Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Season 2 : Ulang Tahun Wendy


__ADS_3

Hari ini merupakan ulang tahun Wendy yang kedua puluh enam tahun. Wendy menggunakan gaun terbaik yang ia punya. Biasanya Wendy menggunakan stelan jeans, tetapi ia mengingat kembali perkataan Fauzi.


"Perempuan itu lebih bagus memakai rok atau baju terusan, sebaiknya jangan pakai celana yang ketat lagi" ujar ustadz Fauzi saat itu.


Wendy memandangi dirinya lagi ke cermin. Dia tersenyum bahagia, tetapi tahun ini ulang tahunnya terasa berbeda. Setiap tahun orangtua Wendy akan mengadakan acara besar-besaran untuk merayakan ulang tahunnya.


"Tidak apa-apa, sesekali berbeda itu baik" ujar Wendy menenangkan dirinya sendiri.


Wendy mengambil mukenah nya dan bergegas ke masjid. Wajahnya lebih berseri dibandingkan biasanya. Sesampainya di masjid semua mata menatap kagum ke arah Wendy.


"Wah, Teteh Wendy keliatan berbeda ya hari ini" ujar salah satu murid pengajian.


"Iya Teteh bersolek ya" ledek anak yang lain.


Wajah Wendy memerah dikarenakan tersipu malu.


"Sudah, kalian tidak boleh meledek Teh Wendy seperti itu" lerai ustadz Fauzi.


Wendy duduk dan bergabung dengan anak-anak pengajian. Dia mulai khusuk mengikuti pembelajaran. Wendy berkembang dengan begitu cepat. Sekarang ia sudah bisa membaca Al-Qur'an walaupun terkadang tajwidnya masih kurang baik.


Semangat Wendy membuat Fauzi kagum terhadapnya. Wendy tipikal orang yang tidak mudah menyerah dengan segala sesuatu yang diinginkannya.


"Ustadz bulan depan insyaallah saya akan bisa baca Alquran" ujar Wendy bulan lalu.


Sesuai ucapannya Wendy berhasil menyelesaikan misinya. Dua bulan belajar membaca Al-Qur'an dengan Fauzi berbuah keberhasilan.


"Selamat ya Wen, akhirnya kamu bisa juga membaca Al-Qur'an dengan baik, jangan lupa diamalkan ya" puji Fauzi sesudah selesai pengajian.

__ADS_1


"Terima kasih ustadz" jawab Wendy bahagia.


"Oiya selamat ulang tahun Wen, ini" ujar Fauzi lagi seraya memberikan kado kecil untuk Wendy.


"Wah, ini apa ustadz?" tanya Wendy senang.


"Kamu buka aja dulu" balas Fauzi.


Wendy yang tidak sabaran langsung membuka kado itu saat itu juga. Ada enam kerudung yang begitu indah di dalam sebuah kotak yang dibalut dengan bungkus kado merah muda.


"Masyaallah, terima kasih ustadz" ujar Wendy bahagia.


"Dipakai ya Wen, rambut itu aurat" ujar Fauzi.


"Insyaallah pasti saya gunakan ustadz" jawab Wendy bersemangat.


***********


"Bun, sepertinya Fauzi mulai menyukai seseorang" ujar Fauzi ketika sampai di rumah.


"Wah, Alhamdulillaah" ujar Anisah senang.


"Alhamdulillah menjawab semua doa" Bunda" lanjut Anisah lagi.


"Emang doa Bunda yang mana?" tanya Fauzi.


"Bunda ingin kamu dan Fauzan segera menikah tahun ini" jawab Anisah.

__ADS_1


"Bagaimana dengan Fauzan Bun?" tanya Fauzi.


"Alhamdulillah dia sudah menemukan orang yang tepat, insyaallah" ujar Bunda semangat.


"Siapa Bun?" tanya Fauzi penasaran.


"Dia karyawan baru Fauzan di perusahaan" jawab Bunda.


"Namanya Hanifah, gadis pemberani yang baik hati, sholehah, tulus, cantik lagi" jelas Bunda.


"Wah Alhamdulillah, syukurlah kalau begitu Bun, Fauzi turut senang" balas Fauzi.


"Kamu sendiri bagaimana?" tanya Bunda.


"Sebenarnya Bunda dari awal ingin kamu bersama Laila, kamu tahu kan Laila menyukai mu" ujar Bunda.


"Iya Bun, tapi Fauzi hanya menganggap Laila sebagai adik perempuan Fauzi Bun" jawab Fauzi.


"Ya sudah tidak apa-apa, wanita seperti apa yang sedang kamu sukai?" tanya Bunda.


"Saya rasa saya sedang menyukai wanita yang sedang memantaskan dirinya Bun, awalnya dia memang penuh kekurangan, tetapi berlahan dia mulai mengurangi satu persatu kekurangan yang dimilikinya Bun" ujar Fauzi.


"Begitulah sebaiknya kodrat manusia sayang, harus selalu memperbaiki diri menuju yang lebih baik" jawab Bunda bangga.


"Iya Bun, semua ini berawal dari rasa kagum saya Bun" jelas Fauzi.


"Wah Bunda tidak sabar ingin bertemu wanita itu" ujar Bunda lagi.

__ADS_1


__ADS_2