Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Shalihah


__ADS_3

Setelah mengantarkan Melani dan Anisah ke Bandara serta memastikan keberangkatan mereka, Raihan kembali ke rumahnya. Lelaki itu merasa ada yang hilang ketika Melani telah pergi.


Raihan masuk ke rumah dan mengucapkan salam. Begitu masuk ke ruang tamu, dia dikejutkan oleh kedatangan seorang wanita. Dia begitu mengenal wanita itu, teman tumbuhnya sedari kecil. Tetapi ia sudah tiga tahun tidak bertemu dengan wanita itu dikarenakan wanita itu bersekolah di Inggris.


Namanya Shalihah, wanita yang menjadi tunangan Raihan dari kecil. Wanita yang sudah Raihan anggap seperti adik sendiri. Shalihah memanggil Raihan dengan sebutan Aa yang merupakan bahasa Bandung dari Kakak Laki-laki.


"Wa'alaikumussalam, kamu sudah pulang sayang, lihat siapa yang datang" ujar Mama Raihan.


"Shalihah, kapan kamu tiba di Bandung?" ujar Raihan basa basi.


"Tadi pagi Aa, Aa Rai apa kabar?" tanya wanita itu.


"Alhamdulillah sehat, kamu apa kabar Shali?" tanya Raihan.


"Alhamdulillah Shali sehat Aa, Shali dengar Teteh Anisah sudah menikah ya A?"


"Kamu tahu dari mana?" tanya Raihan.


"Shali dengar dari Tante A" jawab Shalihah.


"Iya dia sudah menikah" ujar Raihan.


"Baguslah A, setidaknya Aa Rai harus cepat move on" balas Shalihah.

__ADS_1


"Ma bisa ikut Rai kebelakang sebentar?" pinta Rai.


"Iya sayang" jawab Mama Raihan.


Raihan membawa Mama nya ke dapur. Banyak pernyataan yang ingin keluar dari mulut Raihan.


"Ma, bukannya Raihan sudah bilang kalau Raihan sudah menyukai wanita lain?" tanya Raihan.


"Iya, si Melani itu kan?" jawab Mama.


"Lalu kenapa Mama masih bersikukuh menjodohkan Rai dengan Shali?" tanya Raihan lagi.


"Kamu pikir Mama bodoh Rai?" ujar Mama Raihan.


"Kamu pikir Mama tidak tahu kalau Melani itu bukan wanita baik?" balas Mama.


"Itu semua nggak benar Ma, dari mana Mama mendapatkan berita palsu itu?" tanya Rai lagi


"Itu semua tidak penting Rai" pokoknya Mama tidak ingin kamu dekat-dekat dengan Melani" ujar Mama tegas.


"Kenapa Ma?" tanya Raihan tidak percaya.


"Kamu sudah tahu bahwa dia itu pelakor, berusaha merusak rumah tangga Anisah dan suaminya" balas Mama Raihan.

__ADS_1


"Belum lagi dia sudah tua, kabarnya dia menolak semua laki-laki dan menyia-nyiakan umurnya demi mendapatkan suami Anisah" lanjut Mama.


"Apa Mama salah Rai?" tegas Mama Raihan lagi.


"Mama benar mengenai umur Melani yang lebih tua dari saya, tetapi dia hanya berumur dua puluh tujuh tahun Ma, hanya beda empat tahun dengan Rai, apa itu berlebihan?" ujar Raihan.


"Selain mengenai umur, semua yang Mama ucapkan tentang Melani itu salah" lanjut Raihan lagi.


"Mama tidak mau tahu Rai, kamu harus meninggalkan Melani, titik" ujar Mama Raihan sembari meninggalkan putranya.


"Oiya satu lagi, segera ganti baju mu, kita akan makan siang bersama dengan Shali" Mama Raihan mengakhiri percakapan mereka.


Diam-diam tanpa sepengetahuan mereka, Shalihah mendengarkan percakapan Ibu dan Anak itu. Wanita itu tersenyum penuh kemenangan.


"Rasakan Melani, seenaknya saja kamu ingin merebut Raihan dari seorang Shalihah" ucap Shalihah dalam hati.


Mama Raihan segera kembali menemui calon menantunya. Dia tidak ingin Shalihah menunggu sendirian lebih lama lagi.


"Maaf ya sayang kamu sudah menunggu lama" ujar Mama Raihan.


"Tidak apa-apa Tante, Shali betah berlama-lama di rumah Tante" jawab Shalihah tersenyum manis.


"Kamu benar, si Raihan mati-matian membela gadis bernama Melani itu, untung saja kamu memberitahu segalanya mengenai wanita itu" ujar Mama Raihan.

__ADS_1


"Iya Tante, saya tidak ingin Aa Rai memilih wanita yang salah" balas Shalihah.


__ADS_2