
Farhan menuju ke kantor setelah mengantarkan istrinya ke kampus. Kepalanya masih pening dan ia merasa lebih lemas di bandingkan biasanya.
Ketika sampai di kantor Farhan segera menuju ruangannya dan bersiap untuk memimpin rapat dengan beberapa saat klien. Satu jam setelah rapat selesai, Farhan kedatangan tamu yang belum mengadakan janji pertemuan dengannya.
"Pak, seorang wanita muda mengancam untuk membuat keributan jika ia tidak di izinkan berjumpa dengan Bapak, saya sudah menjelaskan bahwa ia harus punya janji terlebih dahulu dengan Bapak, tetapi wanita itu malah berteriak gak jelas Pak" ujar resepsionis menghadap Farhan dan menjelaskan kepada secara panjang lebar.
"Siapa namanya?" tanya Farhan.
"Katanya dia adalah wanita yang paling ingin Bapak temui" ujar resepsionis itu.
Karena Farhan tidak mau ada keributan di kantor nya, ia tidak memanggil sekuriti. Farhan takut itu hanya memperkeruh keadaan. Setelah berpikir beberapa saat, Farhan mengizinkan wanita itu masuk.
"Udah lama ya Hans, kita gak bertemu. Terakhir kali waktu kamu menikah dengan gadis desa" ujar Melani setengah meledek.
"Dia jauh lebih baik darimu" balas Farhan.
"Kamu lebih pilih dia dari aku?" ujar Melani geram.
__ADS_1
Tiba-tiba pintu di buka, Nisa tampak terlihat curiga kepada suaminya. Begitulah kejadian yang sebenarnya. Farhan tidak ada niat lagi apalagi untuk berselingkuh.
••••••
"Jadi begitu ceritanya Mas" ucap Nisa yang tidur di bahu suaminya.
"Iya sayang, makanya kamu jangan asal lari gitu, kalau kamu jatuh gimana? Mas kan kuatir" balas Farhan.
Mereka kembali berpelukan, penjelasan dari Farhan dapat di terima oleh Nisa. Dia percaya kepada suaminya. Nisa tidak akan membiarkan pelakor memasuki rumah tangga mereka.
"Sayang besok kencan yuk?" tanya suami dari wanita manja itu.
Mereka berpelukan kembali untuk kesekian kalinya. Farhan kemudian beranjak dari tempat tidur menuju meja. Lelaki itu mengambil sesuatu dari tas kerjanya.
"Ini untuk mu sayang" ujar Farhan sembari memberikan hadiah sebuah kotak perhiasan.
Mata Nisa berbinar melihat suaminya mengeluarkan sebuah kalung indah yang berhias berlian, terlihat mahal dan elegan. Farhan memasangkan kalung itu di leher istrinya.
__ADS_1
"astaghfirullah" Farhan memegang kepalanya. Terlihat wajah Farhan lebih pucat dari biasanya.
"Mas kenapa, kepala Mas sakit? Kita berobat sekarang ya" ajak istrinya.
"Gausah sayang Mas cuma kelelahan" balas Farhan sambil tersenyum.
"Jangan gitu Mas, udah tiga hari Mas kelihatan kurang sehat pokoknya kita harus berobat ya" balas Nisa cemas.
"Ya udah gini aja, besok Mas janji ke rumah sakit sayang, sekalian jumpa sama teman Mas, dia dokter disana" ujar Farhan meyakinkan istrinya.
Nisa diam sejenak, "Saya ikut ya Mas?" pinta Nisa.
"Tidak usah sayang, Mas mau sekalian berbincang-bincang" balas Farhan seraya membelai mesra rambut istrinya.
Nisa mengangguk patuh, sebenarnya dia ingin ikut. Tetapi ia menghormati keputusan suaminya. Nisa kemudian bergegas menyiapkan makan malam untuk suaminya.
••••••
__ADS_1
Farhan tidak dapat tertidur, kepalanya sakit dan ia merasa mual. Istrinya sudah terlelap terlebih dahulu. Dia sudah membuat janji dengan sahabatnya Mario yang merupakan dokter di rumah sakit ternama di Bandung.
Farhan melihat ponselnya, Melani kembali berulah. Foto-foto mesranya dengan Melani yang sudah lama ia hapus terpampang di layar what'sapp nya. Melani mengirimkan foto kenangan mereka. Farhan dengan sigap menghapus foto itu kemudian memblokir Melani. Dia tidak ingin istrinya salah paham dan sakit hati. Farhan teramat mencintai istrinya, wanita yang sudah menerima baik dan buruknya. Farhan hanya berharap dapat hidup bahagia dengan Nisa sampai akhir hayatnya dan kembali bertemu di Jannah.