Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Berjuang Bersama


__ADS_3

Farhan kembali ke rumah dengan perasaan campur aduk. Lelaki itu melihat istrinya sedang menyiapkan makan malam mereka.


"Makan dulu Mas" ujar Nisa seraya menyiapkan makanan di meja.


"Saya mandi dulu" balas Farhan singkat.


Farhan naik ke kamarnya dan bergegas untuk mandi. Dia meletakkan handphone nya di atas kasur dan masuk ke kamar mandi.


"Mas selesai mandi langsung turun makan ya" ucap Nisa setelah naik ke atas menyusul Farhan.


Anisah melihat handphone Farhan tergeletak di kasur mereka. Wanita itu penasaran dengan perubahan suaminya. Anisah berlahan mendekat dan mengambil ponsel milik suaminya. Setelah membaca beberapa pesan WhatsApp suaminya, Anisah terpaku dengan isi chat Raihan dan Mario.


Anisah turun ke lantai bawah seraya membawa handphone Farhan. Wanita itu membaca dengan seksama dari awal hingga akhir. Air mata Anisah bercucuran setelah ia mengerti dengan apa yang terjadi. Dia semakin merasa berdosa menganggap suaminya jatuh cinta kembali pada Melani.


Ternyata yang di lakukan suaminya adalah untuk kebaikannya. "Kenapa kamu musti menanggung ini semua sendirian Mas" ujar hati Anisah.


Anisah langsung berlari ke atas kembali. Farhan belum keluar dari kamar mandi. Baru saja Anisah hendak mengembalikan handphone Farhan ke tempat semula, terdengar pintu kamar mandi akan di buka. Dengan sigap Anisah melempar ponsel Farhan tepat di atas kasur tempat ponsel itu semula.


"Kamu sedang apa?" tanya Farhan tanpa tahu Anisah sudah melihat isi ponselnya.

__ADS_1


"Kenapa mata kamu merah? Kamu menangis?" lanjut Farhan lagi.


"Iya Mas, tadi saya merasa kepala saya sakit" balas Nisa.


Farhan berlari ke arahnya, memegang dahi Anisah dan mengecek suhu tubuhnya. Wajahnya menampakkan kekhawatiran terhadap kesehatan istrinya.


"Kamu sakit apa?" tanya Farhan tegas.


"Saya cuma pening Mas" balas Anisah.


Farhan tidak tahu bahwa Anisah menangis setelah melihat chat di handphone nya. Farhan mengajak Anisah ke rumah sakit. Anisah menolak dan mengatakan bahwa sakit kepalanya sudah hilang.


•••••


"Tatap wajah saya Mas" ujar Anisah.


"Kalau kamu memang mencintai Melani silahkan kamu pergi ke Taiwan dengan nya" lanjut Anisah lagi.


Wanita itu lebih memilih untuk berpura-pura tidak tahu. Anisah tidak ingin suaminya menjadi sedih. Melani hanya menjadi alasan yang di buat-buat oleh Anisah agar Farhan segera berobat ke Taiwan.

__ADS_1


"Kenapa kamu izinin saya untuk pergi ke Taiwan bareng Melani?" tanya Farhan.


"Saya tahu itu hanya urusan bisnis" balas Anisah.


"Kamu tidak takut saya kembali mencintainya?" tanya Farhan.


"Kenapa saya musti takut? Kalo kamu tidak kembali saya bisa cari lelaki lain, kamu tidak perlu mengkhawatirkan saya" balas Anisah mencoba mencari alasan agar Farhan dapat pergi tanpa mencemaskan nya.


"Kamu yakin kamu bisa bersama laki-laki lain kalau misalnya disana saya jatuh cinta pada Melani dan tidak kembali lagi kesini?" tanya Farhan yang sebenarnya bermakna lain. Farhan hanya menyebutkan jatuh cinta pada Melani dan tak kembali yang merupakan makna dari jika ia meninggal dan tak kembali lagi.


"Tentu saja, saya masih muda" balas Anisah tegas.


Farhan merasa sakit hati, tetapi ia juga lega. Setidaknya Anisah tidak bersedih dengan kepergiannya. Dia tidak tahu Anisah telah mengetahui segalanya dan mencoba membuat Farhan segera berobat tanpa mengkhawatirkannya.


"Makanya kamu segera pergi, pesan tiket pesawat mu Mas" ujar Anisah.


"Jangan sia-sia kan bisnis penting mu di Taiwan, jika sudah selesai segeralah pulang, jika kamu ingin tinggal di sana lebih sama saya juga sanggup di tinggal" lanjut Anisah memperjelas.


"Baiklah jika itu mau mu, saya akan atur jadwal keberangkatan saya" balas Farhan tegas, sedangkan hatinya berkata lain.

__ADS_1


"Iya segeralah, jangan di tunda lagi Mas" balas Anisah.


Mereka menyudahi percakapan mereka. Anisah segera menyusun kembali bekas makan malam dan mencuci piring.


__ADS_2