibagi ke perempuan lain" gombal Farhan.
"Bisa-bisanya kamu Mas, giliran suatu hari kelak kita memiliki putri pasti kamu yang paling bahagia" sanggah Anisah.
Farhan mencium lembut kening istrinya. Tidak lupa ia selalu mengucapkan rasa syukurnya kepada sang pencipta.
__ADS_1
"Terima kasih ya dokter Rita" ujar mereka ketika hendak pulang.
"Sama-sama, jaga Bu Anisah baik-baik ya Pak, jangan sampai dia stres, itu tidak baik untuk ibu hamil" ujar dokter memperingati.