
Raihan segera naik untuk mengganti pakaiannya. Lelaki itu sebenarnya malas untuk makan siang di luar, tetapi Raihan tidak dapat menolak permintaan Mamanya.
Setelah berganti pakaian Raihan turun ke bawah untuk menemui Mamanya. Shalihah tersenyum padanya, Raihan sedikit risih dengan hal itu.
"Aa sudah selesai?" tanya Shali lembut.
"Udah Sha, Mama mana?" tanya Raihan.
"Tadi Tante Sari langsung pamit, katanya ada meeting mendadak di kantor" ujar Shalihah.
"Hah? secepat itu?" Raihan merasa ada yang janggal.
"Iya A, rapatnya mendadak, Tante baru saja pergi" ujar Shalihah.
"Kamu masih mau makan di luar?" tanya Raihan.
"Iya A, Shali lapar nih" jawab Shalihah manja.
"Ya sudah kalau begitu kita maka dulu" ujar Raihan.
Mereka segera pergi menuju restoran terdekat. Raihan mengendarai mobil dan Shali duduk di sampingnya.
"Kamu masih kuliah Sha?" tanya Raihan.
"Tahun depan Shali udah selesai kuliah A" jawab Shalihah.
"Wah udah wisuda saja ya kamu" ujar Raihan.
__ADS_1
"Kita hanya beda setahun Aa" jawab Shalihah.
"Iya saya hampir lupa kalau beda kita hanya setahun lebih" ujar Raihan.
"Kata Mama kita akan segera tunangan, apa itu benar A?" tanya Shalihah berpura-pura tidak tahu.
"Ha? yang benar kamu Sha?" jawab Raihan terkejut.
"Iya A, karna tahun depan Sha udah wisuda, tahun ini kita akan tunangan dulu" ujar Shalihah sembari tersenyum manis.
"Siapa yang beritahu Sha akan kabar ini?" tanya Raihan.
"Orangtua kita sudah merencanakan segalanya A" jawab Shalihah.
"Tapi saya belum menyetujui perjodohan ini Sha, lagi pula kamu masih muda, ini terlalu buru-buru" jelas Raihan.
"Sha gak masalah harus menikah muda Aa, apalagi nikahnya bareng Aa Rai" jawab Shalihah manja.
"Apa, Aa tidak berbohong kan?" tanya Shalihah pura-pura terkejut seakan tidak tahu segalanya.
"Saya serius Sha, saya benar-benar menyukai wanita itu, tetapi entah kenapa Mama tidak setuju mengenai hubungan kami" ujar Raihan lesu.
"Ya jelas lah tidak setuju, saya sudah merasuki Tante Sari" ucap Shalihah dalam hati.
"Kenapa Tante Sari tidak setuju A?" tanya Shalihah memulai aktingnya.
"Mama sudah salah paham mengenai wanita itu, Mama mengira dia bukan gadis baik-baik" jelas Raihan.
__ADS_1
"Bagaimana bisa Aa? Tante Sari mengenal wanita itu?" tanya Shalihah lagi.
"Tidak, Mama tidak mengenal wanita itu, pasti sudah ada orang yang berusaha menjelek-jelekkan dirinya di hadapan Mama" ujar Raihan.
"Yang sabar ya A" jawab Shalihah.
Dalam hati Shalihah mengumpat marah. Dia benar-benar kesal pada Melani. Sejak mereka masih kecil dirinya selalu di bandingkan dengan Melani. Walaupun mereka sepupu, mereka tidak pernah akur sama sekali.
Sejak kecil Melani adalah gadis yang pintar. Hingga Melani besar pun dia tetap menjadi gadis yang pintar. Walaupun lahir dari keluarga kaya raya, Melani berhasil mendapatkan beasiswa bagi orang yang berprestasi di Belanda.
Melani mulai berubah setelah dirinya begitu mencintai Hans. Cintanya berlebihan dan mengakibatkan adanya posesif dalam dirinya. Itulah yang menyebabkan awal rusaknya perilaku Melani.
Tetapi setelah ia bertemu Raihan, dia menyadari kesalahannya. Tetapi Melani tidak menganggap dirinya pantas untuk mendapatkan lelaki sebaik Raihan.
Sesampainya di restoran Shalihah memesan makanan untuk dirinya dan Raihan. Setelah makan mereka berbincang-bincang sejenak.
*********
Anisah dan Melani menempuh waktu perjalanan selama tujuh jam dua puluh menit untuk tiba di Taiwan. Mario sudah ada di Bandara untuk menjemput mereka.
"Alhamdulillah kalian sudah sampai dengan selamat" ujar Mario.
"Bagaimana penerbangannya?" tanya Mario.
"Apa kalian sudah makan?" tanya Mario lagi.
"Tak bisakah kamu bertanya satu persatu Mar? kamu membuat kamu pusing" jawab Melani.
__ADS_1
"Kamu benar-benar tidak berubah Mel, tetap saja cerewet" balas Mario kesal pada sahabatnya.
"Alhamdulillah penerbangan kami lancar Mar" jawab Anisah.