Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Permintaan


__ADS_3

Farhan bangun untuk sholat subuh, dilihatnya istri nya sedang berwudhu. Farhan juga bergegas ke kamar mandi setelah istrinya selesai.


"Kita berjama'ah Mas?" ujar Nisa.


"Terserah kamu saja" balas Farhan.


Nisa mempersiapkan sajadah mereka. Setelah Farhan selesai berwudhu mereka sholat subuh berjama'ah.


•••••


Setelah Farhan mengantar Anisah ke kampus, dia segera menemui seseorang. Raihan, lelaki baik dan cerdas. Lelaki yang menyukai Anisah sejak mereka SMA.


"Kenapa anda menemui saya?" tanya Raihan.


"Kamu kenal dengan saya kan?" tanya Farhan.


Raihan mengangguk, tanpa basa-basi Farhan langsung mengutarakan maksud kunjungannya. Dia tidak mau hal-hal buruk terjadi kenapa Anisah saat ia pergi berobat.


"Kamu masih sayang sama Anisah? Saya bertanya begini karna saya tau kamu orang baik" ujar Farhan.


"Kenapa anda berkata seperti itu? lagi pula dari mana anda tahu saya orang yang baik?" balas Raihan.

__ADS_1


"Anda kira saya datang tanpa persiapan dan pertimbangan yang matang? Saya sudah terlebih dahulu mencari tahu tentang anda" ucap Farhan.


"Apa maksud dan tujuan anda kesini?" Raihan mulai bingung.


"Kamu belum menjawab, apakah kamu masih menyukai istri saya?" ujar Farhan lagi.


"Anda mau saya jawab jujur atau jawaban sopan?" tanya Raihan tidak mau kalah.


"Saat ini yang saya butuhkan adalah kejujuran" tegas Farhan.


"Ya, saya masih menyukai istri anda. Tetapi saya tidak pernah berniat menghancurkan rumah tangganya" balas Raihan tulus.


"Syukurlah, saya ada permintaan kalau kamu. mengizinkan" ujar Farhan mulai sedikit tentang.


Farhan mulai menjelaskan kondisinya. Lelaki itu juga mulai memberitahu rencana untuk ke depannya.


"Anda yakin saya yang akan melakukan itu?" tanya Raihan tidak percaya.


"Iya, saya percaya sama kamu" ujar Farhan.


"Saya tidak sanggup berpisah dengannya apalagi menceraikannya, saya teramat menyayanginya" Farhan mulai menangis tulus.

__ADS_1


"Saya turut berdukacita atas penyakit yang menimpa anda" balas Raihan prihatin.


"Saya mohon, jaga dia sampai saya kembali dan sembuh dari kanker ini. Jangan biarkan air mata keluar dari matanya. Jika saya tidak di berikan kesempatan untuk sembuh, saya mohon berjuanglah untuk mendapatkan hatinya" Ujar Farhan di sela-sela tangisannya.


"Dia masih terlalu muda, dia punya masa depan yang baik dengan kepintaran dan akhlaknya. Dia berhak bahagia, jika dia tahu akan penyakit saya dia akan selalu bersedih" ujar Farhan lagi sembari membendung air matanya.


"Saya berjanji akan menjaga Anisah, melihat ketulusan anda padanya, seketika hati saya tersentuh. Saya akan menganggap anda sebagai Abang saya" balas Raihan.


"Teruslah hidup dan sembuh bang, jangan biarkan Anisah menunggu lebih lama" lanjut Raihan.


"Kalau misalnya saya harus pergi untuk selamanya, jangan biarkan dia larut dalam kesedihan, saya lebih baik dia membenci saya daripada menangis dan tidak bisa melupakan saya" balas Farhan lagi.


Setelah semuanya selesai mereka bahas, Farhan pamit kembali. Dia segera menuju rumah orang tua Anisah dan menceritakan semuanya.


"Tidakkah lebih baik Nak Farhan memberitahu Anisah mengenai penyakitnya Nak Farhan?" ujar Ayah Anisah.


"Bapak tahu bagaimana sifat Anisah, itu hanya memperburuk segalanya Pak, dia masih muda dan berbakat" balas Farhan.


"Bapak menghormati keputusan Nak Farhan, semoga Allah mendengar do'a kita semua dan memberikan kesembuhan kepada Nak Farhan" balas Ayah Nisa.


"Terimakasih telah menjaga putri Bapak dengan baik hingga saat ini" balas Ayah Nisa.

__ADS_1


"Jika saya benar-benar harus pergi untuk selamanya Pak, tetaplah di sisi Anisah sebagai prisai nya" balas Farhan.


"Tentu saja Nak Farhan, terimakasih banyak" Ayah Nisa akhirnya meneteskan air matanya.


__ADS_2