Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Curiga


__ADS_3

Pertunangan Melani dan Raihan semakin dekat. Wanita itu mulai menguruskan badannya agar kebaya yang akan digunakan muat di badannya. Melani menatap dirinya ke cermin dan mencoba berpose ala-ala pengantin.


"Semoga semuanya lancar sampai hari H" batin Melani.


********


"Pagi Teh, tumben datangnya cepat" ujar Anisah.


"Pagi Sa, Teteh terlalu bersemangat hari ini" jawab Teh Siska.


"Jadi kan Teh ke rumah Melani?" tanya Anisah.


"Jadi dong, kamu nanti akan mendapatkan ukuran baju jumbo" jawab Teh Siska iseng.


"Wah Teteh ngajak berantem?" tanya Anisah bercanda.


"Ajak Farhan juga, kita mau lihat ukuran baju batik mereka" ujar Teh Siska lagi.


"Ajak Mas Mario juga ya Teh" jawab Anisah tidak mau kalah.


Saat mereka asik bercerita, Kevin datang menghampiri mereka. Dia berniat untuk mengajak Anisah makan siang bersama nanti.


"Pagi Sa" ujar Kevin.


"Pagi Vin" jawab Anisah.


"Saya gak disapa?" tanya Teh Siska.


"Pagi Siska" ujar Kevin lagi.


"Kamu perlu apa ke sini?" tanya Teh Siska.


"Saya mau bicara dengan Anisah Sis" jawab Kevin.


"Sa, nanti siang makan siang bareng yuk" ajak Kevin.

__ADS_1


"Boleh, ajak anak yang lain juga ya, Teh Siska juga diajak dong" jawab Anisah polos.


Kevin tidak menyangka dengan jawaban polos dari Anisah. Dia bermaksud mengajak Anisah makan siang berdua, tetapi Anisah beranggapan lain.


"Haha baiklah, Teteh juga ikut" jawab Kevin dengan terpaksa seraya pergi kembali ke mejanya.


"Dia rada aneh" ujar Teh Siska setelah Kevin cukup jauh darinya.


"Aneh bagaimana Teh?" tanya Anisah.


"Teteh curiga kalau dia menyukai mu" jawab Teh Siska memberikan opininya.


"Haha nggak mungkin Teh, saya sudah bersuami, terlebih lagi saya wanita hamil, Teteh ada-ada saja" jawab Anisah.


"Entahlah, tapi Teteh merasa begitu" ujar Teh Siska.


********


Siangnya mereka makan bersama di restoran sebelah perusahaan. Kevin memandangi Anisah yang tengah berjalan di depannya.


"Anu... bukan gitu Sis" jawab Kevin gugup.


"Terus dia jelek?" tanya Siska berusaha memberikan umpan.


"Nggak, dia cantik kok Sis" jawab Kevin keceplosan.


"Dia wanita hamil yang sudah bersuami" ujar Teh Siska.


"Saya tahu Sis, saya hanya berteman dengan Anisah" jawab Kevin.


"Suaminya pemilik perusahaan Z" ujar Teh Siska mengingatkan agar Kevin tidak berpikir macam-macam.


"Haha saya sudah tahu tentang itu Sis" jawab Kevin berusaha sealami mungkin.


"Baguslah kalau kamu tahu, kamu juga bisa berteman dengan saya, jangan dengan Anisah saja" jawab Teh Siska memperbaiki suasana.

__ADS_1


"Baik Sis" jawab Kevin singkat.


Sore harinya Anisah dan Teh Siska langsung menuju kediaman Melani. Designer khusus pakaian Melani telah menunggu mereka untuk memilih desain bentuk baju yang mereka inginkan.


"Teteh bawa mobil kok, kamu suruh Farhan langsung ke rumah Melani saja ya" ujar Teh Siska.


"Sip Teh" jawab Anisah.


Selama perjalanan Anisah selalu menggoda Teh Siska agar segera menyusul Melani dan Raihan. Pipi Teh Siska terlihat merona dan ia terlihat malu-malu.


"Kamu apaan sih Nis, suka banget gangguin Teteh" ujar Teh Siska.


"Itu kebahagiaan tersendiri bagi saya Teh" jawab Anisah.


"Dasar, kamu nakal ya" canda Teh Siska.


"Saya tidak berbohong Teh, Mas Mario itu baik sekali, dia sahabat suami saya" promosi Anisah.


"Iya, iya, Teteh tahu tanpa kamu kasih tahu" jawab Teh Siska.


"Hmm Teteh kepoin Mas Mario ya?" ledek Anisah lagi.


"Anisah, stopppp it!!!" ujar Teteh sudah tidak tahan dengan ledekan Anisah, pipinya terus merona.


"Oke oke, saya insyaf Teh" jawab Anisah.


"Jangan marah-marah lagi ya Teteh yang cantik" ujar Anisah.


"Iya deh iya" jawab si Teteh.


"Sa, kamu merasa nggak sih Kevin suka kamu?" tanya Siska lagi.


"Ya nggak lah Teh, dia itu lumayan keren loh, untuk apa dia suka pada wanita yang sudah bersuami dan sedang hamil" jawab Anisah masuk akal.


"Hmm gitu ya, ya sudah, tapi kamu harus tetap waspada ya sama dia" jawab Siska mengingatkan.

__ADS_1


"Iya deh Teh, saya tidak mau Teteh khawatir" balas Anisah.


__ADS_2