Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Mulai Berubah


__ADS_3

Farhan bergegas menghabiskan sarapan buatan istrinya. Nisa juga demikian, wanita itu menyiapkan barang-barang yang ia perlukan untuk menyelesaikan skripsi nya.


"Kamu keliatan lebih cerah sayang" ujar Farhan melihat istrinya yang memakai stelan putih pink, cocok untuk kulitnya yang putih cerah.


"Bisa aja kamu Mas" balas Nisa tersipu malu.


"Sayang, jangan lupa ke rumah sakit ya" lanjut Nisa lagi.


Farhan mengangguk seraya tersenyum kepada istrinya. Setelah semuanya siap lelaki itu bergegas mengantarkan istrinya ke kampus.


•••••••


"Hati-hati ya sayang, nanti sehabis dari rumah sakit Mas ke kantor dulu" ujar Farhan ketika Nisa berpamitan kepadanya.


Nisa berbalik dan menuju gerbang kampusnya. Setelah bertemu dengan sahabatnya, Nisa segera melanjutkan skripsinya.


"Saya khawatir dengan kesehatan Mas Farhan" ujar Nisa.


"Bukannya semalam kamu sudah jenguk ke kantornya Nis?" tanya Max.


"Iya, tapi Mas Farhan baru hari ini ke rumah sakit" balas Nisa.


"Kamu gak ikut ke rumah sakit?" tanya Masha.

__ADS_1


"Mas Farhan ingin mengunjungi sahabatnya, dokter di rumah sakit itu" balas Nisa kembali.


Masha dan Max mengangguk paham. Nisa kembali mengerjakan skripsinya. Sesekali wanita itu melirik ke layar handphone. Berharap Farhan segera menghubungi dirinya.


•••••


"Jadi gimana kesehatan saya Mario?" tanya Farhan pada sahabatnya.


"Nanti saya kabarkan Hans, kamu tunggu hasil lab dulu" balas Mario.


Mario merupakan sahabat Farhan dari kecil. Melani juga dekat dengan Mario semenjak ia berpacaran dengan Hans. Mereka bertiga berkuliah di tempat yang sama. Itulah sebabnya mereka sangat akrab, Mario akan menjadi nyamuk diantara Farhan dan Melani.


"Saya balik dulu Mar, kalau hasilnya sudah keluar hubungi saya" ujar Farhan.


"Hans, kamu sering mimisan?" tanya Mario


•••••


"Sayang kita jadi kencan?" chat dari Nisa membuat Farhan tersenyum sendiri.


"Jadi sayang, Mas lagi kerja dan sebentar lagi selesai" balas Farhan.


"Saya juga sudah selesai Mas, nanti kabari kalau otw kesini" balas Nisa sembari membereskan barang-barangnya.

__ADS_1


"Oke sayang" ujar Farhan. Lelaki itu sangat menyayangi istrinya. Dia berniat mengajak istrinya makan malam romantis di sebuah restauran ternama. Farhan segera membooking tempat dan membeli bunga untuk istrinya.


Sorenya Farhan menjemput Nisa ke kampus. Setelah Nisa naik ke mobil Farhan tidak sengaja melihat brosur perkuliahan luar negeri.


Nisa menatap mata Farhan, ia buru-buru menyelipkan brosur itu ke dalam bukunya. Nisa takut hal itu akan menyinggung perasaan Farhan, mereka masih pengantin baru.


"Kalau kamu berniat melanjutkan sekolah di luar negeri nggak masalah Nis" ujar Farhan.


Ucapan Farhan membuat Nisa tersentak. Wanita itu tidak menyangka dengan pernyataan yang di berikan suaminya.


"Kenapa mas?" tanya Nisa.


"Itu kan mimpi kamu, Mas tidak ingin menghambatnya" ujar Farhan.


"Saya belum memutuskan Mas" balas Nisa.


Mereka diam sejenak, Nisa heran dengan perubahan sikap suaminya yang tiba-tiba dingin. Tidak biasanya suaminya seperti ini, biasanya Farhan selalu bercerita panjang lebar kepadanya.


Mereka menghabiskan waktu untuk berbelanja beberapa pakaian. Setelah sholat maghrib, mereka segera pergi menuju restauran yang telah di booking oleh Farhan.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Nisa.


"Saya baik-baik saja Nis" balas Farhan.

__ADS_1


"Kamu kenapa diam-diam begini?" tanya Nisa kuatir.


"Saya tidak apa-apa Nis" ujar Farhan teguh dalam jawabannya.


__ADS_2